Harimau Aulia

Harimau Aulia
kesedihan Aulia


__ADS_3

''Bagaimana kita pergi ke sana sungai ini sangat panjang airnya juga deras?'' tanya Bara.


''Itu disana ada jembatan ayo kita kesana,'' ujar Aulia.


Mereka pun berlari ke arah jembatan gantung tersebut.


''Pak ada apa disana?'' tanya Bara kepada warga yang juga melintasi jembatan itu.


''Itu nak, ada orang diterkam harimau," sahut warga itu.


Deg...


"Apa Pak diterkam harimau?" tanya Bara mengulangi perkataan warga.


Aulia mendengar itu pun segera berlari ke arah kerumunan warga.


"Maaf Pak kasih saya lewat" ujar Aulia kepada warga-warga itu.


Kaki dan lutut Aulia seakan tidak lagi bertulang menyaksikan orang yang diterkam harimau itu, tubuhnya langsung lemas jantungnya berdegup kencang dia terjatuh tanpa rasa sakit.


Dia menatap wajah yang sudah berlumuran darah itu, air mata mulai mengalir tanpa di pinta Aulia berteriak keras di dalam kerumunan warga-warga, Bara melihat kejadian itu dia tidak bisa berkata-kata Aulia memeluk kakeknya yang telah berlumuran darah, dia terus menangis 😭 Aulia tidak menyangka kakeknya meninggal secara mengenaskan.


"Nenek-nenek saya dimana Pak?" tanya Aulia.


"Nenek kamu disini, dia pingsan," seorang warga menyahut.


Bara pun mendekati Bu Lilis dia mencoba menyadarkan Bu Lilis.

__ADS_1


"Nenek-nenek,'' panggil Bara.


Tapi Bu Lilis belun sadar juga akhirnya Mereka di bawa ke balai desa di kampung seberang.


''Bapak-Bapak,'' panggil Bu Lilis yang telah sadar.


''Nenek..


''Aulia dimana kakek kamu?'' tanya Bu Lilis.


''Kakek sudah meninggal nek,'' sahut Aulia.


Bu Lilis langsung menangis 😭 mendengar perkataan Aulia. Dia tidak percaya kalau suaminya sudah meninggal.


.


.


Warga-warga berbondong-bondong datang ke rumah Pak Rahman, Warga tidak menyangka Pak Rahman juga menjadi korban harimau jadi-jadian itu.


''Harimau itu sudah memakan korban lagi, kali ini Pak Rahman jadi korbannya Aku sangat ngeri melihat keadaan Pak Rahman sangat mengenaskan sekali,'' ujar Warga yang sedang bicara dengan warga lainnya.


Ternyata Aulia mendengar perkataan warga dia meninggalkan warga yang sedang membicarakan tentang Kakeknya itu.


Pak Rahman akhirnya di makamkan jam 3.00 malam itu, pemakaman itu selesai tapi Aulia tidak mau pulang dari makam itu dia hanya melamun di samping makam Pak Rahman.


Pagi harinya Aulia masih duduk sendiri di makam kakeknya. Dia tidak tidur semalaman dia merasa sedih dan kehilangan kakeknya meninggal gara-gara harimau jadi-jadian itu. Aulia pun pulang ke rumahnya dia melihat sang nenek melamun di ruang tamu rumah dengan air mata yang terus mengalir.

__ADS_1


''Nenek kenapa? nenek duduk di sini?'' tanya Aulia sembil berjongkok di depan sang nenek.


Bu Lilis tidak menjawab perkataan Aulia, Aulia mengerti sang nenek butuh waktu untuk melupakan semua kejadian itu Dia pun kembali berdiri Aulia berjalan menuju sumur dia ingin berwudhu untuk melasanakan salat Zuhur.


.


.


Setelah selesai salat Aulia berniat pergi ke desa seberang tempat dimana kejadian itu dia ingin menghabisi nyawa harimau yang telah membuat kakeknya meninggal. Malam itu dia berangkat sendirian tanpa di temani oleh Bara.


''Aulia kamu mau kemana? malam-malam seperti ini?'' tanya Bu Lilis.


''Aulia mau pergi ke rumah Bara sebentar nek, nenek hati-hati di rumah ya,'' sahut Aulia.


Aulia langsung pergi ke tempat kejadian tersebut dia berdiri di atas jembatan menatap lurus ke arah hutan. Mata Aulia bercahaya dia begitu marah! Aulia berlari ke arah hutan.


''Keluar kalian!'' teriak Aulia.


Ngaum... Ngumm... Suara harimau mendekati Aulia Lima harimau jadi-jadian itu mengubah wujudnya menjadi manusia.


Tanpa basa-basi Aulia memukul harimau itu dengan keras tanpa ampun.


''Bangsat! kalian!'' ujar Aulia dengan terus memukul para harimau itu dengan sekuat tenaga.


BERSAMBUNG JANGAN LUPA LIKE NYA DAN KOMENTAR VOTE BUNGA BINTANG FAVORIT


HANYA CERITA FIKSI

__ADS_1


__ADS_2