
DI DESA INDAH
Di rumah pemuda itu dia melihat wajahnya yang rusak karena ulahnya sendiri.
"Kenapa jadi begini, kenapa wajah ku rusak seperti ini." melihat sebelah wajahnya rusak mengerikan.
"Gahni kau kenapa?" tanya orang tua Gahni dari luar kamarnya.
"Gak apa-apa kok pak," jawabnya.
Pemuda itu bernama Gahni yang sudah mencelakai Bara dan Gadis menggunakan teluh.
"Apa jangan-jangan teluh itu tidak berhasil dan teluh itu kembali kepada ku, ini tidak bisa dibiarkan aku harus pergi menemui dukun itu sekarang juga." Gahni pergi melalui jendela kamarnya karena dia takut ketahuan oleh orang tuanya sebab wajahnya seperti itu. Tidak lama Gahni sampai di rumah dukun itu dia menggedor-gedor pintunya tapi tidak ada yang keluar dari rumah tersebut.
"Ke mana perginya orang tua! itu, kenapa dia tidak ada di rumahnya," ucap Gahni, dia pun berjalan ke belakang rumah tersebut di sana dia melihat rumah itu sudah hancur dan berantakan dinding-dinding rumah yang terbuat dari papan kayu itu terlepas dari tempatnya.
"Apa yang sudah terjadi disini kenapa rumah seorang dukun sakti bisa hancur seperti ini?" Gahni menatap dinding-dinding yang hancur.
"Akhh.. Wajah ku semakin panas," ucapnya dia memegang wajahnya dan melihat telapak tangannya kini telapak tangan itu penuh dengan darah.
"Tidak, aku tidak mau seperti ini wajahku benar-benar sudah rusak! ke mana aku harus pergi, tidak mungkin aku akan pulang, jika ketahuan oleh warga bisa-bisa aku akan di usir oleh mereka," ucap Gahni.
Gahni pun segera pergi dan berlari dari tempat itu dia tidak tahu harus pergi ke mana saat itu dia sudah berada di tengah hutan.
"Dimana aku? tempat apa ini?" Gahni merasa bingung dengan tempat itu.
__ADS_1
KERJAAN RATU ULAR
Ratu Sanca memperintahkan pengawalnya untuk membawa Gahni ke istananya dia ingin menjadikan Gahni sebagai budak berikutnya yang akan menghancurkan desa indah. Sang pengawal segera pergi menemui Gahni di hutan tersebut.
Gahni yang masih duduk di bawah pohon besar di hutan itu, dia terus merasakan sakit di bagian wajahnya. Dia mendengar desisan ular yang mendekatinya. Saat itu juga dia menoleh ke belakang dia sangat terkejut melihat sosok ular besar berdiri tepat di belakangnya dengan kepala manusia.
"Siapa kau jangan sakiti aku!" ucap Gahni mundur dari ular besar itu.
"Tenanglah jangan takut, aku datang untuk membawa mu pergi dari tempat ini Ratuku memperintahkan untuk membawa mu ke istananya dia akan menyembuhkan mu," ucap ular besar itu, " tutup matamu." Perintah ular tersebut.
Tanpa pikir panjang Gahni segera menutup matanya seperti perintah sang ular berkepala manusia itu.
"Bukalah matamu anak muda," ucap sang Ratu.
Kini Gahni sudah berada di istana Ratu sanca, dia terlihat bingung dan takut sebab dia merasa di kelilingi oleh orang-orang aneh di tempat itu.
"Gahni," jawabnya dengan kepala tertunduk.
"Saya akan menyembuhkan wajah mu yang hancur, tapi dengan satu syarat," ucap sang Ratu.
"Apapun saya lakukan asalkan Ratu bisa menyembuhkan wajah saya," ucap Gahni.
"Kau harus menjadi budak ku, untuk menghacurkan desa indah!" ucap sang Ratu.
"Apapun Ratu perintahkan aku akan melakukannya," jawab Gahni.
Sang Ratu tersenyum puas mendengar pernyataan Gahni bahwa dia akan melakukan apapun.
__ADS_1
Malam harinya orang tua Gahni mencari Gahni di semua desa, bahkan di rumah teman-temannya tapi satupun dari mereka tidak ada yang tahu keberadaan Gahni saat ini.
"Aneh sekali ya kok Gahni bisa hilang begitu," ucap warga desa seberang.
"Apa semua ini perbuatan dari dukun itu, yang membuat Gahni menghilang seperti ini?" tanya salah satu teman Gahni kepada yang lainnya.
"Bisa jadi tu, tapi kita jangan ikut campur soal ini bisa-bisa kita dalam bahaya juga," ucap yang lainnya.
HUTAN TERLARANG
Bara dan Aulia duduk berhadapan dengan Raja Agra di dalam pondok bambu itu mereka sedang persekusi untuk mendapatkan kembali kitab harimau putih yang telah di culik oleh macan kumbang. Saat itu Bara sudah cukup kuat untuk melawan para siluman diluar sana.
"Apa kami akan pergi berdua saja kek?" tanya Aulia.
"Tidak kalian akan pergi bersama murid-murid lainnya, tidak mungkin kalian pergi berdua itu sangat bahaya untuk kalian," ucap Raja Agra.
"Baik kek, kami akan pergi malam ini juga ke hutan mati untuk mengambil kembali kitab itu," ucap Aulia.
Mereka pun keluar dari dalam pondok tersebut. Tiba-tiba anak kecil yang bernama Hari itu memegang tangan Aulia seakan dia tidak ingin Aulia pergi dari sana, Aulia pun duduk menatap anak kecil itu yang masih memegang tangannya.
"Ada apa?" tanya Aulia dengan lembut.
"Apa kau akan pergi? apa kau tidak akan kembali lagi ke tempat ini?" tanya anak itu dengan wajah sedih.
"Insyaallah aku pasti akan kembali lagi ke tempat ini dan kita akan menjadi teman selamanya," ucap Aulia tersenyum sambil mengusap kepala anak laki-laki itu.
Aulia dan Bara segera mengubah wujud mereka menjadi harimau dan segera pergi dari hutan terlarang di ikuti beberapa murid lainnya menuju hutan mati.
__ADS_1
Bersambung