
Aulia dan Bara pergi, melihat ular raksasa tersebut. Di sana sudah ramai dengan warga yang sedang melempari ular itu dengan kayu ada juga yang melempari dengan parang dan obor apapun yang dekat dengan mereka, mereka melempar ke arah ular tersebut.
''Bagaimana kita bisa mengubah wujud di tempat ini, bisa-bisa kita ketahanan warga?'' tanya Bara.
''ayo ikut dengan ku,'' sahut Aulia. Mereka pun pergi ke arah pegunungan yang tidak jauh dari desa karena desa itu memang sangat dekat dengan pegunungan.
Mereka berdua mengubah wujud di gunung tersebut lalu turun dengan wujud hariamu, para warga terpaku melihat dua harimau putih muncul di depan mereka.
Harimau putih tersebut saling bertarung dengan siluman ular itu, mereka bertiga terus bertarung di saksikan oleh warga di tempat itu.
Ular tersebut mengibaskan ekornya ke arah Aulia hingga Aulia terhempas jauh dari tempat perkelahian itu, Bara terus menyerang ular tersebut, Bara tidak mengetahui bahwa ular tersebut adalah ibunya sendiri karena wajahnya penuh dengan sisik ularnya. Karena itu dia tidak bisa melihat siapa siluman ular itu.
Aulia kembali bangkit dan berlari ke arah ular dia menggigit tubuh ular itu. Sehingga ular itu berteriak kesakitan suaranya terdengar mengerikan seperti wujudnya.
Siluman itu tidak kuat untuk bertarung dengan Aulia dan Bara, dia pun pergi melompati sungai dan menghilang kedalaman sungai tersebut.
Aulia dan Bara pun segera pergi dari tempat pertarungan itu, mereka mengubah wujud mereka menjadi manusia kembali. Setelah mereka berubah Aulia dan Bara pun kembali mendekati para warga.
__ADS_1
''Pak di mana siluman ular tadi?'' tanya Aulia berpura-pura tidak tahu apa-apa.
''Sudah pergi kalian berdua terlambat,'' ucap salah satu warga dengan tenang tanpa memberitahu adanya dua harimau putih yang telah bertarung dengan siluman ular itu.
Aulia dan Bara pun menjadi bingung dengan para warga, melihat warga yang hanya biasa saja.
''Dari pada kalian berdua berdiri saja disana, lebih baik bantu kami untuk merapikan kayu-kayu pondok yang telah dihancurkan oleh siluman ular itu,'' ajak salah satu warga.
''Pak tadi ular siluman itu pergi ke arah mana pak? kenapa siluman itu bisa pergi?'' tanya Bara.
''Kamu ini, kalau mau tanya besok pagi saja. Kamu gak lihat kalau ini tengah malam!'' sahut salah satu warga itu.
Bara dan Aulia kembali ke pondok dimana dia dan warga lainnya yang sedang berjaga-jaga di malam itu.
''Bara, Aulia, apa yang terjadi apa ular itu sudah pergi?'' tanya pak kades.
''Sudah pak, kami datang ular itu sudah tidak ada,'' sahut Bara berbohong.
__ADS_1
''Harimau jadi-jadian itu sudah jarang datang ke desa. Tapi sekarang malah makhluk lain yang datang kalau seperti ini terus kita bisa mati berdiri melihat mereka yang mengerikan itu,'' ucap warga yang duduk di samping Ustadz Karim.
''Betul itu, kita harus bagaimana pak kades, dan pak ustadz kalau begini terus kita bisa mati, bahkan desa kita bisa di hancurkan oleh makhluk itu,'' sahut yang lainnya.
''Ya sudah begini saja, besok malam kita semua harus mengadakan pengajian. Besok pak kades akan memberi tahu kan kepada warga lainnya, agar makhluk itu tidak datang lagi ke desa kita ini,'' ucap ustadz Karim.
Semua warga yang duduk di dalam pondok tersebut menyetujui perkataan ustadz Karim. Malam itu mereka melanjutkan berjaga-jaganya.
.
.
.
.
. BERSAMBUNG.
__ADS_1
tolong di baca dari awal episode jangan lompat-lompat, kalau tidak mau baca tidak apa-apa tapi jangan main lompat-lompat
kasihanilah aku. Sebagi penulis ðŸ˜ðŸ˜