Harimau Aulia

Harimau Aulia
jangan terlalu malam


__ADS_3


Hutan wilayah Bagaskara di sana semua harimau jadi-jadian berkumpul menghadap guru mereka yaitu Bagaskara.


"Apa yang kau tahu tentang desa indah?" tanya Bagaskara kepada salah satu muridnya yang di tugaskan untuk memata-matai desa itu.


"Guru, saya mendengar di desa itu kedatangan orang kota dan orang itu berurusan dengan Aulia. Karena orang itu menginginkan tanah peninggalan orang yang telah merawat Aulia sejak kecil itu guru," ucap murid Bagaskara.


"Orang kota? Saya juga pernah mendengar dulu juga ada orang kota memasuki desa itu. Karena desa ini jarang sekali di ketahui oleh orang luar." Bagaskara berjalan mondar-mandir di depan muridnya.


"Itu sangat bagus ayah, kita bisa memanfaatkan orang kota itu. Untuk menghacurkan desa itu dan Aulia, dengan begitu Aulia pasti akan memberikan kitab itu kepada kita!" Aidan tersenyum miring.


Semua murid Bagaskara menyetujui perkataan Aidan yang ingin memanfaatkan orang kota tersebut. Untuk menghacurkan Aulia.


Magrib menjelang malam, orang kota tersebut berada di warung Gadis untuk membeli makanan di warung itu.


"Buk, kami mau pasan nasi goreng tujuh porsi," ucap salah satu orang kota tersebut mereka pun duduk kursi yang ada warung itu.


"Buk, apa warung ini. Memang seperti ini sepi tidak ada pengunjung?" tanya orang kota itu.

__ADS_1


"Ada tadi Pak, tapi sekarang mereka sudah pulang ke rumah mereka masing-masing. Sebab di sini tidak boleh terlalu malam berada di luar," jawab orang tua Gadis.


"Kenapa memangnya Buk, ada apa dengan desa ini?" tanya orang kota itu lagi.


"Saya tidak bisa menceritakan semuanya disini Pak, kalau bapak-bapak semua pengen tahu kalian boleh tanya sama Pak kades saja," ujar orang tua Gadis.


Orang kota itu saling tatap satu sama lain mereka cukup penasaran dengan desa ini.


"Terus kenapa ibu, masih membuka warung semalam ini, jika di desa ini tidak boleh keluar terlalu malam?" tanya Bayu yang juga berada di sana.


"Sebenarnya dari tadi kami sudah mau tutup Pak, tapi karena kalian datang. Kami pun kembali membukanya," sahut orang tua Gadis tangannya sibuk membereskan isi warung tersebut.


"Baik Buk, kami sudah siap makannya terimakasih. Kami harus pergi sekarang." Bayu dan anak buahnya segera pergi dari warung tersebut. Mereka semua masuk ke dalam mobil dan melaju dengan cepat.


"Benar Bos, desa ini benar-benar sangat aneh tidak seperti desa-desa lainnya desa ini seperti memiliki aura negatif. Sejak kita masuk ke desa ini saya sudah merasakannya Bos," ucap yang lainnya.


Bayu yang duduk berada di depan dia hanya diam saja mendengar perkataan anak buahnya. Dia juga berpikir desa ini cukup aneh, tapi dia menepis semua itu, tujuan utama hanya datang ke desa ini. Dia hanya ingin membeli tanah di desa ini.


"Sudah kalian semua, jangan berpikir yang aneh-aneh lagi, ingat saja tujuan utama kita datang ke tempat ini," ujar Bayu.

__ADS_1


"Baik Bos, oh-iya Bos apa kita harus menginap di rumah yang di bilang sama Pak kades itu?" tanya salah satu anak buah Bayu.


"Iya, ke mana lagi kita harus nginep kalau bukan di rumah itu," jawab Bayu.


"Iya sih Bos, tapi bukannya rumah tersebut dekat dengan rumah sih Aulia itu?" tanya anak buah Bayu.


"Mau bagaimana lagi, gak mungkin kan kita harus tidur di dalam mobil," sahut Bayu.


Semua orang pun diam, mobil terus berjalan melewati semak-semak di jalan desa itu. Anak buah Bayu yang sedang menyetir mobil melihat sesuatu berlari melewati semak-semak mendadak dia menghentikan mobil yang sedang berjalan.


"Ada apa? Kenapa kamu menghentikan mobil di tengah jalan seperti ini?" tanya Bayu mengerutkan dahinya.


"Maaf Bos, tadi saya sempat melihat seseorang berlari ke arah sana." Tunjuk orang itu.


"Ke arah mana?" tanya Bayu sambil melihat yang di tunjuk oleh anak buahnya.


"Ya sudah, kamu jalan aja terus besok kita temui Pak kades, kita akan bertanya ada apa di desa ini!" Bayu menyuruh anak buahnya untuk menjalankan mobil.


.

__ADS_1


.


Bersambung


__ADS_2