
DI RUMAH BARA
Bara dan Ayahnya sedang sarapan berdua pagi itu. Tiba-tiba saja berapa warga datang ke rumahnya entah apa maksud warga datang ke rumah itu.
"Pak Sury keluar!" ujar warga sambil menggedor-gedor pintu rumah itu dengan sangat kuat.
"Ada apa diluar Yah?" tanya Bara menghentikan makannya.
"Ayah juga tidak tahu, sebentar Ayah lihat dahulu," ucap Pak Sury bangkit dari tempat duduknya, dia berjalan menuju pintu utama.
Dia melihat keluar rumah sudah ramai dengan warga.
"Ada apa pak?" tanya Pak Sury bingung melihat warga datang ke rumahnya, Pak Sury menatap satu-persatu warga itu ada yang keliatan marah ada juga yang melihatnya dengan penuh kebencian.
"Pak Sury sebaiknya bapak dan Bara pergi dari desa ini kami tidak mau desa ini menjadi desa siluman," ujar warga itu.
"Apa maksud bapak ini saya tidak mengerti," ucap Pak Sury semakin kebingungan.
"Sudahlah Pak, bapak tidak perlu pura-pura tidak tahu, yang penting bapak sama Bara harus pergi dari desa ini!" ujar warga semakin marah.
"Tapi saya memang tidak tahu apa-apa Pak bagaimana saya bisa menggaku jika saya tidak melakukannya," ucap Pak Sury.
Karena mendengar suara keributan diluar sana Bara pun segera bangkit dari tempat duduknya dan pergi keluar untuk melihat apa yang terjadi diluar.
"Ada apa ini Pak?" tanya Bara melihat para warga sudah ramai diluar rumahnya.
"Ini dia anaknya, kamu pasti tahukan kalau ibu kamu itu seorang dukun dan bersekutu dengan siluman ular!" ujar warga semakin geram.
__ADS_1
"Apa?" tanya Bara terkejut mendengar perkataan warga kalau ibunya adalah seorang dukun.
"Bapak jangan asal bicara Pak, ibu saya itu orang baik-baik kenapa di tuduh dukun!" ucap Bara.
"Benar Pak istri saya itu orang baik, kenapa di tuduh dukun, apa bapak-bapak atau ibu-ibu disini pernah di guna-guna sama istri saya?" tanya Pak Sury.
Warga pun terdiam karena tuduhan mereka kepada bu Ina tidak pernah terjadi. Seseorang datang dari dari belakang warga.
"Saya buktinya pak, waktu itu saya sempat melihat kalau bu Ina berubah menjadi ular berkepala manusia!" ujar warga itu.
FLASHBACK
"Ada apa disana, apa itu babi hutan? sebaiknya aku lihat saja."
Orang itupun berjalan menuju semak-semak yang berada di tebing tinggi tepi sungai, saat dia sampai di semak-semak itu matanya langsung melebar menyaksikan apa yang dia lihat di dalam semak tersebut . Orang itupun langsung bersembunyi di balik pohon yang ada di tepi sungai itu.
RUMAH AULIA
Seorang warga datang ke rumah Aulia.
Tok. Tok. Tok.
"Assalamualaikum bu Lilis," ujar warga sambil mengetuk pintu rumah itu.
"Iya waalaikumsalam," sahut bu Lilis membuka pintu rumahnya, "pak ada apa?" tanya bu Lilis.
''Apa Aulia ada di rumah bu?'' tanya warga itu.
__ADS_1
''Iya dia ada di kamarnya, tunggu saya panggilkan,'' ucap bu Lilis berlalu meninggalkan warga itu diluar sana.
Bu Lilis segera memanggil Aulia di kamarnya.
''Aulia-Aulia,'' panggil bu Lilis.
Saat itu Aulia baru saja selesai melaksanakan salat isyanya dia pun segera bangkit dan berjalan menuju pintu kamar.
''Ada apa nek?'' tanya Aulia sambil membuka pecinya.
''Diluar ada warga yang sedang mencari kamu, ayo cepat temui dia,'' ucap bu Lilis.
Aulia menganggukkan kepalanya dia langsung menemui orang itu di halaman rumahnya.
''Pak, ada apa?'' tanya Aulia.
''Aulia sekarang ini kamu harus pergi ke rumah Bara, warga ingin mengusir Bara dan Ayahnya dari desa ini!'' ucap warga itu.
''Apa?'' tanya Aulia melebarkan matanya terkejut mendengar perkataan warga itu.
.
.
.
BERSAMBUNG DUKUNG VOTE NYA.
__ADS_1