
Warga desa akhirnya pergi dari tempat penginapan orang kota itu, orang kota tersebut sudah berjanji akan segera pergi setelah urusan mereka selesai.
"Bayu apa yang terjadi? Kenapa warga desa ini marah kepada kalian?" tanya Naura, Kaila hanya berdiri di pojokan.
"Mereka marah karena aku tidak sengaja membunuh seekor harimau putih di desa ini," jawab Bayu.
"Apa?" Naura begitu terkejut mendengar pernyataan Bayu.
"Iya sayang, tapi aku tidak sengaja. Yang aku heran kenapa mereka begitu marah!" ucap Bayu.
"Di desa ini memang tidak boleh membunuh apapun apa lagi seekor harimau," ucap Naura.
"Kan aku sudah bilang gak sengaja, kalau kamu gak percaya, kamu bisa tanya sama mereka." Bayu menunjuk anak buahnya yang mengetahui semua kejadian tersebut.
"Benar Bu Naura, kami menyaksikan kejadian itu, harimau itu tiba-tiba saja melompat ke arah kami," ucap anak buah Bayu.
Naura hanya bersandar pada dinding rumah itu. Mereka tidak saling bicara. Jam sudah menunjukkan pukul 9.30 malam.
"Aku sudah ngomong sama kamu jangan pernah berbuat macam-macam di desa ini, aku takut itu akan membahayakan diri kamu sendiri," ujar Naura.
"Iya aku minta maaf, tapi kenapa kamu gak pernah ngomong sama aku kalau desa ini ada siluman harimau jadi-jadian?" tanya Bayu.
"Siluman harimau?" tanya Naura mengerutkan keningnya.
Bayu menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
"Aku tidak tahu kalau di desa ini ada siluman harimau," jawab Naura.
Naura memang sudah tidak mengingat kejadian itu. Karena sudah cukup lama baginya, tetapi Naura tidak menyadari bahwa ingatannya sudah di hapus oleh Aulia tentang apa yang dia tahu di desa ini.
"Memangnya di desa ini ada harimau jadi-jadian?" tanya Naura.
"Aku juga tidak percaya sayang sebab aku belum pernah melihatnya, tapi kata orang desa ini siluman itu ada," ujar Bayu.
Naura berjalan mendekati jendela kamarnya dia mulai mengingat-ingat kejadian saat dia berada di desa ini. Dia mengingat semua tentang hutan. Pegunungan dan yang lain-lainnya. Tetapi dia benar-benar tidak mengingat tentang adanya siluman atau harimau jadi-jadian itu.
"Apa kamu mengingat sesuatu?" tanya Bayu berjalan mendekati Naura.
Naura menggelengkan kepalanya bahwa dia tidak mengingat apapun tentang siluman maupun Harimau.
"Terus kenapa semua orang di desa ini mengatakan bahwa disini ada harimau jadi-jadian, sedangkan kamu sendiri sudah pernah datang ke desa ini," ujar Bayu yang terheran-heran.
"Entahlah sayang, aku juga tidak tahu kenapa aku bisa melupakan semua tentang kejadian di desa ini," jawab Naura.
Pagi harinya, Naura dan Bayu pergi melihat tanah yang mereka beli tersebut. Tetapi Naura tidak mengetahui bahwa tanah itu adalah milik Aulia.
''Bagaimana apa kamu menyukai tempat ini? Kita akan mendirikan penginapan dan juga kaffe-kaffe kecil disini,'' ucap Bayu memperlihatkan luasnya tanah tersebut.
''Aku sangat menyukai tempat ini, ini sangat bagus, tapi apa pemilik tanah sudah mengizinkannya?'' tanya Naura.
Bayu terdiam sejenak lalu menjawab pertanyaan dari sang istri, "Tentu saja sudah, tempat ini sudah menjadi milik kita.'' Bayu menatap tempat itu.
DI TEMPAT LAIN
__ADS_1
Bara dan Aulia, bertemu dengan ustadz Karim di rumahnya, Aulia ingin meminta bantuan kepada sang ustadz untuk mengembalikan tanah yang sudah di jual oleh Pak kades. Kepada orang kota itu.
"Saya akan membantu kamu, untuk berbicara dengan Pak kades," ujar ustadz Karim.
"Terimakasih ustadz, kalau seperti itu kami pergi dahulu." Aulia dan Bara melangkahkan kaki mereka.
"Tunggu Aulia, Bara." panggil sang ustadz.
Bara dan Aulia membalikkan badan mereka kini mereka menghadap Ustadz Karim.
"Ada apa ustadz?" tanya Aulia.
"Saya ingin kalian berdua, menemui saya nanti malam di masjid. Sebab ada yang ingin saya bicarakan," ujar sang ustadz.
Aulia dan Bara menganggukkan kepala mereka serempak.
"kami pergi dulu ustadz." Bara dan Aulia segera pergi dari rumah itu.
Bara dan Aulia pulang ke rumah mereka masing-masing, tetapi Aulia tidak langsung pulang ke rumah. Dia pergi menuju kebunnya dan disana dia melihat Naura, Kaila, Bayu, dan anak buah Bayu. Tapi Aulia tidak mendekati mereka karena dia sudah meminta bantuan kepada ustadz Karim soal itu.
"Aku tidak akan gegabah dalam urusan ini, ustadz Karim pasti akan membantu ku. Untuk mengembalikan tanah itu." Saat Aulia hendak pergi meninggalkan kebunnya tiba-tiba saja dia mendengar perkataan Naura.
"Aku ingin penginapan ini cepat selesai, karena tempat ini sudah menjadi milik kita. Aku ingin selalu tinggal di tempat ini," ucap Naura.
mendengar itu Aulia pun berjalan mendekati mereka, "Tidak akan ada penginapan di tempat ini!" Aulia menatap tajam ke arah Naura.
.
__ADS_1
.
Bersambung