
Kenzo dan Sadam memandang wajah Aulia dan Bara mereka melihat dari ujung kaki sampai ujung kepala mereka, Kenzo dan Sadam merasa takut berdekatan dengan Aulia dan Bara, mereka sedikit menjauh.
''Ada apa?, kenapa? kalian menjauhi kami kita tidak akan menyakiti kalian,'' ujar Aulia sambil mendekati Kenzo dan Sadam.
''Kalian berdua jangan mendekat, kami tidak ingin mati di terkam oleh kalian!,'' ujar Kenzo.
Kenzo dan Sadam semakin mundur ke belakang mereka sangat takut melihat Aulia dan Bara.
''Hai!, kami ini tidak jahat seperti yang kalian bayangkan kalau kami jahat sudah dari tadi kita memakan kalian!,'' ujar Bara.
Dengan secepat kilat Aulia sudah berada di belakangnya Kenzo dan Sadam, Aulia memegang kepala mereka membaca sebuah mantra atau doa untuk menghilangkan ingatan mereka tentang kejadian yang sudah mereka lihat. Setelah Aulia menghilangkan ingatan mereka Kenzo dan Sadam jatuh pingsan.
''Mereka membuat kita repot saja,'' ujar Bara.
''Udah, sabar aja dulu, kita tunggu mereka sadar, yang terpenting mereka melupakan kejadian tadi,'' sahut Aulia.
Satu jam berlalu Kenzo dan Sadam belum juga sadar, hari juga sudah mulai gelap. Langit juga semakin mendung, Aulia bangkit dari duduknya dia berjalan ke arah semak-semak.
''Aulia kamu mau kemana?'' tanya Bara.
''Mau mencari ranting pohon buat di jadikan api unggun,'' sahutnya.
Aulia terus berjalan memasuki semak-semak tersebut. Akhirnya Kenzo dan Sadam kembali sadar dia terkejut melihat Bara duduk di sampingnya.
''Woi... Lo bisa gak, gak bikin gue kaget,'' ujar Kenzo setelah sadar.
__ADS_1
''Kenapa? Anda harus kaget emangnya saya setan apa?'' sahut Bara '' ini semua gara-gara kalian, karena kalian tidurnya terlalu lama jadi saya harus menjaga kalian kalau gak Anda pasti sudah di makan sama binatang buas,'' ujar Bara.
Kenzo memegang kepalanya yang terasa sakit itu dia mencoba mengingat-ingat apa yang terjadi. Namun, semua itu tidak bisa membuat ingatannya kembali.
''Kenapa? apa yang coba Anda ingatkan?'' tanya Bara.
Kenzo hanya menggelengkan kepalanya dia tidak bisa mengingat apapun yang terjadi selama berada di hutan itu.
''Aulia kemana?'' tanya Kenzo.
''Ada, dia sedang mencari kayu bakar, karena sebentar lagi akan gelap,'' sahut Bara.
Gak lama Aulia kembali keluar dari semak-semak itu sambil membawa satu ikat kayu bakar di punggungnya. Dan meletakkannya di dekat Kenzo.
''Ayo sekarang kita bakar kayu ini takutnya nanti akan semakin gelap,'' ujar Aulia sambil membuka ikatan kayu itu.
''Kenapa?, kenapa kamu melihat saya seperti itu?'' tanya Aulia yang sedang menyalakan api unggun.
''Gak apa-apa gue hanya masih penasaran saja sama kalian berdua,'' sahut Kenzo.
''Hei, Anada pikir kami ini apa hantu!?'' tanya Bara, ''Anda juga jangan melamun saja ini hutan nanti ke masukan setan kita berdua juga yang repot,'' ujar Bara.
Hari sudah semakin gelap Aulia dan Bara menyalakan api di sekeliling mereka takutnya ada makhluk lain yang akan mengganggu mereka, tapi jika ada api maka makhluk itu akan menghindari mereka.
''Untuk apa? kalian menyalakan api sebegitu banyaknya?'' tanya Sadam.
__ADS_1
''Kita ini bukan lagi di pantai, tapi di tengah hutan harus seperti ini menyalakan apinya,'' sahut Bara.
Aulia hanya bisa tersenyum saat Bara menjawab perkataan Sadam.
Mereka berempat duduk di dalam lingkaran api tersebut. Angin sejuk di dalam hutan semakin menusuk tulang, mereka pun menghangatkan tubuh mereka dengan api unggun itu.
Tidak sengaja Sadam melihat makhluk bermata merah dari seberang sungai, Aulia melihat ke arah Sadam yang wajahnya terlihat ketakutan.
''Kamu kenapa? apa yang kamu lihat?'' tanya Aulia.
''Tadi gue lihat ada seseorang disana dia berlari ke arah sana,'' sahut Sadam sambil menunjuk ke seberang sungai yang airnya cukup tenang tapi menakutkan.
Bara menoleh ke arah Aulia mereka sama-sama melihat Aulia menggelengkan kepalanya dia tidak bisa. Dan tidak mungkin akan mengejar makhluk itu.
Bisa-bisa Sadam dan Kenzo akan curiga siapa dia sebenarnya. Mereka tetap duduk di dalam lingkaran api itu.
.
.
.
.
. ... BERSAMBUNG...
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENTAR VOTE BUNGA BINTANG FAVORIT TIPS HANYA SEBUAH CERITA FIKSI.