
Aulia terus mengetuk pintu kamar Bara, tetapi Bara tetap tidak membuka pintu kamarnya.
Aulia menutup matanya untuk berapa saat tidak lama dia kembali membuka matanya muncullah kuku tajamnya tanpa berpikir panjang lagi Aulia, mencongkel pintu kamar Bara dengan menggunakan kukunya, Setelah pintu terbuka dia terkejut melihat keadaan Bara yang sudah terlungkup di lantai kamar dengan wajah pucat darah pun keluar dari mulut dan hidungnya.
"Bara apa yang terjadi sama kamu? Kenapa kau bisa seperti ini." Aulia mengangkat tubuh Bara yang tadinya terlungkup Aulia meletakkan kepala Bara di atas pahanya.
"Bara, apa yang terjadi sama kamu?" Aulia terus bertanya.
Dengan terbata-bata Bara menceritakan apa yang terjadi kepada dirinya. Bahwa Gantala keluar dari dalam tubuhnya, seperti biasa jika Gentala keluar dari dalam tubuh Bara. Maka dia akan merasa kesakitan yang luar biasa. Ibaratkan Gantala adalah nyawa bagi Bara saat ini.
"Gantala keluar dari dalam tubuhku aku tidak tahu dia pergi ke mana," ucap Bara terbata-bata menahan kesakitannya.
DI HUTAN
Ternyata Gentala pergi menuju hutan tempat harimau di bunuh oleh Bayu. Saat ini harimau tersebut sudah berubah menjadi manusia. Sampainya Gantala di tempat itu dia tidak sanggup melihat saudaranya mati mengenaskan. Dia langsung memeluk saudaranya tersebut.
"Tidak!" Gantala berteriak kencang, "Siapa yang melakukan semua ini? Aku akan membalas berbuatan mereka!" Mata Gantala bersinar seperti mata harimau pada umumnya.
Gantala memeriksa kondisi saudaranya itu dia begitu terkejut melihat tiga peluru senjata api yang bersarang di tubuh saudaranya.
"Saya tahu siapa pelakunya, hanya orang itu yang memiliki senjata ini, Bayu kau akan mendapatkan balasan dariku!" Kemarahan Gantala memuncak.
DI DESA INDAH
Aulia mencoba mengeluarkan ilmu tenaga dalamnya untuk mengobati Bara, agar Bara bisa bertahan hidup. Namun, itu hanya bersifat sementara hingga Gantala kembali ke dalam raga Bara.
Aulia berniat ingin membawa Bara pergi ke hutan terlarang untuk menemui Gantala disana.
Saat ini juga Aulia menggendong Bara di belakangnya dia keluar melalui jendela kamar Bara, Aulia berlari dengan kencang menuju pegunungan, disana dia langsung mengubah wujudnya menjadi harimau, Bara masih di punggungnya, Aulia terus berlari di tengah hutan. Hari yang sudah semakin gelap ditambah lagi dengan pohon-pohon yang menjulang tinggi menambah kesan semakin gelap gulita, untungnya Aulia adalah seorang harimau dengan cahaya matanya dia bisa melihat jalan dengan sempurna menuju hutan terlarang.
__ADS_1
DI DESA INDAH
Semua orang sudah keluar dari mesjid satu persatu warga pulang ke rumah mereka masing-masing.
"Pak Sury," panggil Ustadz Karim menghentikan langkah Pak Sury yang hendak meninggalkan mesjid.
"Iya Ustadz ada apa?" tanya Pak Sury berjalan mendekati.
Pak ustadz melihat keluar mesjid dia tidak melihat Bara dan Aulia.
"Bara sama Aulia gak datang ke mesjid Pak? biasanya mereka berdua sudah keliatan disini?" tanya Ustadz Karim.
"Bara, lagi sakit Ustadz mungkin Aulia, juga menemani Bara di rumah saat ini," jawab Pak Sury.
Ustadz Karim hanya menganggukkan kepalanya.
"Ya sudah kalau begitu saya ikut sama bapak, saya juga ingin melihat keadaan Bara," ucap Ustadz Karim.
"Baik Pak, mari," ajak pak Sury.
Sampainya di rumah, pak Sury melihat pintu rumahnya sedikit terbuka, dia pun segera masuk ke dalam rumah tidak ada siapa-siapa di dalam.
"Ke mana perginya Bara sama Aulia, pintu rumah juga terbuka," batin Pak Sury.
"Ada apa Pak?" tanya ustadz Karim melihat Pak Sury begitu khawatir.
"Itu Pak, tadi ada Aulia sama Bara di rumah sekarang mereka berdua sudah gak ada, soalnya Bara lagi sakit," ucap Pak Sury dengan wajah bingung.
Ustadz Karim, pun berjalan mendekati kamar Bara dengan pintu kamar yang terbuka.
__ADS_1
"Pak kemari lihat ini," ujar ustadz Karim menunjukkan bahwa pintu dan jendela kamar terbuka lebar.
"Kenapa pintu sama jendela ini bisa ke buka seperti ini? soalnya tadi pintu ini di kunci dari dalam, bagaimana Aulia bisa membukanya." Pak Sury semakin bingung melihat keadaan kamar Bara.
"Kan ada Aulia, Pak, bisa jadi Bara membuka pintunya dari dalam," ucap ustadz Karim.
Pak Sury menganggukkan kepalanya. Ustadz Karim yang masih begitu penasaran dia melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar Bara, dia juga melihat keluar jendela tidak ada tanda-tanda aneh disana dia segera menutup jendela itu kembali. Saat dia berbalik badan matanya tertuju ke arah pintu kamar itu, dia mendekati pintu tersebut. Dia melihat ada goresan kuku tajam disana hingga membuat pintu yang terbuat dari bahan kayu itu terkelupas parah.
Ustadz Karim semakin percaya bahwa Bara dan Aulia adalah harimau jadi-jadian. Tetapi dia tidak ingin memberitahu kepada Pak Sury tentang apa yang dia ketahui selama ini.
"Apakah Pak Sury tahu kalau Bara adalah seorang harimau, saya akan coba bertanya sedikit tentang Bara," batin Ustadz Karim, ustadz Karim pun mendekati Pak Sury.
"Pak, saya ingin bertanya tentang Bara sama bapak," ucap ustadz Karim.
"Tentang Bara? ustadz mau tanya apa tentang anak saya?" tanya Pak Sury.
''Apa selama ini bapak pernah melihat Bara bertingkah aneh. Maaf maksud saya apa bapak pernah melihat Bara berbeda dari biasanya,'' ujar ustadz Karim.
''Tidak ustadz, saya tidak pernah melihat Bara bertingkah aneh maupun berbeda... Tetapi....'' Pak Sury menghentikan kata-katanya.
''Tetapi. Apa Pak?'' tanya ustadz Karim mengerutkan keningnya penuh dengan tanda ??.
.
.
Bersambung
Jangan lupa vote subscribe dan komentar tolong bantu naikin popularitasnya 🙏☺️
__ADS_1