
Malam itu Aulia duduk sendiri di pondok perkebunannya entah apa yang membuat Aulia begitu sedih.
''Kenapa? hatiku begitu sakit saat mendengar Naura sudah di jodohkan, ada apa denganku,'' batin Aulia sambil menarik napasnya.
''Aulia,'' panggil Bara.
''Bara dari mana dia tahu aku disini,'' batin Aulia, ''dari mana kamu tahu kalau aku berada disini?'' tanya Aulia.
''Mencari kamu itu tidak begitu susah, kalau tidak disini, di hutan,'' ujar Bara tersenyum.
''Kamu lagi ngapain? disini apa kamu tidak takut murid Bagaskara datang dan menyerang kamu?'' tanya Bara.
''Ngapain aku harus takut, aku sama mereka sama sajakan gak ada bedanya!'' sahut Aulia.
''Kenapa? kamu marah?'' tanya Bara.
''Tidak apa-apa, kamu kalau mau pulang, pulang saja biarkan aku sendiri,'' ujar Aulia tanpa melihat Bara.
''Ada apa? dengan Aulia, dia tidak pernah seperti ini sebelumnya,'' batin Bara.
''Ada apa? dengan mu kalau ada masalah cerita sama aku jangan seperti ini,'' ujar Bara.
Tanpa jawaban dari Aulia, dia segera menutup matanya.
''Ada apa? kakek memanggilku?'' tanya Aulia melalui batin.
''Besok malam adalah malam kliwon kamu harus menjauh dari desa untuk malam itu saja, beri tahu kepada Bara tentang ini kalian berdua harus segera pergi dari desa,'' ujar sang kakek.
__ADS_1
Tidak lama Aulia kembali membuka matanya.
''Ada apa?'' tanya Bara.
''Kata kakek besok malam kita berdua, harus meninggalkan desa,'' sahut Aulia.
''Kenapa? ada apa? aku tidak mengerti kenapa kita harus pergi dari desa apa? kita tidak akan kembali lagi ke desa?'' tanya Bara dia begitu takut jika tidak kembali ke desa.
''Tidak kita pasti kembali ke desa hanya saja aku juga belum mengerti kenapa kakek menyuruh kita pergi di malam kliwon,'' sahut Aulia.
''Aulia kau tahu tidak aku sangat khawatir, jika kita tidak bisa lagi berubah manusia kita akan berwujud harimau seutuhnya aku tidak bisa membayangkan bagaimana ibuku,'' ujar Bara.
''Kenapa? kamu bicara seperti itu?'' tanya Aulia mengerutkan keningnya.
''Kau tahu kan di dalam diriku ini, ada raga orang lain yaitu harimau seperti mu dan aku sempat mendengar perkataan guru saat itu, kalau suatu saat kami tidak akan berwujud manusia lagi,'' ujar Bara sambil menundukkan kepalanya.
''Aku Gantala,'' sahutnya memperlihatkan wajahnya.
''Kau! dimana Bara?'' tanya Aulia.
''Ini aku Bara, aku memperlihatkan wajahku saat aku ingin bicara dengan mu saja,'' sahut Gantala.
Aulia sangat terkejut melihat Bara bisa mengubah wajahnya dengan wajah Gantala.
''Kau sangat hebat bisa mengubah wajah mu dengan wajah orang lain,'' ujar Aulia.
Bara hanya tersenyum menangkapi perkataan Aulia.
__ADS_1
''Kapan kita akan pergi?'' tanya Bara.
''Besok,'' sahut Aulia.
''Apa! besok bagaimana aku memberi tahu ibuku kalau kita pergi besok,'' ujar Bara.
''Kita tidak perlu memberi tahu mereka, kita akan pergi malamnya dan kembali besoknya,'' sahut Aulia sambil berjalan.
''Itu tidak mungkin Aulia ibuku akan khawatir, dan dia pasti akan mencari ku, kalau nenek mu pasti dia tidak akan khawatir karena dia tahu siapa dirimu, tapi ibuku dia tidak tahu siapa aku!'' ujar Bara. panjang lebar.
''Terus aku harus bagaimana?'' tanya Aulia.
''Aku tidak akan pergi bersama mu ke hutan,'' sahut Bara.
''Apa? apa kau ingin memperlihatkan jati dirimu yang sekarang!'' ujar Aulia.
.
.
.
.
. BERSAMBUNG...
DUKUNGANNYA
__ADS_1