Harimau Aulia

Harimau Aulia
Aulia


__ADS_3

''Malam berikutnya aku sempat bermimpi lagi kali ini aku bisa masuk ke dalam hutan terlarang itu dan aku melihat mereka semua,'' ujar Aulia.


''Terus setelah kamu masuk kesana apa yang terjadi?'' tanya Bara semakin penasaran.


''Tidak terjadi apa-apa aku hanya sempat menandai berapa batang pohon di sana aku menandainya agar aku bisa keluar dari hutan itu, dan aku juga sempat bertemu dengan seorang kakek-kakek,'' sahut Aulia


menatap Bara.


''Apa orang itu bicara sama kamu?'' tanya Bara.


''Iya ada, dia bilang kalau aku adalah bagian dari mereka,'' sahut Aulia.


''Ngak salah lagi kamu adalah bagian dari mereka,'' ujar Bara.


''Kamu sudah gila apa itukan cuma mimpi,'' sahut Aulia menatap tajam ke arah Bara.


Bara terdiam setelah di tatap oleh Aulia dia tidak berani lagi buat bicara.


.


.


''Kenapa? kamu diam?'' tanya Aulia.


''Tidak apa-apa, aku hanya penasaran saja seperti apa tempat itu apa kita bisa pergi ke sana,'' ajak Bara.

__ADS_1


''Tidak aku tidak mau ke sana itu sangat berbahaya,'' sahut Aulia.


''Bahaya itu hanya berlaku untuk ku saja, bukan buat kamu,'' sahut Bara.


''Bukan hanya kamu saja, tapi juga bahaya buat kita berdua. Lagian tempat itu sangat jahu bukan seperti bukit yang baru kita kujungi itu. Disana pasti akan banyak rintangan dan bahaya,'' ujar Aulia.


''Tapi aku benar-benar penasaran,'' sahut Bara.


''Kamu penasaran kenapa?'' tanya Aulia.


''Kamu itu Harimau atau bukan,'' sahut Bara sambil menatap Aulia.


''Kamu ini kenapa? sih, apa kamu benar-benar menyukai bahwa aku adalah bagian dari mereka, apa kamu sangat mengingin aku adalah Harimau?'' tanya Aulia semakin tajam pandangannya ke arah Bara.


''Ya gaklah, aku tidak mungkin berharap kamu bagian dari mereka, aku hanya ingin bukti itu saja,'' sahut Bara.


''Baiklah aku tidak lagi memaksa kamu untuk mengunjungi hutan itu, tapi jika suatu saat nanti kamu berubah pikiran ingin pergi ke hutan itu kamu harus memberi tahu aku, aku tidak ingin kamu pergi sendirian,'' sahut Bara panjang lebar.


Aulia menganggukkan kepalanya.


.


.


...RUMAH PAK RAHMAN...

__ADS_1


''Aulia kamu dari mana saja jam segini baru pulang?'' tanya Pak Rahman.


''Pulang dari rumah Bara kek,'' sahut Aulia.


''Ya sudah ayo kita makan malam dulu, selesai makan kakek mau bicara sama kamu,'' ujar Pak Rahman.


''Iya kek,'' sahut Aulia sambil duduk di kursinya.


Berapa saat berlalu Pak Rahman sudah menunggu Aulia di ruang tamu sederhana itu entah apa yang ingin di sampaikan oleh Pak Rahman. Tapi membuat Aulia merasa gugup dia tidak pernah melihat kakeknya. Seserius itu.


''Kakek mau bicara apa sama Aulia?'' tanya Aulia yang sudah berada di sebelah kakeknya.


Pak Rahman hanya fokus menatap Aulia.


''Buat apa kamu pergi ke bukit itu?'' tanya Pak Rahman.


Aulia terdiam kenapa? kakeknya bisa tahu dia pergi ke bukit itu.


''Kakek tahu dari mana?'' tanya Aulia mengerutkan keningnya.


''Kamu tidak perlu bertanya, kakek tahu dari mana, kakek mau tahu ngapain kamu kesana?'' tanya Pak Rahman lagi tatapannya tajam ke arah Aulia.


''Aulia hanya jalan-jalan saja kek, Bara juga ikut'' sahut Aulia dia tidak berani menatap kakeknya.


BERSAMBUNG JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENTAR

__ADS_1


HANYA CERITA FIKSI


__ADS_2