Harimau Aulia

Harimau Aulia
tamu tak di undang


__ADS_3

Malam berikutnya Pak Rahman kembali bermimpi, tentang dua harimau itu sepertinya mereka ingin Pak Rahman membantu mereka. Dan Pak Rahman selalu menceritakan mimpinya itu kepada sang istri, sang istri pun dengan setia mendengarkan setiap kali Pak Rahman bercerita tentang mimpinya.


''Menurut Bapak apakah mimpi itu nyata?'' tanya sang istri.


''Entahlah Bu Bapak juga belum paham sama mimpi itu,'' sahut Pak Rahman.


''Tapi jika mimpi itu benar-benar ada Pak, Ibu sangat bahagia Pak,'' ujar Bu Lilis karena dia sangat menginginkan seorang anak.


''Memangnya Ibu siap merawat bayi dari seorang harimau?'' tanya Pak Rahman menatap istrinya.


''Betul juga ya Pak, apa kita bisa merawat bayi dari harimau,'' sahut Bu Lilis menarik napas panjang.


''Ya sudah Pak, ayo kita tidur Pak hari juga sudah malam,'' ujar Bu Lilis.


Pak Rahman pun menganggukkan kepalanya, mereka berjalan menuju kamar belum lagi sampai ke kamar, seseorang mengetuk pintu rumahnya.


''Siapa yang datang malam-malam seperti ini Pak?'' tanya Bu Lilis.


''Bapak juga nggak tahu Bu,'' sahut Pak Rahman berjalan menuju pintu utama


Tok..tok..tok.


''Assalamualaikum,'' Ucap seseorang dari balik Daun pintu.


''Iya, waalaikumsalam,'' jawab Pak Rahman dan sang istri serempak.


Pak Rahman begitu terkejut melihat seseorang yang berada dalam mimpinya dan saat ini orang tersebut ada di depan matanya dan juga seorang perempuan yang sedang hamil berdiri di samping laki-laki itu.


Bu Lilis memperhatikan mereka berdua dari ujung kaki hingga ujung kepala mereka, mereka berdua memakai pakaian serba putih.


''Ayo silahkan masuk,'' ujar Pak Rahman mempersilakan mereka untuk masuk, mereka berdua pun langsung masuk ke dalam rumah Pak Rahman.


''Kalian dari mana kok bisa sampai ke sini?'' tanya Bu Lilis dengan penuh ke lembutan.

__ADS_1


Mereka pun menceritakan asal mereka dan kenapa mereka bisa sampai ke rumah Pak Rahman.


''Kami berasal dari desa pendalaman, desa itu berada di dalam hutan rimba, tidak ada satu orang pun yang bisa masuk ke desa itu kecuali ke turunan kami saja, tapi di sana sedang ada pertarungan ini putri saya, yang suaminya meninggal dalam pertarungan itu, tolong jaga putri saya dan cucu saya. Karena saya khawatir anak dan cucu saya jadi incaran bangsa mereka,'' ujar laki-laki itu panjang lebar.


Pak Rahman dan sang istri pun saling tatap mereka sudah paham maksud kedatangan mereka berdua.


''Baiklah kami akan menjaga anak Anda,'' ujar Pak Rahman, Bu Lilis pun menganggukkan kepalanya tanda dia juga menerima kehadiran anaknya itu.


''Terima kasih dan suatu hari nanti saya akan kembali lagi kesini untuk membawa anak dan cucu saya pergi,'' Bunga ayah harus pergi dulu kamu harus baik-baik disini dan jaga diri kamu,'' ujar laki-laki itu.


Bunga pun menangis 😭 karena sang ayah akan pergi meninggalkannya, Bunga mengantar sang ayah keluar rumah dan melihat sang ayah pergi.


Pak Rahman mengikuti mereka, begitu juga dengan Bu Lilis juga melihat keluar rumah. Pak Rahman pun melihat sekeliling rumahnya. Namun dia tidak lagi melihat orang tersebut orang itu seperti meghilang Pak Rahman mengerti bahwa mereka bukanlah manusia biasa.


''Ayo nak kita masuk,'' ujar Bu Lilis.


''Iya bibik,'' sahut Bunga.


''Sekarang kamu anggap aja rumah ini seperti rumah kamu, kamu juga boleh panggil kami bibik dan Paman kami sangat bahagia sekali sekarang kamu bisa tinggal bersama bibik, jadi kami tidak kesepian lagi,'' ujar Bu Lilis kebahagiaan terpancar dari wajahnya.


''Sekarang Bunga anggap saja Paman sama bibik seperti orang tua Bunga sendiri,'' ujar pak Rahman, Bunga pun mengangguk dan tersenyum.


''Sekarang waktunya nak Bunga istirahat ini kamar nak Bunga, kalau nak Bunga butuh sesuatu panggil saja bibik, kamar bibik ada di sebelah situ,'' ujar Bu Lilis menunju kamarnya.


''Sekali lagi terima kasih buat bibik sama paman,'' sahut Bunga.


Pak Rahman dan Bu Lilis pun menganggukkan kepala mereka.


''Ya sudah bibik sama Paman keluar dulu,'' ujar Bu Lilis keluar dari kamar Bunga.


***


Tengah malam itu Bunga terbangun dari tidurnya dia bicara dengan ayahnya melalui batin.

__ADS_1


''Ada apa putri ku?'' tanya sang ayah.


''Apa yang harus Bunga lakukan di desa ini ayah?'' tanya Bunga.


''Kamu tidak akan melakukan apa pun, di sana kamu hanya harus bersikap seperti manusia biasa, dan jangan gampang emosi kamu juga harus menjaga baik-baik orang tua angkat kamu itu, karena mereka orang baik,'' ujar Sang ayah.


''Tapi apa yang harus Bunga katakan jika ada orang lain bertanya tentang Bunga,'' sahut Bunga.


''Kamu bilang saja bahwa kamu adalah saudara dari kampung yang jauh dan datang untuk berkunjung itu saja yang perlu kamu jawab,'' ujar Sang ayah.


''Biklah ayah,'' sahut Bunga pembicaraan antara ayah dan anak itu pun selesai.


Ternyata Pak Rahman dan Bu Lilis mendengar percakapan antara Bunga dan ayahnya. Mereka merasa ketakutan, mereka juga merasa telah membawa seekor Harimau kedalam rumah mereka, tapi memang benar Bunga adalah seorang Harimau.


''Pak Ibu jadi takut Pak jika nanti Bunga mengubah wujudnya menjadi harimau bagaimana Pak?'' tanya Bu Lilis berbisik agar tidak terdengar oleh Bunga, tapi Bunga bisa mendengarnya apa yang di katakan Bu Lilis, dia hanya bisa tersenyum dari kamarnya.


''Jangan pikirkan yang aneh-aneh Bu, sebaiknya kita tidur lagi aja,'' ujar Pak Rahman.


***


Pagi harinya dengan cuaca yang cerah Bunga dan Bu Lilis sedang berada di luar rumah ingin pergi berkebun.


Namun beberapa warga melihat Bunga berada di rumah Pak Rahman mereka bertanya-tanya siapa perempuan yang ada di rumah Pak Rahman itu.


''Bu Lilis siapa perempuan itu Ibu?'' tanya salah satu warga.


.


.


.


.

__ADS_1


.


BERSAMBUNG... JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENTAR VOTE BUNGA BINTANG FAVORIT TIPS HANYA SEBUAH CERITA FIKSI


__ADS_2