
Bara kembali pulang ke rumahnya bersama ibunya, begitu juga dengan Aulia pulang ke rumah masing-masing.
Aulia langsung masuk ke dalam kamarnya, dia mencoba membuka kitab harimau putih tersebut. Tetapi Aulia tidak mengerti dengan tulisan di dalam kitab itu karena tulisannya seperti tulisan kuno jaman dahulu.
''Tulisan apa ini? bagaimana cara ku untuk bisa mempelajarinya,'' gumam Aulia.
''Aulia,'' panggil sang kakek yang sudah berada di dalam kamarnya.
''Kakek,'' ujar Aulia segera mencium punggung tangan sang kakek.
''Ada apa?'' tanya sang Kakek.
''Aku ingin mempelajari kitab ini tapi bagaimana caranya sedangkan tulisannya saja aku tidak mengerti,'' ujar Aulia.
''Sebelum kamu membuka kitab itu dan mempelajarinya, bacalah bismillah sebelum kamu mengerjakan sesuatu awali dengan bismillah,'' ucap sang Kakek.
Aulia menganggukkan kepalanya.
"Kamu harus pelajari semua isi kitab itu," ujar sang Kakek.
"Baik kek, saya akan pelajari semuanya, aku ingin bertanya kek, apa Bara juga bisa mempelajari kitab ini?" tanya Aulia.
"Tentu saja bisa, tapi dia hanya seorang murid jika kamu ingin berbagi ilmu dengan sahabat kamu itu, itu sangat bagus, apakah nanti dia tidak akan mempergunakan ilmu itu dengan tidak baik," ujar sang Kakek.
"Bukankah dia adalah murid kepercayaan kakek?" tanya Aulia.
"Iya itu betul, tapi ada Bara dalam satu raga, itu sangat berbahya bagi dirinyanya," sahut sang Kakek.
"Apakah murid kakek itu nanti akan keluar dari tubuhnya Bara?" tanya Aulia.
"Tidak, dia tidak akan bisa keluar dari tubuh sahabat kamu itu, jika dia keluar maka sahabat kamu itu akan kehilangan nyawanya," sahut sang Kakek.
Deg...
"Kenapa? bisa seperti itu kek?" tanya Aulia berjalan mendekati kakeknya.
''Itu adalah takdirnya, sebuah takdir tidak bisa di ubah apa lagi di tolak, seperti kamu, ini adalah takdir kamu manjadi seorang harimau 🐯, apakah menjadi seorang harimau 🐯 adalah kemauan kamu?'' tanya sang Kakek.
Aulia menggelengkan kepalanya, menjadi manusia harimau putih bukanlah kemauannya.
''Kakek pergi dahulu, assalamualaikum,'' ucap sang Kakek.
''Waalaikumsalam,'' sahut Aulia.
Sang kakek pun langsung menghilang dari kamar itu, kini hanya tinggal Aulia seorang di kamarnya.
''Aulia kamu lagi bicara sama siapa?'' tanya Bu Lilis sambil mengetuk pintu kamar.
Aulia pun segera membuka pintu kamarnya. ''Ada apa nek?'' tanya Aulia.
__ADS_1
Bu Lilis pun langsung masuk ke dalam kamar Aulia, sambil melihat setiap sudut kamar. ''Tadi nenek mendengar kamu lagi bicara sama seseorang, sama siapa?'' tanya Bu Lilis menatap Aulia.
''Tidak ada nek, Aulia tidak bicara dengan siapapun,'' sahut Aulia.
''Ya sudah ayo kita makan malam kamu kan dari tadi kamu belum makan,'' ujar Bu Lilis.
Aulia menganggukkan kepalanya sambil menutupi pintu kamarnya.
Aulia memindahkan kitab itu.
''Dimana aku harus simpan kitab ini, aku harus menjaga kitab ini dengan baik,'' batin Aulia.
Aulia berjalan mendekati Lemari pakaiannya disana ada berapa kota kosong Aulia segera menyimpan kitab itu di dalam salah satu kota tersebut lalu menguncinya.
''Semoga kitab ini, aman berada di sini,'' batin Aulia.
Aulia segera keluar dari kamarnya dia menuju meja makan yang sudah di tunggu oleh neneknya.
''Besok rencana kamu mau kemana?'' tanya Bu Lilis.
''Besok Aulia ingin pergi kemakam kakek,'' sahut Aulia.
Bu Lilis menganggukkan kepalanya, mereka pun melanjutkan makan malam mereka. Setelah selesai makan mereka duduk di teras rumah yang tampak sederhana itu.
''Selama Aulia tidak ada di rumah, nenek dengan siapa di rumah?'' tanya Aulia.
''Nenek cuma sendiri saja, kakek kamu kan udah tidak ada,'' sahut Bu Lilis.
''Iya tidak apa-apa, nenek mengerti kemana kamu pergi, melihat kamu kembali saja nenek sudah sangat bersyukur,'' sahut Bu Lilis.
Aulia hanya tersenyum, ''Ya udah nek, ayo kita masuk ke dalam, malam juga sudah begitu larut,'' ujar Aulia.
Mereka pun masuk ke dalam rumah dan menuju kamar masing-masing.
''Aulia janji nek, Aulia tidak akan meninggalkan nenek lagi,'' batin Aulia. Dia pun membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur Aulia menutup matanya mulai terlelap dalam tidurnya.
.
.
.
.
Hutan, siluman wilayah harimau 🐯 kuning. Mereka semua sedang berkumpul bersama Raja mereka, mereka semua sedang gelisah karena kitab harimau 🐯 putih itu sudah berada di tangan Aulia.
Mereka ingin merebut kitab tersebut dari tangan Aulia. Tetapi mereka takut untuk melawan Aulia karena ilmu mereka tidak ada apa-apanya di bandingkan dengan ilmu Aulia anak muda yang berusia 22 tahun itu. Sang raja harimau 🐯 kuning hanya bisa mondar mandir di istananya.
''Kenapa? kalian tidak bisa mendapatkan kitab itu?'' tanyanya. Kepada murid-muridnya.
__ADS_1
''Maaf tuan ku, Aulia itu sangat kuat,'' sahut anak murid.
"Betul tuan ku, dia juga memiliki seorang teman dan ilmunya juga cukup tinggi juga," sahut murid lainnya.
"Siapa dia?" tanya sang Raja harimau 🐯 kuning.
"Dia adalah sahabatnya Aulia, Tuan, namanya Bara," sahut murid yang bernama Gavar.
Sang Raja pun diam setelah mendengar kalau Aulia memiliki sahabat yang juga harimau 🐯 putih.
''Kalian harus mencari tahu siapa sebenarnya Bara itu apakah dia benar-benar dari bangsa harimau 🐯 putih atau bukan,'' ujar sang Raja harimau 🐯 kuning.
''Baik Tuan ku,'' sahut Mereka. Mereka pun segera pergi dari kerajaan itu.
''Saya harus mendapatkan kitab itu bagaimana pun caranya,'' batin Raja harimau 🐯 kuning yang bernama Bagaskara. Dia mondar mandir di istananya.
.
.
.....DESA INDAH.....
Aulia terbangun dari tidurnya dia harus mempelajari kitab itu. Malam itu juga Aulia mulai memperlajari kitab harimau 🐯 putih itu di dalam kamarnya, dia membuka kitab itu dengan mengucapkan bismillah tulisan di dalam kitab tersebut langsung berubah seketika menjadi tulisan biasa, yang bisa di pahami oleh Aulia.
Aulia mulai mengikuti satu-persatu tulisan dalam kitab itu dia mengerakkan kedua belah tangannya, mengikuti setiap tulisan yang ada di dalam kitab itu.
.......RUMAH BARA.......
Bara hanya berdiam diri di kamarnya dia seperti tidak terbiasa di dalam kamar itu Bara membuka jendela kamarnya, di luar begitu gelap karena masih tengah malam. Tiba-tiba Bara melompat keluar jendela dia pergi menuju Pegunungan yang tidak jauh dari rumah Aulia, entah apa yang dilihat oleh Bara hingga membuat dia keluar dari kamarnya.
Bara melewati rumah Aulia, Aulia mendengar seseorang melewati rumahnya, Aulia menghentikan konsentrasinya dia membuka matanya danan mengikuti Bara.
''Bara ada apa? kenapa? kamu keluar tengah malam seperti ini?'' tanya Aulia setelah bertemu dengan Bara di gunung tersebut.
''Ada yang ingin merebut kitab itu,'' sahut Bara.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
...BERSAMBUNG JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENTAR VOTE BUNGA BINTANG FAVORIT TIPS...
...CERITA FIKSI...