Harimau Aulia

Harimau Aulia
Hutan terlarang2


__ADS_3

Sudah berhari-hari Aulia dan Bara berjalan di dalam hutan tersebut. Namun mereka belum juga menemukan. Hutan Terlarang itu.


''Aulia apa tidak sebaiknya kita istirahat dulu,'' ujar Bara.


''Baiklah, kita istirahat dulu di sini saja, Aku juga mau salat, ayo kita salat dahulu,'' ujar Aulia.


''Iya kita juga belum salat dari tadi, dimana kita akan berwudhu?'' tanya Bara.


''Ayo ikut aku, sepertinya disana ada suara air terjun ayo kita kesana,'' sahut Aulia.


Mereka pun kembali berjalan menuju air terjun. Tidak lama mereka sampai ke tempat air terjun tersebut.


''Ayo kita berwudhu sekarang,'' ajak Aulia Bara menganggukkan kepalanya, setelah berwudhu mereka langsung melasanakan salat, terdengar samar-samar dari kejauhan suara orang Adzan di hutan itu. Tapi Aulia dan Bara tidak menghiaraukannya, mereka terus melasanakan salat.


Tidak lama selesai salat mereka kembali melanjutkan perjalanan mereka.


''Aulia apa tadi kamu mendengar suara adzan di hutan ini?'' tanya Bara.


''Iya aku mendengarnya,'' sahut Aulia.


''Apa kita sudah dekat dengan hutan terlarang itu?'' tanya Bara tidak sabar ingin melihat hutan terlarang.


''Aku belum tahu apa kita sudah dekat atau belum,'' sahut Aulia.


''Kita sudah berhari-hari di hutan ini, tapi kita belum juga menemukan hutan itu, apa kamu tidak bisa melihat hutan itu melalui mata batin?'' tanya Bara.


''Mata batin,'' sahut Aulia mengulangi perkataan Bara.


''Iya mata batin,'' ujar Bara.


''Aku belum pernah melakukan itu, aku juga belum mengerti melakukannya,'' sahut Aulia.


''coba kamu lakukan mana tahu kamu bisa,'' ujar Bara, Aulia menganggukkan kepalanya, dia meletakan ke dua telapak tangannya di dadanya satu di atas dan satunya lagi di bawah sejajar dengan dada. Dengan mata tertutup dia membaca sebuah ayat Qur'an untuk membuka mata batinnya. Dia membayangkan hutan terlarang itu tidak jauh dari tempat dia berdiri, setelah melihat semua itu Aulia kembali membuka matanya.


''Bagaimana apa kamu melihat hutan itu?'' tanya Bara.


Aulia menganggukkan kepalanya sambil tersenyum bahwa dia sudah menemukan hutan tersebut.


Bara pun ikut tersenyum, ''dimana desa itu?'' tanya Bara. Dia benar-benar tidak sabar ingin melihatnya.


''Di sana,'' ujar Aulia sambil menujuk ke arah hutan yang masih sangat jauh. Seketika itu senyum Bara menghilang gara-gara tempat yang ingin di tuju masih sangat jauh.


''Aulia, aku sudah sangat capek, aku sudah tidak kuat lagi untuk berjalan,'' ujar Bara.


''Bagaimana kalau kamu naik ke pundak ku saja,'' sahut Aulia.


''Maksud kamu, kamu akan berubah wujud?'' tanya Bara.


''Iya,'' sahut Aulia.


''Tidak nanti kamu malah memakan ku,'' ujar Bara Sambil bergidik ngeri.

__ADS_1


''Itu tidak mungkin, aku tidak suka sama daging manusia apa lagi daging kamu pahit,'' sahut Aulia sambil tersenyum.


''Ya sudah, tapi kamu janji ya gak akan makan aku,'' ujar Bara.


Aulia mengangguk, lalu mengubah dirinya menjadi seekor harimau putih, Bara gemetaran saat menunggangi seekor harimau tapi dia tetap percaya bahwa harimau itu adalah sahabatnya, Aulia terus berjalan melewati hutan-hutan.


Saat mereka sampai Aulia pun mengaum bahwa dia menyuruh Bara turun dari pungkungnya, ke kurangan Aulia dia tidak bisa bicara saat wujud hariamau, tidak seperti harimau bangsa kuning mereka bisa bicara saat wujud harimau.


Aulia segera berubah kembali menjadi manusia dengan rambut kembali putih membuat Aulia bertambah tampan dengan rambut putih tersebut.


''Apa kita sudah sampai di desa terlarang itu?'' tanya Bara.


''Iya inilah hutan itu yang ada di dalam mimpi ku,'' sahut Aulia.


''Wow!.. Hutan ini benar-benar sangat lebat dan indah masih belum di rusak oleh tanga-tanagn jahil manusia,'' sahut Bara.


''Manusia tidak akan bisa datang ke tempat ini maka dari itu hutan ini masih sangat indah,'' ujar Aulia.


Aulia melangkahkan kakinya masuk ke dalam hutan terlarang tersebut tiba-tiba saja Aulia menghilang tidak terlihat lagi, Bara pun mencoba melangkah masuk, tapi dia tidak bisa menembus gerbang hutan terlarang itu berkali-kali Bara mencobanya tetap saja tidak bisa, tubuhnya seperti di dorong oleh sosok yang tidak terlihat.


Aulia yang menyadari bahwa Bara tidak berada sampingnya, dia pun keluar menghampiri Bara yang tidak bisa menembus hutan itu.


''Bara,'' panggil Aulia.


''Aulia, sepertinya aku tidak bisa menembus gerbang hutan ini sebaiknya kamu saja yang pergi, aku akan menunggu kamu di sini,'' ujar Bara.


''Aku gak mungkin meninggalkan kamu sendiri di sini tempat ini sangat berbahaya buat kamu,'' sahut Aulia.


''Pegang tanganku, terus tutup mata jangan lupa baca bismillah dan ucapkan salam,'' ujar Aulia, Bara pun mengikuti apa yang di katakan oleh Aulia. Akhirnya mereka berdua masuk ke dalam hutan terlarang itu Bara tidak menyangka bahwa dia juga bisa menembus hutan itu.


''Aulia kenapa? aku bisa masuk ke hutan ini, apa aku juga bagian dari bangsa Harimau?'' tanya Bara, dia mulai merasa ketakutan.


''Mungkin,'' sahut Aulia, sambil ambil tersenyum.


''kamu jangan coba-coba menakutiku,'' ujar Bara.


''Bara coba kamu lihat ini, pohon inilah yang aku ceritakan dalam mimpiku itu, kalau aku pernah membuat sebuah tanda di pohon ini,'' ujar Aulia memegang pohon yang bertanda tersebut


''Ini sangat aneh Aulia, kamu bilang waktu itu hanya mimpi, tapi ini begitu nyata tanda ini pun masih ada walaupun sudah lama,'' sahut Bara.


''Ayo kita ikuti tanda ini,'' ujar Aulia.


Bara menganggukkan kepalanya. Mereka berdua terus berjalan memasuki desa terlarang itu.


.


.


''Assalamualaikum,'' ucap Aulia.


''Waalaikumsalam,'' jawab warga desa terlarang.

__ADS_1


''Siapa kalian! kenapa? kalian bisa masuk ke desa terlarang ini?'' tanya warga itu dengan wajah memerah.


''Aku adalah Aulia cucu dari raja kalian,'' ujar Aulia memberi tahu warga itu, agar tidak terjadi sesuatu yang tidak di inginkan mereka warga hutan itu sangat positif jika ada orang baru.


''Tidak mungkin kamu cucu dari guru kami, mereka pasti berbohong,'' seorang warga menyahut dari belakang, Aulia dan Bara menatap orang tersebut.


''Kalau kalian tidak percaya silahkan panggil tuan kalian, kalau saya ini memang bukan cucunya tidak mungkin saya bisa masuk ke hutan ini,'' ujar Aulia.


''Baik kami akan memanggil tuan kami Anda tetaplah disini,'' sahut warga itu.


Aulia menganggukkan kepalanya, Berapa warga pergi menghadap sang raja.


''Assalamulaikum tuan guru,'' ucap Warga.


''Waalaikumsalam,'' sahut sang tuan guru yang sedang duduk bersama para muridnya.


''Ada apa?'' tanya sang Guru.


''Maaf tuan, diluar ada dua orang anak muda masuk ke desa kita, salah satu dari mereka berkata bahwa dia adalah cucu Anda tuan,'' ujar warga itu.


Sang guru sudah tahu bahwa cucunya akan datang berkunjung.


''Suruh mereka masuk,'' ujar sang tuan guru.


''Baik tuan,'' sahut Mereka. Warga itu pun kembali menghampiri Aulia dan Bara di desa mereka.


''Kalian berdua di suruh menghadapi guru kami,'' ucap Warga.


''Baik terimakasih,'' sahut Aulia, Bara mengikuti Aulia. Warga tidak mengizinkan kalau Bara mengikuti Aulia.


''Kenapa? dia tidak boleh ikut dia sahabat saya,'' ujar Aulia.


''Karena dia manusia biasa,'' sahut Warga itu.


''Bukannya kalian juga manusia biasa?'' tanya Aulia.


''Kami berbeda, karena kami tidak akan keluar dari. Desa ini, tapi dia akan keluar dari sini hidup atau mati,'' ujar Mereka.


.


.


.


.


.


.


BERSAMBUNG JANGAN LUPA LIKE NYA DAN KOMENTAR VOTE BUNGA BINTANG FAVORIT TIPSNYA,

__ADS_1


CERITA FIKSI SAJA


__ADS_2