
Setelah satu jam di bawah pohon besar tersebut. Menunggu hujan berhenti mereka semua pun segera pulang ke desa. Di sepanjang perjalanan Aulia hanya diam saja jangankan orang kota itu yang heran dengan sikap Aulia Bara pun sangat heran kenapa Aulia tidak bicara sepatah katapun setelah kejadian bertarung dengan Siluman ular tersebut membuat Aulia hanya diam saja.
''Aulia kenapa? lo diam saja dari tadi?'' tanya Kenzo.
''Jalan saja terus janga banyak bicara,'' sahut Aulia yang terus berjalan.
''Ada apa? dengannya apa dia ke surupan,'' ucap Sadam berbisik kepada Kenzo.
Mereka semua sampai di rumah masing-masing. Tetapi Bara tidak langsung pulang ke rumahnya dia masih sangat penasaran dengan Aulia kenapa dia begitu aneh saat di gunung tadi.
''Ada apa dengan mu?'' tanya Bara setelah berada di rumah Aulia.
''Aku tidak apa-apa biasa saja,'' sahut Aulia.
''Apa yang terjadi saat kamu pergi tadi suara apa yang sudah kamu dengar tadi?'' tanya Bara.
''Mereka datang untuk menyerang kita lagi, kali ini orang kota itu akan menjadi incaran meraka,'' sahut Aulia berdiri di depan jendela rumahnya.
''Siapa meraka apa mereka harimau murid dari Bagaskara?'' tanya Bara.
''Bukan meraka bangsa Siluman ular,'' sahut Aulia.
__ADS_1
''Menarik sekali aku sudah tidak sabar ingin mematahkan tulang-tulang mereka!'' ujar Bara
''Maksud mu apa! sudah tidak sabar, apa kamu mau warga kita di serang seperti dahulu lagi dimana para siluman mengincar kitab itu juga!'' sahut Aulia.
''Benar juga terus kita harus bagaimana, tanganku sudah sangat gatal ingin menghabisi mereka satu-persatu,'' ucap Bara.
''Kita tunggu meraka muncul!'' sahut Aulia, '' kamu ngapain masih disini pulang sana nanti nenek ku malah terus memanjakan mu disini,'' ujar Aulia.
''Dasar bocah sama nenek saja bisa cemburu apa lagi sama Naura,'' sahut Bara.
Aulia menatap Bara setelah mendengar nama Naura.
''Baiklah aku pulang,'' ucap Bara.
''Mimpi itu benar-benar sangat nyata, tapi kenapa? orang itu seperti Aulia hanya saja wajahnya. Sudahlah aku harus bisa melupakan mimpi itu dia bukan Aulia tidak mungkin Aulia seorang harimau jadi-jadian. Tidak-tidak,'' Naura menggelengkan kepalanya.
MALAM HARINYA
Aulia dan Bara pergi ke mesjid dan ternyata anak kota itu juga pergi ke mesjid mereka berjalan satu arah.
''Coba kamu lihat Naura makin hari dia semakin cantik saja,'' ujar Bara mencoba menggoda Aulia.
''Di jalan ini memang tidak di buat lampu ya?'' tanya Kaila.
__ADS_1
''Sudah pernah hanya saja setiap kali di buat selalu rusak dan mati,'' sahut Aulia.
Mereka pun sampai ke mesjid mereka dan para warga melaksanakan salat magrib di mesjid itu. Satu jam kembali mereka pulang ke rumah masing-masing.
''Gantala bangunlah datanglah ke hutan terlarang ada yang harus saya sampaikan kepada mu,'' ujar Raja Agra memanggil Gantala.
Gantala pun segera bangun dari tidurnya, dia terpaksa meninggalkan tubuh Bara karena sang guru memanggilnya.
''Maaf Bara saya harus keluar dari tubuh mu sebentar. Saya berharap setelah saya kembali kamu masih baik-baik saja,'' ucap Gantala keluar dari tubuh Bara dan pergi.
Gantala adalah nyawanya Bara jika Gantala tidak berada di dalam tubuhnya dalam satu jam dia akan mati, karena Bara hanyalah manusia biasa dia bukan manusia harimau seperti Aulia.
.
.
.
.
.
. BERSAMBUNG...
__ADS_1
apa yang membuat Raja Agra memanggil Gantala ayo dukung terus ceritanya..