Harimau Aulia

Harimau Aulia
Jurang dan lembah


__ADS_3


Aulia dan Bara dan juga murid-murid lainnya tiba di sebuah tebing tinggi di bawahnya jurang yang mematikan siapapun orang yang melewati tempat itu pastinya tidak akan selamat, Aulia dan Bara kembali mengubah wujud meraka menjadi manusia begitu juga dengan yang lainnya mereka saling melihat sekeliling tempat itu.


Aulia heran dengan tempat ini karena dia belum pernah sama sekali melewati tempat seperti ini sebelumnya, dia membalikkan badan untuk pertanya kepada murid-murid lainnya. Apakah mereka tahu tentang jalan itu.


"Apa kalian tahu tempat apa ini sebab saya belum pernah ke tempat ini?" tanya Aulia menatap satu-persatu murid-murid yang berada di depannya.


"Ini adalah tempat menuju hutan mati. Kita tidak bisa melewati jalan ini, karena ini sangat bahaya untuk kita menuju kesana," jawab salah satu murid itu.


"Terus kita harus lewat mana jika ini tidak aman di lewati?" tanya Bara dengan menunjuk ke arah jurang tersebut.


"Sebaiknya kita istirahat saja dahulu, di tempat ini, nanti baru kita lanjutkan perjalanan," ucap seorang murid.


Bara dan Aulia menganggukkan kepala mereka serempak, mereka semua duduk di tepi tebing itu. Saat mereka sedang beristirahat tiba-tiba saja sebuah bayangan lewat di depan mereka bersama dengan hembusan angin.


"Apa itu?" tanya seorang murid yang melihat bayangan tersebut.


"Sudah jangan di hiraukan itu pasti jin! penghuni hutan ini, yang akan mengganggu kita," ucap Aulia.

__ADS_1


"Hahahaha! Aulia, kau tidak akan bisa mendapatkan kitab itu kembali, sebab kitab itu akan menjadi milikku," ucap suara tanpa wujud itu.


Bara dan murid lain menatap sekeliling hutan mencari siapa yang berbicara.


"Hadapi saya jika kau berani jangan hanya mengandalkan suara jelek kau itu. Untuk menakut-nakuti kami!" ucap Aulia.


"Berani sekali kau bicara seperti itu kepada ku wahai bocah harimau, kau hanya seorang bocah yang tidak tahu apa-apa tentang kitab itu, lebih baik kau serahkan kepada ku!" Ucap suara itu, dia masih tidak memperlihatkan wujudnya.


"Woi! Siluman siapapun kau, jika berani hadapi kami. Apa kau takut keluar di malam hari!" ucap Bara menantang siluman itu.


"Aidan ternyata kau, jadi tadi itu suara kau jelek sekali!" Lelucon Bara.


Aidan datang tidak sendirian Gavar dan muridnya juga datang menghadapi Aulia dan Bara.


"Aku ingin kitab itu!" Jawab Aidan.


"Itu bukan milik mu, jadi pergilah dari sini!" Aulia Menatap Aidan dengan mata yang bersinar dengan rambut putih yang muncul.


"Kau harus ingat kitab itu, dari dahulu sudah menjadi milik para harimau jadi kau tidak perlu memilikinya sendiri!" ucap Aidan dengan mata yang juga bersinar.

__ADS_1


Mereka berdua saling marah dengan mata saling tatap. Gigi taring mereka bermunculan.


"Kau tidak berhak memiliki kitab itu sebab bangsa kalian ingin menguasai seluruh hutan. Jika itu terjadi maka manusia tidak akan bisa ke mana-mana!" ucap Aulia


''Itu bukan urusan kau!'' bentak Aidan menunjuk-nunjuk Aulia.


''Aidan-Aidan kau ini benar-benar tidak tahu malu, dulu kau menginginkan pedang pusaka permata putih, dan sekarang kau juga menginginkan kitab itu, sadar!'' ucap Bara menyerang Aidan.


Bara yang dengan emosinya langsung menyerang Aidan dan murid-murid yang lain pun ikut menyerang, mereka saling bertarung di hutan tersebut. Seperti biasa Bangsa harimau kuning tidak bisa menghabisi harimau putih mereka cukup kuat jika melawan harimau kuning.


''Ingat kalian semua ini belum berakhir, dan kau Aulia tunggu saja, suatu saat nanti aku pasti bisa mengalahkan mu!'' Aidan dan Gavar dan semua teman-temannya pergi meninggalkan tempat tersebut.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung...


Kasih penilaian bintang


__ADS_2