Harimau Aulia

Harimau Aulia
mengetahui sang ibu adalah siluman


__ADS_3

Di perjalanan Bara masih memikirkan tentang perkataan Aulia. Yang menyuruhnya untuk berhati-hati terhadap ibunya.


''Apa maksud perkataan Aulia tadi,'' batin Bara. Saat dia hendak melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah tiba-tiba saja dia mencium bau siluman ular melintasi rumahnya.


Bara pun berjalan ke samping rumahnya yang dipenuhi oleh semak-semak, di sana dia melihat jejek ular.


''Kurang hajar! berani sekali siluman itu mendatangi rumah ku,'' ucap Bara. Dia pun teringat akan ibunya yang dia tinggal sendirian di rumah, Bara segera berlari ke dalam rumahnya.


''Ibu bu,'' panggil Bara dia membuka pintu kamar sang ibu.


''Ada apa Bara? kamu sudah pulang dari mesjid?'' tanya buk Ina yang duduk di samping tempat tidur.


''Sudah buk, ibu ngapain di situ?'' tanya Bara menyipitkan matanya sambil memperhatikan sang ibu.


''Gak apa-apa tadi kaki ibu tiba-tiba sakit,'' sahutnya.


Bara yang khawatir dengan keadaan ibunya dia pun berjalan mendekati sang ibu di samping tempat tidur tersebut.


''Kaki ibu kenapa, kok lukanya separah ini?'' tanya Bara.


Kaki buk Ina seperti terkena sabitan parang yang tajam.


''Tadi ibu terjatuh saat hendak pergi ke sumur,'' ucap buk Ina berbohong. Padahal kakinya terkena sabitan parang oleh warga saat dia berwujud ular.


Bara pun mengobati kaki sang ibu dengan menggunakan obat rempah-rempahan yang telah di tumbuk halus. Dia segera meletakkan obat tersebut di kaki ibunya.


''Apa terasa sakit bu?'' tanya Bara.


''Sedikit,'' sahut buk Ina.

__ADS_1


Bara merasa ibunya sedikit aneh berapa hari ini, yang biasanya sang ibu melarang dia untuk berteman dengan Aulia sekarang ibunya tidak pernah melarangnya lagi. Dan sekarang ibunya berubah menjadi sangat pendiam.


''Apa ibu sudah makan? kalau belum biar aku bawakan ibu makanan,'' ucap Bara sambil berdiri.


''Tidak, tidak perlu ibu sudah makan,'' sahutnya.


''Ibu boleh aku bertanya sesuatu kepada mu?'' tanya Bara kembali berjongkok di depan ibunya.


Buk Ina hanya menganggukkan kepalanya.


''Saat aku tidak ada di rumah, apa ada orang asing datang ke rumah kita?'' tanya Bara menatap ibunya.


Buk Ina menggelengkan kepalanya sambil mengusap-usap kakinya yang sakit.


''Ya sudah kalau gitu Bara keluar dahulu,'' ucapnya melangkahkan kakinya keluar kamar sang ibu.


.


Bara pergi menemui Aulia di rumahnya saat itu Aulia sedang membersihkan peralatan kebunnya.


''Bara ada apa?'' tanya Aulia.


''Kamu mau ke mana?'' tanya Bara.


''Gak kemana-mana,'' sahut Aulia.


Bara menceritakan kejadian di rumahnya saat dia pulang dari mesjid, Bara juga menceritakan kaki ibunya terluka parah.


''Apa kamu sempat melihat siluman itu?'' tanya Aulia.

__ADS_1


Bara menggelengkan kepalanya bahwa dia tidak melihat apapun saat itu.


''Dan sekarang ibuku terlihat aneh, sikapnya juga berubah aku tidak tahu kenapa ibuku bisa berubah seperti itu,'' ucap Bara.


''Seperti yang aku katakan, kau harus berhati-hati,'' sahut Aulia.


''Aku tahu, kamu mengetahui sesuatu!. Tapi kenapa kamu tidak ingin menceritakannya kepada ku?'' tanya Bara.


''Iya aku mengetahui sesuatu, tapi apa kamu akan percaya sama apa yang aku katakan?'' tanya Aulia menatap Bara.


Bara menganggukkan kepalanya dia mencoba untuk percaya kepada sahabatnya itu, apapun yang Aulia katakan dia memang harus tetap percaya.


''Ibu mu, dia bukanlah ibu kamu lagi,'' ujar Aulia.


Bara pun bangkit dari tempat duduknya dia menatap Aulia dengan tajam.


''Apa maksud perkataan! mu itu?'' tanya Bara.


.


.


.


.


. BERSAMBUNG.


Berikan bintang dan vote

__ADS_1


__ADS_2