Harimau Aulia

Harimau Aulia
BUKIT


__ADS_3

Hari-hari berlalu Aulia semakin penasaran dengan gunung itu, dia tidak tahu apa masalah dia dengan tempat itu kenapa? dia ingin sekali mengunjunginya, tapi dia juga merasa takut, takut bahwa dia tidak akan kembali lagi ke. Desanya.


''Kakek, Aulia pinjam sepeda sebentar ya mau pergi ke rumah Bara,'' ujar Aulia.


''Iya boleh ambil saja,'' sahut Pak Rahman.


Aulia pun segera pergi dengan menggunakan sepeda unta milik kakeknya itu, tidak butuh lama Aulia sampai ke rumah Bara.


''Bu, Bara ada di rumah?'' tanya Aulia kepada orang tua Bara yang sedang membersihkan halaman rumahnya.


''Ada nak, Bara lagi sarapan silahkan masuk saja,'' sahut ibu Bara.


''Hai, Aulia tumben kamu datang ke rumah ku ada apa?'' tanya Bara yang sudah selesai dengan sarapannya.


''Ayo ikut aku ada yang mau aku tunjukkan sama kamu,'' ujar Aulia.


''Baiklah, tunggu dulu aku pakai celana tidak mungkin aku pergi menggunakan sarung seperti ini,'' sahut Bara sambil berjalan masuk ke dalam kamarnya.


''Kita pergi naik sepeda ini?'' tanya Bara tersenyum.


Aulia menganggukkan kepalanya.


Mereka pun pergi, Bara tidak tahu kemana Aulia membawa dirinya Dia hanya melihat sekeliling jalan mereka sudah jauh dari. Desa.


''Aulia kamu mau bawa aku kemana? ini sudah terlalu jahu dari desa kita?'' tanya Bara.


''Aku mau membawa kamu ke tempat ini, ini adalah tempat Favorit ku,'' ujar Aulia.


Bara pun turun dari sepeda. Dia melihat tempat itu, ''Ini kan bukit?'' tanya Bara.


''Iya ini adalah bukit, aku selalu bermimpi tempat ini,'' sahut Aulia.


''Apa ini tempat hutan terlarang itu?'' tanya Bara lagi.


''Bukan ini adalah bukit, bukit ini tidak ada apa-apa disana, Kalau hutan terlalrang itu tempatnya ada di sana,'' ujar Aulia sambil menunjuk hutan.


Bara hanya terdiam dia hanya melihat arah tunjuk Aulia yang mengarah ke hutan terlarang tersebut. Hutan itu terlihat sangat jahu, tidak seperti bukit tempat dia berdiri sekarang yang tidak terlalu jauh.


''Apa kita akan kesana?'' tanya Bara matanya masih menatap bukit itu.


''Tidak, kita tidak akan pergi sana, aku hanya memberi tahu kamu saja bahwa aku sering ke sana,'' sahut Aulia.


''Aku ingin ke bukit itu bisakah kita kesana sebentar saja,'' ujar Bara.


''Baiklah, tapi kita tidak boleh terlalu jauh cukup di kaki bukit saja,'' sahut Aulia.


Bara menganggukkan kepalanya. Mereka pun berjalan ke arah bukit itu.


Dua jam berlalu.


.

__ADS_1


.


.


.


Napas Bara mulai naik turun karena lelah berjalan. Akhirnya mereka berdua sampai juga ke bukit itu.


''Ya ampun, kenapa? kamu tidak ngomong kalau tempat ini sangat jahu, kalau aku tahu kamu akan membawa ku, ke tempat ini setidaknya aku bisa membawa minum,'' ujar Bara dengan napas masih memburu dan keringat bercucuran membasahi wajahnya.


''Sebentar aku akan ambilkan air untuk kamu,'' sahut Aulia sambil berjalan meninggalkan Bara.


Tidak lama Aulia kembali ke arah Bara sambil membawa air di dalam sebatang bambu.


''Ini minumlah,'' ujar Aulia.


Bara langsung mengambil bambu yang berisi air itu dari tangan Aulia. Dan meminumnya dengan tandas. Bara begitu heran kenapa? Aulia tidak merasa lelah seperti dirinya.


''Aulia kenapa? kamu tidak merasa lelah seperti aku, aku hampir mati karena lelah tapi kamu malah biasa saja?'' tanya Bara.


''Ngak tahu, mungkin karena aku sudah sering kesini dalam mimpi ku,'' sahut Aulia sambil tersenyum.


mereka berdua sama-sama terdiam Bara membaringkan tubuhnya di atas tanah begitu juga dengan Aulia.


.


.


.


''Bara-Bara bangun.''


''Ada apa?'' tanya Bara sambil mengucek-ngucek matanya.


''Apa kamu mendengar suara Adzan itu?'' tanya Aulia memandang sekelilingnya.


''Dengarlah, mungkin mereka mau melaksana kan salat,'' sahut Bara.


''Mereka siapa?'' tanya Aulia.


''Di hutan kan juga ada mahluk tak kasat mata seperti jin islam, mereka juga melakukan salat,'' ujar Bara.


''Benar juga, ya udah ayo kita salat setelah salat baru kita pulang,'' ujar Aulia.


''Dimana kita akan berwuduh?'' tanya Bara.


''Tempat aku ambil air tadi,'' sahut Aulia.


Bara pun mengikuti langkah kaki Aulia ke tempat dimana dia mengambil air. Setelah sampai ke tempat itu, Bara sangat terpana melihat pemandangan di depannya.


''Aulia tempat ini sangat indah lelah ku langsung hilang melihat tempat ini,'' ujar Bara. Aulia hanya tersenyum mendengar perkataan sahabatnya itu, mereka langsung mengambil wuduh, dan melaksan kan salat di tepi sungai itu.

__ADS_1


setelah selesai salat mereka kembali ke tempat semula.


''Sepertinya aku tidak ingin pulang dari tempat ini, begitu indah bagi ku,'' ujar Bara.


''Kamu tinggal aja sendiri di sini, aku mau pulang,'' sahut Aulia.


''Ho iya, kemarin waktu di kebun kenapa? kamu, begitu terlihat panik dan buru-buru ingin pulang?'' tanya Bara.


Sebenarnya Aulia tidak ingin menjawab pertanyaan Bara. Karena mereka berada di bukit yang di kelilingi dengan hutan dan semak-semak karena takut di dengar oleh makhluk yang ada di bukit itu.


''Kenapa? kamu diam?'' tanya Bara.


''Apa kamu sangat ingin mengetahuinya?'' tanya Aulia.


Bara menganggukkan kepalanya.


''Sini aku bisikkan,'' ujar Aulia,


Bara pun mendekatkan daun telinganya.


''Kemarin itu aku melihat harimau yang sedang mengintai kita waktu di kebun maka dari itu aku buru-buru pulang,'' ujar Aulia.


Bara melebarkan matanya setelah mendengar perkataan Aulia, dia melihat sekeliling bukit karena merasa takut.


''Kamu jangan bercanda dong, kamu tahukan kita lagi ada dimana?'' tanya Bara semakin takut.


''Ngapain aku berbohong sama kamu, aku melihatnya dengan mata aku sendiri,'' sahut Aulia.


Bara hanya bisa diam.


''Aku juga mau ngomong sesuatu sama kamu,'' ujar Aulia.


''Ngak-gak jangan di sini kamu ceritakan, sebaiknya kita pulang dulu sampai di rumah baru kamu ceritakan,'' sahut Bara lagi-lagi dia melihat sekeliling bukit.


Akhirnya Aulia, dan Bara segera turun dari bukit itu di sepanjang perjalanan mereka berdua hanya diam saja. Lebih-lebih lagi Bara dia tidak berani menoleh kebelakang dia benar-benar merasa takut, setelah mereka sampai di. Desa.


Bara menlanjutkan pertanyaannya yang sempat tertunda.


''Kita sudah sampai, apa yang ingin kamu ceritakan tadi sama aku?'' tanya Bara.


''Apa kamu benar-benar ingin mendengarkannya?'' tanya Aulia.


Bara hanya mengangguk.


''Waktu itu aku pernah cerita sama kamu, bahwa aku bermimpi tentang hutan terlalang itu, nah malam itu aku sempat bermimpi lagi kali ini aku bisa masuk ke dalam hutan itu, dan aku melihat mereka semua,'' ujar Aulia.


Deg......


.


.

__ADS_1


BERSAMBUNG LIKE NYA JANGAN LUPA DAN KOMENTAR HANYA CERITA FIKSI


__ADS_2