
Gavar dan Aidan masih menatap lurus ke arah hutan mati tersebut, mereka merasa kagum dengan pedang permata putih itu, dengan kekuatan pedang itu mampu menghancurkan sebuah hutan yang dulunya di kuasai oleh siluman sakti seperti macan kumbang. Kini hanya ada kegelapan dan ketakutan di dalamnya.
"Pedang pusaka itu benar-benar menakutkan, hanya sebuah pedang mampu menghancurkan sebuah hutan, yang dulunya dikuasai oleh siluman sakti," ucap Gavar.
Aidan hanya diam menatap hutan tersebut.
"Tempat ini membuat saya penasaran, untuk memasukinya. pastinya Elgar meninggalkan sejumlah pusaka sakti di dalamnya," ucap Aidan.
"Itu sudah pasti, tapi sayang sekali kita tidak bisa memasuki hutan ini, sebab bisa saja kita berdua tidak akan bisa kembali dari sana," sahut Gavar.
"sebaiknya kita pergi dari sini, kita harus mencari keberadaan Elgar." Aidan segera mengubah wujudnya menjadi harimau kuning. Begitu juga dengan Gavar, mereka segera pergi meninggalkan hutan mati. Saat mereka meninggalkan hutan tersebut tiba-tiba saja hutan itu tertutup kabut asap tebal dan menghitam menambah kesan mengerikan.
DI DESA INDAH
sore itu Aulia bertemu dengan orang tua Bara yang hendak pergi ke gunung, saat ini Aulia berada di kebunnya.
"Paman mau ke mana?" sapa Aulia.
"Paman mau pergi ke gunung itu, mencari rotan buat tambahan yang ada dirumah," jawabnya sambil membawa sebuah parang di tangan kanannya.
__ADS_1
"Apa Bara tidak pergi menemani paman untuk mencari rotan? takutnya sebentar lagi akan turun hujan," ucap Aulia.
"Tidak, paman menyuruhnya untuk membersihkan rotan yang ada dirumah," jawabnya.
"Ya sudah kalau begitu paman hati-hati," ujar Aulia.
Pak Sury menganggukkan kepalanya lalu pergi. Aulia melihat ke arah pegunungan dia merasa takut kalau Pak Sury dalam bahaya.
DI RUMAH BARA
Kini Bara sedang membersihkan rotan di halaman rumahnya, seperti yang di ucapkan oleh Pak Sury bahwa Bara sedang membersihkan rotan tersebut, Bara melihat cuaca sedikit mendung dia juga teringat kepada sang Ayah yang saat ini berada di gunung.
Saat pergi ke pegunungan Bara harus melewati kebun Aulia, karena kebun Aulia cukup dekat dengan pegunungan itu. Bara yang begitu terburu-buru sampai-sampai dia tidak sempat menyapa sahabatnya itu, sebab dia sangat khawatir dengan sang Ayah.
''Bara.'' teriak Aulia memanggil. Tapi Bara tidak mendengar panggilan Aulia dia terus berlari ke pegunungan tersebut.
''Apa yang terjadi dengannya? Kenapa dia tidak mendengarkan ku?'' Aulia bertanya-tanya tapi dia tidak mengikuti Bara.
Tibanya Bara di gunung itu dia tidak melihat sang ayah,'' Di mana Ayah? Kenapa dia tidak ada disini? Apa dia pergi ke gunung lain?'' Bara kembali berjalan menyusuri gunung itu, hujan sudah mulai turun, cuaca pun sudah mulai gelap.
__ADS_1
''Ayah! Kau di mana,'' Bara berteriak memanggil sang Ayah di tengah pegunungan tersebut, Bara terus berjalan mencari sang Ayah, Bara semakin panik karena tidak menemui keberadaan Ayahnya.
''Jika terjadi sesuatu pada Ayah, aku gak bisa memaafkan diriku sendiri, ini karena aku. Kenapa tadi aku tidak ikut dengannya!'' Bara bersandar di pohon besar dia berteduh sebab hujan mulai desar menghujani pegunungan itu.
DI TEMPAT LAIN
Ghani sang siluman ular mengetahui keberadaan Bara yang sedang mencari keberadaan Ayahnya di gunung itu, dia tersenyum jahat ke arah Bara. ''Inilah saatnya aku menghabisi kau atau Ayah mu, aku ingin kau menderita seperti diriku selama ini!" gumam Ghani.
Ghani mengubah wujudnya menjadi manusia ular dia pergi meninggalkan Bara yang masih berdiri di bawah pohon besar itu. Tidak berada jauh dari tempat Bara berteduh, Bara mendengar teriakan sang Ayah yang terdengar ketakutan.
"Ayah di mana kau." Bara pun segera berlari mencari sumber suara itu.
.
.
.
Bersambung jangan subscribe dan vote
__ADS_1