
''Berhati-hatilah dengan bangsa mereka, dan jangan sampai mereka membaca semua isi kitab itu, jika itu terjadi maka bangsa kita akan habis oleh mereka.'' Raja Agra menatap Aulia.
''Apa segitu parahnya kek, jika mereka mempelajari isi kitab itu?'' tanya Aulia.
''Iya, bahakan mereka juga bisa menguasai hutan terlarang dan desa terlarang! maka dari itu, kau dan Bara bergegaslah untuk mengambil kitab itu kembali,'' ucap Raja Agra.
Aulia menganggukkan kepalanya.
Raja Agra kembali ke hutan terlarang, dengan cara menghilang. Aulia masih berada di bukit itu seakan dia tidak ingin lagi untuk pulang ke rumahnya karena menurutnya rumah itu tidak ada gunanya lagi untuknya.
''Untuk apa kau kemari?'' tanya Aulia.
''Aulia ayo kita pulang, untuk apa kau disini? apa kau ingin membuat nenek bersedih melihat kau seperti ini,'' ucap Bara yang berdiri di belakang Aulia.
''Nenek ku sudah meninggal, jadi buat apa aku pulang, gak akan ada artinya untuk ku kembali ke sana,'' jawab Aulia.
__ADS_1
''Aulia jangan seperti ini, kamu harus kembali ke rumah itu meskipun nenek sudah tidak ada, warga desa masih membutuhkan kamu,'' ucap Bara.
''Hidupku sudah hancur saat kakek meninggal sekarang hidupku lebih hancur lagi saat nenek pergi juga dariku, ini semua salahku andai aku tidak tinggal di desa itu dan tidak akan disana semua ini tidak akan terjadi!'' ucap Aulia.
''Inilah takdir Aulia, kau sendiri bilang kepada ku kita harus menerima takdir kita, aku juga sama terpukul seperti mu saat ibuku meninggal, dan itu juga semua salahku,'' Jawab Bara.
''Aku dan kamu berbeda sangat jauh berbeda, bagaimana pun kau tahu siapa kedua orang tua mu, sedangkan aku tidak tahu siapa mereka. Aku hanya mengenal nenek sama kakek, dan sekarang mereka juga pergi gara-gara aku,'' ucap Aulia sambil menyeka air matanya.
Aulia dan Bara duduk di sebuah batu besar di bukit itu sambil menikmati matahari terbenam di ujung barat, angin yang mulai berhembus menemani sore itu. Akhirnya setelah Bara memujuk Aulia untuk pulang Aulia pun kembali ke rumah itu.
Malam itu Aulia pulang ke rumahnya yang biasanya sang nenek selalu menunggu dia pulang sekarang sudah tidak ada. Yang ada hanya sepi sunyi senyap tidak lagi terdengar suara sang nenek di rumah itu.
''Aulia tolong kamu jaga rumah kita, mungkin nenek tidak akan kembali lagi, nenek sudah bertemu sama kakek kamu disini jangan terlalu bersedih. Karena desa kita masih sangat membantuhkan kamu,'' ucap bu Lilis.
''Nenek!'' Aulia terjaga dari mimpinya, dia menoleh ke arah jam dinding yang ada di kamarnya pukul 3.42 pagi Aulia pun bangkit berjalan menuju sumur untuk mengambil wudhu.
__ADS_1
Setelah selesai salat, Aulia melantunkan berapa ayat-ayat Alquran dia mengirimkan doa untuk nenek dan kakeknya. Subuh menjelang pagi diluar sana ayam-ayam mulai berkokok lantang.
''Rumah ini tidak ada artinya lagi nek, Aulia hanya sendiri di rumah ini,'' batin Aulia. Dia pun melangkahkan kakinya keluar rumah pergi menuju hutan.
Dari kejauhan Bara mengikuti Aulia.
''Ternyata kau benar-benar sudah tidak membutuhkan aku lagi?'' tanya Bara dari belakang.
Aulia membalikkan badannya menoleh ke arah sumber suara.
''Bara.'' Aulia menatap Bara yang tiba-tiba sudah berada di hutan itu.
.
.
__ADS_1
.
BERSAMBUNG. subscribe dan vote