Harimau Aulia

Harimau Aulia
menyerang


__ADS_3

Naura membalikkan badannya melihat ke arah Aulia.


"Aulia, apa yang kau ucapkan itu? Kenapa kau bilang disini tidak akan ada penginapan?" tanya Naura.


"Tempat ini di ambil paksa dariku, dan aku baru tahu kaulah penyebab dari semua ini!" ujar Aulia berjalan mendekati Naura.


"Apa maksud kamu, aku benar-benar tidak tahu. Kenapa kau menyalahkan ku untuk semua ini," jawab Naura.


"Apa kau benar-benar tidak tahu, atau kau hanya pura-pura tidak tahu!" ucap Aulia.


Naura semakin bingung dengan ucapan Aulia kepadanya, karena Aulia terus saja menuduhnya untuk semua yang terjadi.


"Aulia, bicaralah dengan benar. Memangnya apa kesalahan Naura sama lo!" sahut Kaila.


"Kau menyuruh suami mu untuk datang ke desa ini, dan menyuruh dia untuk membeli tanah peninggalan kakek saya!" ucap Aulia sambil menunjuk ke arah Bayu yang berdiri tidak jauh dari mereka.


Naura melihat ke arah Bayu yang berdiri di belakangnya.


"Apa semua ini benar? Kamu membeli tanah peninggalan kakek Aulia? tanya Naura mendekati Bayu.


Bayu hanya menganggukkan kepalanya dia tidak bisa menjawab pertanyaan dari istrinya itu.


"Aulia, aku benar-benar tidak mengetahuinya bahwa suamiku membeli tanah ini, aku janji aku akan mengurusnya nanti. Dan tempat ini akan aku kembalikan kepada kamu." Naura merasa bersalah kepada Aulia atas perbuatan suaminya.


Tanpa bicara apa-apa Aulia langsung pergi meninggalkan Naura, Bayu dan semua yang berada disana.


"Aulia itu benar-benar ya, menuduh tanpa mencari bukti terlebih dahulu!" Upat Kaila.


Malam itu di penginapan Bayu mengintrogasi Naura, sebab dia melihat Naura dan Aulia sangat dekat. Seolah-olah mereka memiliki sebuah hubungan.


"Ada hubungan apa kamu sama Aulia? sepertinya kamu sama dia begitu dekat?" tanya Bayu sambil menatap Naura dengan jarak yang begitu dekat.


"Kenapa kamu bicara seperti itu? aku tidak ada hubungan apapun dengan Aulia." Naura membalikkan tubuhnya membelakangi Bayu.


"Kalau memang tidak ada hubungan antara kamu sama Aulia. Tetapi kenapa cara bicara kalian berdua seperti kalian sudah begitu dekat satu sama lain?" tanya Bayu memegang pundak Naura dia membalikkan tubuh Naura menghadap ke arah dirinya.

__ADS_1


"Aku sudah bilang bahwa aku tidak ada hubungan apa-apa dengannya, kami semua memang dekat dengan Aulia. Hanya sekedar membantu kami saat di pegunungan, itu saja tidak ada yang lainnya," jawab Naura.


"Apa benar begitu? Apa kamu gak punya perasaan kepadanya?" tanya Bayu memastikan bahwa istrinya tidak memiliki perasaan apapun terhadap Aulia, sebab dia sangat mencintai Naura yang saat ini menjadi istrinya itu.


"Ya ampun! Bayu apa kamu sudah tidak percaya lagi kepadaku!" ucap Naura.


"Kenapa kau harus marah kepadaku," jawab Bayu.


"Ya sudahlah kalau kamu sudah tidak percaya padaku!" Naura pergi hendak meninggalkan Bayu di kamar itu.


"Mau ke mana kamu?" tanya Bayu memegang tangan Naura.


"Pergi sama Kaila." Naura melepaskan tangannya dari sang suami dan pergi.


"Jadi kau memarahi Naura soal tanah yang di jual sama Pak kades?" tanya Bara.


Aulia menganggukkan kepalanya sebagai jawaban atas pertanyaan nya itu.


"Kau ini aneh tahu gak, jelas-jelas Naura tidak mengetahui semua itu. Dia juga tidak tahu kalau tempat itu adalah milik kakek Rahman." Bara menarik napasnya.


"Minta maaflah apa lagi!" ujar Bara.


Saat ini Bara dan Aulia berada di warung Gadis.


"Itu mereka," ucap Bara menoleh ke arah Naura dan kaila.


"Naura, kamu disini? Kapan kamu kembali ke desa ini?" tanya Gadis yang tidak mengetahui kehadiran Naura di desa itu.


"Kemarin," jawab Naura tersenyum.


Gadis mempersilahkan Naura dan kaila duduk warungnya, Gadis pun segera menyiapkan makanan untuk mereka berdua.


DI TEMPAT LAIN


Di pegunungan mereka para harimau kuning ingin menyerang anak kota itu.

__ADS_1


"Apa rencana kau sekarang Aidan?" tanya Gavar.


"Aku ingin menyerang desa, dengan menggunakan wajah ini!" Jawab Aidan dia menggunakan wajah Aulia.


"Saya sangat setuju, agar semua penduduk desa menyalahkan Aulia, dengan begitu kita pasti akan mendapatkan apa yang kita mau!" Gavar, Aidan dan dua murid Bagaskara turun dari pegunungan menuju desa indah.


Aidan dan Gavar sudah berada di dekat penginapan Bayu, Bayu yang sedang ngobrol bersama anak buahnya. Terdiam saat mendengar suara ketukan pintu diluar sana. Salah satu anak buah Bayu bangkit dari tempat duduknya berjalan menuju pintu utama. Setelah pintu di buka, anak buah Bayu terkejut melihat Aulia di depan pintu.


"Ngapain kamu kesini!" tanya anak buah Bayu.


tanpa basa-basi Aidan mendorong tubuh anak buah Bayu kedalam rumah itu. Mereka tahunya itu adalah Aulia.


"Apa-apaan ini? Kenapa kau mendorong teman saya?" tanya Bayu menantang Aidan yang menggunakan wajah Aulia.


"Kaulah yang telah menghabisi saudara saya di hutan!" ucap Aidan memegang leher Bayu.


"Saya tidak pernah menghabisi siapapun! Lepaskan! Saya" bentak Bayu mencoba melepaskan tangan Aidan dari lehernya.


"Seekor harimau putih itulah saudara saya, apa kau sudah lupa tentang semua itu, haa!" hardik Aidan.


Dengan sekuat tenaga, Bayu melepaskan tangan Aidan dari lehernya dan mendorongnya.


"Siapa kalian sebenarnya? Kenapa kau bilang bahwa harimau itu adalah saudara mu? Tanya Bayu.


"Bos, mereka adalah harimau jadi-jadian itu!" teriak anak buah Bayu.


"Anak buah Anda cukup pintar, untuk menebak siapa kami!" ucap Aidan.


Aidan mengeluarkan kuku tajamnya dan langsung menyerang Bayu dan anak buahnya di rumah itu. Saat itu juga tangan dan belakang Bayu tergores dan sopek, terkena kuku tajam itu. Setelah melakukannya mereka pun segera pergi dari penginapan tersebut.


.


.


Bersambung jangan lupa vote

__ADS_1


__ADS_2