
Pagi harinya semua orang yang berjaga-jaga malam itu pulang ke rumah mereka masing-masing.
''Nenek,'' panggil Aulia.
''Iya nenek sedang di dapur, kamu sudah pulang?'' tanya Buk Lilis.
''Sudah nek baru saja,'' sahut Aulia.
''Ya sudah ayo kita makan,'' ujar Buk Lilis sambil meletakkan makanan di atas meja makan.
DI LAIN TEMPAT
Bara juga sedang makan bersama ke dua orang tuanya dia sangat menikmati masakan ibunya bagi itu, Bara menatap cara ibunya makan yang kelihatan begitu aneh.
''Ibu, kenapa ibu makan seperti itu apa leher ibu tidak sakit?'' tanya Bara melihat ibunya makan sekali telan tanpa mengigit makanannya terlebih dulu.
''Emangnya kenapa? apa ada yang aneh cara ibu makan,'' sahut Buk Ina.
''Tidak buk, seharusnya makan itu di kunyah dulu biar tenggorokannya tidak sakit,'' ucap Bara sambil memberikan ibunya segelas air.
''Bara bisa curiga kalau melihat saya makan seperti ini,'' batin buk Ina.
''Oh iya, buk nanti malam ada pengajian di mesjid ibu sama bapak datang ya,'' ucap Bara.
''Tumben emang ada acara apa?'' tanya pak Sury.
__ADS_1
''Gak ada acara apa-apa kok pak, hanya pengajian saja,'' sahut Bara.
''Iya nanti malam kami datang,'' ucap pak Sury.
DI RUMAH AULIA
Aulia bersiap untuk mengeluarkan kitab harimau putih dari dalam tubuhnya. Namun, Tiba-tiba saja dia mendengar Raja Agra memanggilnya ke hutan terlarang.
''Ada apa kakek memanggil ku ke hutan terlarang, apa terjadi sesuatu disana,'' batin Aulia. Dia pun segera mengeluarkan raganya untuk bertemu dengan sang kakek.
Tidak butuh lama raga Aulia sudah berada di hutan terlarang, tepatnya di desa terlarang, Aulia melihat murid-murid kakeknya sedang berlatih.
''Anda sudah di tunggu oleh guru di ruangannya,'' ucap salah satu murid.
''Kakek ada apa? kenapa kakek menyuruhku datang?'' tanya Aulia sambil duduk di depan kakeknya.
''Kakek ingin memberi tahu kamu sesuatu tentang desa indah,'' sahut Raja Agra.
''Apa kek?'' tanya Aulia mengerutkan keningnya menunggu jawaban dari sang kakek.
''Bahwa siluman harimau kumbang sudah memasuki wilayah desa, kau dan Bara harus berhati-hati!'' ucap Raja Agra, '' dan satu lagi kamu juga harus berhati-hati dengan ibu Bara, dan kamu juga harus melindungi Bara dari ibunya,'' ucap Raja Agra menatap Aulia.
''Maksud kakek apa aku tidak mengerti?'' tanya Aulia.
''Ibunya sahabat kamu itu, dia memiliki ilmu kesaktian siluman ular sekarang ini dia adalah budak dari Ratu sanca, kapan saja dia bisa membunuh kamu dan Bara!'' ucap Raja Agra.
__ADS_1
Aulia melototi matanya dia tidak percaya kalau orang tua Bara yang telah menyerang desa semalam.
''Bukankah Bara juga seorang harimau kenapa dia tidak bisa mengetahui ibunya adalah siluman ular?'' tanya Aulia.
''Tidak semudah itu bagi Bara untuk mempercayainya, karena wanita itu adalah ibunya sendiri, mana mungkin dia percaya kalau ibunya seorang siluman,'' sahut Raja Agra.
''Terus bagaimana cara aku memberitahu Bara?'' tanya Aulia.
''Kamu tidak perlu memberitahu dia, tapi kamu cukup memperingati dia saja untuk berhati-hati terhadap ibunya,'' sahut Raja Agra.
Aulia hanya menganggukkan kepalanya, tidak lama Aulia pun kembali ke tubuhnya.
''Aku harus bagaimana, ternyata musuh ku adalah ibu sahabat aku sendiri,'' ucap Aulia menarik napasnya kasar.
.
.
.
.
BERSAMBUNG kasih vote komentar like jangan lupa subscribe tips
minta update juga, biar semangat
__ADS_1