Harimau Aulia

Harimau Aulia
Menuju hutan


__ADS_3

Malam itu Pak Nudin mulai menceritakan bagaimana dia bisa selamat dari hutan itu dan bagaimana dia bisa bertahan selama berhari-hari di hutan bahkan selama seminggu lebih dia di hutan. Pak Nudin menceritakan bagaimana dia bisa berpisah dengan teman-temannya di hutan tersebut.


''Waktu itu saya sedang mencari rotan bersama Pak Zein dan Pak Surya tiba-tiba saya melihat banyak rotan di tempat lain saya bilang sama Pak Zein kalau saya mau mengambil rotan itu, Pak Zein melarang saya


entah kenapa? saya tidak mendengarkan perkataan Pak Zein waktu itu saya langsung pergi ke tempat tersebut. Terus tiba-tiba saja saya tidak lagi melihat Pak Zein dan Pak Surya padahal tempatnya tidak terlalu jauh,'' ucap Pak Nudin.


''Terus saat Bapak tersesat Bapak tidur dimana Terus Bapak makan apa disana?'' tanya warga sangat penasaran dengan semua itu.


''Waktu itu saya bertemu dengan seseorang dia sudah begitu tua saya diajak ke rumahnya yang ada di hutan itu saya tinggal disana saya juga sempat menandai berapa pohon di dekat rumahnya itu agar nanti saya bisa kesana lagi dan bertemu dengan orang tua itu,'' ujar Pak Nudin.


''Tidak masuk akal di tengah hutan ada rumah dan ada juga penghuninya orang tua lagi, apa dia tinggal sendiri?'' tanya warga lainnya.


''Benar Pak, orang tua itu tinggal sendiri,'' sahut Pak Nudin sambil meringis kesakitan.


''Kalau memang Bapak ketemu orang baik kenapa? Bapak bisa terluka seperti ini?'' tanya Pak kades.


''Saya sempat terjatuh Pak saat perjalanan pulang orang tua itu hanya mengantar saya di pertengahan jalan dan dia juga menunjukkan arah jalan pulang kepada saya,'' ujar Pak Nudin.


Warga-warga yang ada di rumah itu sangat penasaran dengan tempat yang di sebut oleh Pak Nudin. Mereka pun bersepakat untuk pergi ke tempat itu bersama-sama karena mereka ingin membawa orang tua tersebut tinggal di. Desa. Indah dan mereka akan merawat orang tua tersebut.


''Besok kita akan pergi ke hutan itu untuk membawa orang tua itu kesini kita akan menjaganya,'' ujar Pak kades.


''Saya boleh ikut Pak saya sangat penasaran dengan tempat itu,'' ujar Warga.


''Baik kita akan pergi bersama ke tempat itu,'' ujar Pak kades.


''Pak sebaiknya kita jangan kesana Pak takutnya itu hanya sebuah jebakan agar Kita kesana bisa jadi itu hanya siasat siluman Pak,'' ujar Aulia.


''Betul Pak sebaiknya kita jangan kesana,'' ujar Bara.


''Hei!, Aulia siluman yang seperti apa yang kamu maksudkan, jika orang tua itu memang siluman dia tidak akan menyelamatkan Pak Nudin dia pasti sudah memakan Pak Nudin disana tapi lihat Pak Nudin masih hidup sampai sekarang,'' ujar seorang warga.


''Kamu itu sama seperti kakek kamu yang suka membicarakan tentang siluman dan harimau jadi-jadian jangan-jangan kamu juga siluman,'' ujar warga.

__ADS_1


Membuat Aulia menatap orang itu, untungnya Bara langsung menenangkan Aulia Bara Takut jika Aulia sampai marah itu sangat berbahya untuk dirinya dan juga orang di sekitarnya Bara menarik tangan Aulia dan membawanya keluar dari rumah Pak Nudin.


''Kamu jangan gampang emosi Aulia kamu tahukan kamu itu siapa, nanti semua orang akan tahu siapa kamu, anggap saja mereka sebagai agin lalu jangan di pedulikan perkataan mereka,'' ujar Bara.


''Kamu dengarkan mereka membawa-bawa kakek aku, kalau mereka tidak suka sama apa yang aku katakan. Seharusnya mereka tidak usah bawa-bawa kakek!'' sahut Aulia.


''Aku tahu tapi ini bukan waktunya untuk emosi biarkan saja mereka pergi kalau mereka kenapa-napa itu bukan urusan kita,'' ujar Bara.


''Ya sudah aku mau pulang dahulu nenek pasti sudah tidur dia sendirian di rumah,'' ujar Aulia berjalan meninggalkan Bara di halaman rumah Pak Nudin.


Aulia pun sampai di rumahnya dia langsung masuk ke dalam kamar membaringkan tubuhnya dan tidur dia tidak peduli dengan orang yang telah mengejek Kakeknya.


.............


Pagi harinya berapa warga sudah mulai pergi ke hutan, Bara dan Aulia juga pergi mengikuti mereka dan Pak Nudin juga pergi bersama mereka.


''Pak Nudin kenapa? Bapak juga ikut Bapak kan lagi sakit?'' tanya Bara.


''Bara kamu itu aneh sekali kalau Pak Nudin gak pergi bagaimana kita tahu tempatnya,'' ujar seorang warga yang berjalan di belakang.


Mereka terus berjalan bersama, para warga terus menyusuri pegunungan, para warga yang belum pernah melihat pegunungan itu mereka melihat ke arah pepohonan yang menjulang tinggi di sekeliling mereka.


''Saya belum pernah melihat pegunungan yang seperti ini benar-benar menyeramkan,'' ucap seorang warga.


''Sekarang ini kita bukan lagi di pegunungan, tapi sudah memasuki hutan,'' sahut Pak Nudin.


Warga yang mendengar pun bergidik ngeri mendengar perkataan Pak Nudin bahwa mereka telah memasuki hutan.


''Apa tempat itu masih jahu Pak?'' tanya warga.


''Masih Pak, kita berjalan saja terus jangan sampai kita bicara yang macam-macam di hutan ini,'' ujar Pak Nudin.


''Maksud Bapak bicara yang macam-macam yang seperti apa?'' tanya warga lainnya.

__ADS_1


''Seperti kata-kata sombong saya tidak takut berada di hutan ini, inikan hanya hutan biasa atau kita bicara besar seperti ada makhluk saya tidak takut sama makhluk itu, jangan sampai kita bicara seperti itu di hutan-hutan,'' ujar Pak Nudin memberi tahu warga.


Semua warga yang ada di hutan pun menganggukkan kepala mereka bahwa mereka mengerti maksud dari perkataan Pak Nudin. Mereka kembali berjalan, Bara dan Aulia hanya diam saja mereka berdua tidak peduli dengan warga yang keras kepala itu.


''Aulia bukannya ini tempat menuju hutan terlarang?'' tanya Bara sambil berbisik.


''Iya aku tahu ini menuju hutan terlarang, tapi kita sudah melarang mereka jangan pergi tapi mereka tetap pergi dan keras kepala,'' sahut Aulia.


''Ini tidak bisa kita biarkan kita semua bisa dalam bahaya,'' ujar Bara, ''sebaiknya kita cegah mereka lagi agar tidak terlalu jauh,'' Bara berbisik.


''Terserah sama kamu coba saja kalau kamu bisa,'' sahut Aulia.


Bara berjalan mendekati para warga, Bara ingin mencegah agar warga membatalkan niat mereka untuk melanjutkan perjalanan ke hutan itu.


''Bapak-Bapak semua kita harus kembali jangan lanjutkan perjalanan ini saya takut ini adalah jebakan seperti kata Aulia, bisa-bisa nanti harimau jadi-jadian itu akan menerkam kita semua disini sebaiknya kita pulang saja,'' ujar Bara.


''Bara kamu ini apa-apaan kita sudah terlalu jauh berjalan rugi rasanya kalau kita pulang, lagian kitakan ramai bisa kok kita hadapi harimau itu,'' sahut seorang warga yang mulai perkata besar.


''Kita sudah sampai,'' ujar Pak Nudin.


.


.


.


.


.


.


...BERSAMBUNG,... JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENTAR VOTE BUNGA BINTANG FAVORIT TIPS NYA, HANYA CERITA FIKSI...

__ADS_1


__ADS_2