Harimau Aulia

Harimau Aulia
Teluh


__ADS_3

Siang itu sang pemuda tersebut mendatangi rumah seorang dukun sakti dia benar-benar ingin membalas sakit hatinya kepada Bara dan Gadis. Dia pergi sendiri tanpa di temani teman-temannya.


"Ini pasti rumah dukun sakti itu," ucap sang pemuda.


Terlihat sebuah rumah di tepi gunung yang terletak jauh dari rumah-rumah warga dan terlihat juga batang mampu yang mengelilingi rumah itu terlihat seperti sebuah gubuk yang sudah tidak berpenghuni. Pemuda itu langsung memasuki gubuk tersebut.


"Siapa kamu? Tanpa mengucapkan salam kau langsung masuk?" Tanya dukun itu matanya terlihat memerah dan mulutnya penuh dengan sirih bahkan air sirih itu keluar dari mulutnya.


Pemuda itu hanya menatap dukun tersebut dia merasa sedikit takut untuk berhadapan dengan dukun sakti itu.


"Apa tujuan kau kemari apa kau ingin menghabisi seseorang?" tanya dukun itu dia cukup mengetahui tujuan pemuda tersebut.


"Iya nek, saya datang kemari ingin meminta nenek untuk menghabisi dua orang yang sangat saya benci."


"Saya tidak ingin menghabisi nyawa orang, tapi jika kamu ingin merusaknya atau membalas sakit hati mu, saya bersedia," jawab dukun itu, " siapa yang ingin kau hancurkan?" Tanya Dukun itu lagi.


"Dia seorang perempuan dan seorang laki-laki. Laki-laki itu bernama Bara dan perempuan itu bernama Gadis. Gadis itu memiliki warung di desa indah," ucap pemuda itu menjelaskan.


"Jadi kau ingin saya menghancurkan warung itu?" Tanya sang dukun.


"Tidak tapi saya ingin nenek merusak wajah mereka berdua hingga mereka tidak ingin melihat wajah mereka sendiri!" Ucap pemuda itu.


"Baik jika itu yang kau inginkan, dan sekarang pergilah dari sini, nanti malam kau akan mendapatkan kabar seperti yang kau inginkan!" ucap sang dukun sakti itu.


Pemuda itu langsung pergi dari tempat dukun tersebut dia segera pulang ke rumahnya dengan senyum angkuhnya dia berharap semua yang dia inginkan terwujudkan. Saat ini dia menoleh ke arah warung Gadis disana dia melihat Gadis sedang mengantar minuman pelanggannya.


''Mulai malm ini dan seterusnya kau tidak akan tersenyum lagi Gadis, kau akan hancur atas apa yang sudah kau lakukan kepada ku.'' Pemuda itu tersenyum miring dan pergi dari tempat itu.


Teman-teman pemuda tersebut sedang menunggu kedatangannya.


''Kalian ngapain disini?'' tanya sang pemuda.


''Kami lagi menunggu kamu, kamu dari mana saja?'' tanya salah satu temannya.


''Aku baru pulang dari rumah nenek ku, emangnya ada apa?'' tanya pemuda itu.


''Gak apa-apa kita memang lagi tunggu kamu,'' jawab temannya.


''O-ya apa kamu sudah pergi ke rumah dukun itu?'' tanya teman lainnya.

__ADS_1


Pemuda tersebut menganggukkan kepalanya sebagai jawaban atas pertanyaan temannya itu.


''Kamu benar-benar parah, itu sangat bahaya buat kamu sendiri!'' ucap temannya.


''Aku tidak peduli yang penting apa yang aku inginkan tercapai,'' jawab pemuda itu.


''Bukan salah tercapai atau enggaknya, jika permintaan kamu tidak berhasil maka kamu sendiri yang akan mendapatkannya,'' ucap temannya.


Tapi pemuda itu tetap tidak mempedulikan perkataan teman-temannya tersebut dia malah pergi meninggalkan teman-temannya di tempat itu.


''Sudahlah biarkan saja dia pergi, yang penting kita sudah memperingati dia,'' ucap temannya.


Malam itu Bara tidur di rumah Aulia karena mereka sudah sepakat untuk pergi malam itu ke hutan mati wilayah macan kumbang untuk merebut kembali kitab harimau putih. Mereka menunggu waktu tengah malam untuk pergi ke hutan itu.


Malam itu Bara terjaga dari tidurnya dia merasa panas di bagian wajahnya. Mungkin dukun itu sudah menjalankan aksinya, begitu juga dengan Gadis dia juga merasa panas di bagian wajahnya.


''Bu-Ibuk bangun buk,'' ucap Gadis membangunkan ibunya yang sedang tidur di sampingnya saat ini.


''Ada apa?'' tanya sang ibu dengan mata yang masih setengah tertutup.


''Ini buk, gak tahu kenapa wajah Gadis sangat panas,'' ucapnya sambil mengusap-usap wajahnya.


''Kenapa dengan wajah kamu?'' tanya sang ibu menjadi panik.


''Gak tahu buk, hiks. hiks,'' Gadis mulai menangis karena merasakan wajahnya semakin panas dan darah juga semakin keluar.


Sang ibu membawa Gadis ke sumur dekat rumahnya sang ibu menyuruh Gadis untuk mencuci wajahnya dengan bersih. Tapi semua itu tidak mengubah apa pun wajah Gadis semakin rusak.


DI TEMPAT LAIN


Aulia sedang mengobati Bara dengan menggunakan ilmunya wajah Bara sama seperti yang dialami oleh Gadis saat ini.


''Ini pasti ada seseorang yang tidak menyukai kamu hingga dia berbuat seperti ini," ucap Aulia.


"Maksud kamu ini adalah teluh?'' tanya Bara sambil menatap Aulia.


Aulia menganggukkan kepalanya.


''Tapi siapa setahu ku, aku tidak pernah berbuat jahat sama orang. Apa jangan-jangan orang itu!'' ucap Bara.

__ADS_1


''Siapa?'' tanya Aulia.


''Ayo ikut aku, jika dia orangnya biarku lenyapkan sekalian!'' ucap Bara.


Mereka pun segera pergi keluar rumah malam itu. Tapi di perjalanan mereka malah melihat rumah Gadis kedatangan ustadz Karim dan ada dua orang warga desa bersama sang ustadz itu.


''Ada apa dirumah Gadis kok ada ustadz Karim juga?'' tanya Bara.


''Gak tahu ayo kita kesana,'' ucap Aulia.


Aulia dan Bara pun pergi ke rumah Gadis dan melihat apa yang terjadi di sana. Saat Bara dan Aulia masuk ke rumah itu mereka sangat terkejut melihat wajah Gadis yang rusak darah yang keluar dari wajah Gadis pun mulai tercium oleh mereka.


''Bara, Aulia kenapa kalian ada disini?'' tanya ustadz Karim.


''Tadi kami lagi jalan-jalan, terus gak sengaja kami lihat ustadz kesini jadi kami ikuti ustadz,'' jawab Aulia.


''Ustadz kenapa dengan wajah Gadis?'' tanya Bara meskipun dia tahu tapi mereka pura-pura tidak tahu.


''Sepertinya Gadis kena teluh seseorang. Yang tidak menyukainya makanya orang itu berbuat seperti ini,'' ucap Ustadz Karim.


''Aulia, ini semua sama seperti yang aku alami tadi, tolong kamu obati Gadis,'' ucap Bara berbisik.


''Gak mungkin, bagaimana caranya bisa-bisa mereka akan tahu siapa kita, biar ustadz saja yang mengobati'' jawab Aulia.


''Tidak bisa Aulia, ustadz Karim tidak memliki ilmu. Sedangkan teluh itu adalah sihir hitam maka sihir akan di sebuahkan dengan sihir,'' ucap Bara.


''Aku tahu, tapi bagaimana caranya, sedangkan warga juga ada di rumah ini,'' ucap Aulia.


Aulia pun mendekati ustadz Karim dan berdiri tepat di belakangnya saat ustadz Karim sedang membacakan doa di sebuah gelas yang berisi air, Aulia pun mencoba mengeluarkan ilmunya dan mengarahkan ilmu itu ke wajah Gadis. Setelah selesai Aulia kembali menjauh dari ustadz itu. Gadis masih menutupi wajahnya dengan sehelai kain.


.


.


.


.


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2