Harimau Aulia

Harimau Aulia
harimau penjaga desa


__ADS_3

"Ini rumahnya? Bos tempat kita tinggal?" tanya salah satu anak buah Bayu.


Bayu menganggukkan kepalanya dia pun berjalan mendekati rumah tersebut. Dia mendorong pintu rumah itu.


"Wow! Bagus juga ya rumah ini ternyata, apa istri Bos waktu itu tinggal disini juga?" tanya anak buah.


"Bisa jadi, kalau gak disini dimana lagi, kan cuma ini satu-satunya tempat penginapan di desa ini," jawab Bayu, "ya sudah sebaiknya kalian istirahat di kamar kalian sana," perintah Bayu.


Semua anak buah pun segera masuk ke dalam kamar mereka masing-masing di rumah itu ada tiga kamar cukup untuk mereka bertujuh.


Raorr-Raorr suara harimau diluar sana membuat salah satu anak buah Bayu terbangun. Saat itu waktu masih tengah malam.


"Suara apa itu?" Gumamnya dia melihat teman-temannya semua pada tertidur pulas. Orang kota itu memberanikan diri keluar kamar, dia ingin tahu ada apa diluar sana. Sedikit demi sedikit dia berjalan agar tidak menimbulkan bunyi sebab rumah itu, rumah panggung yang terbuat dari papan kayu.


Orang kota itu mengitip dari sela-sela papan yang berlubang. Matanya tertuju kepada dua harimau yang sedang berhadapan, orang kota tersebut sangat terkejut menyaksikan dua ekor harimau. Dia pun segera berlari kedalam kamarnya orang itu sangat ketakutan dia langsung bersembunyi dibalik selimut tebalnya.


"Aku tak percaya ini! Aku melihat dua harimau sekaligus." Batinnya.

__ADS_1


Ternyata harimau itu adalah Aulia dan Gavar mereka saling berhadapan.


"Sedang apa kau di desa ini?, aku sudah lelah memberitahu kepada bangsa kalian agar tidak kembali lagi ke desa ini, tetapi kau tidak pernah mendengarkan ucapan ku!. Apa kau ingin menyakiti penduduk desa ini!" ujar Aulia.


"Pertanyaan kau sangat tepat, saya datang memang ingin menggangu dan menghabisi nyawa manusia. Dan kau tahu itu dendam kepada desa ini tidak akan pernah hilang sampai kapan pun!." Gavar berjalan mengelilingi Aulia.


"Apa kau tidak merasa bersalah atau pun berdosa setelah menyakiti warga yang tidak berdaya seperti mereka?" tanya Aulia membentak.


"Itu semua bukan urusan saya, dendam bangsa kami kepada warga ini tidak akan pernah hilang! Sampai kapan pun!. Sebelum bangsa kami menghabisi mereka satu-persatu kami tidak akan pernah berhenti menggangu mereka!" Ujar Gavar.


"Kalau seperti ini aku akan menghabisi kau sekarang juga sebelum bangsa kalian menghancurkan desa ini!." Aulia dan Gavar saling bertarung mereka berdua berlari ke arah pegunungan di desa itu.


"Kau akan mati!" ucap Aulia dia mengangkat tangannya ingin menyerang Gavar dengan menggunakan ilmu sihir itu. Namun, ada seseorang yang menyelamatkan Gavar.


"Kau masih beruntung Gavar masih ada yang menyelamatkan mu, jika tidak kau pasti sudah mati!" Gumam Aulia.


Dengan cepat Aulia kembali ke desa. Subuh menjelang pagi Aulia sudah berada di rumahnya.

__ADS_1


"Hei! Kenapa kamu terlihat pucat? Apa kau sakit?" tanya Bayu kepada salah satu anak buahnya yang melihat harimau itu.


"Apakah kalian tidak mendengar semalam?" tanya anak buah Bayu.


"Mendengar apa? Kita semua tidak mendengar apa-apa semalam," sahut yang lainnya.


"Suara harimau! bahkan aku melihatnya semalam, sebab aku merasa penasaran. apakah kalian tahu? Aku melihat dua harimau, yang satunya putih dan yang satu kuning. Mereka seperti ingin bertarung!" ucap anak buah Bayu sambil bergidik ngeri.


"Kau ini ada-ada saja. Ya jelaslah disini ada harimau, ini kan desa apalagi dekat dengan pegunungan," ucap Bayu tidak percaya dengan perkataan anak buahnya tersebut.


"Tapi aku percaya sih Bos, apalagi waktu tadi malam aku melihat orang berlari kencang menuju semak-semak yang ada di jalanan desa," ucap yang lainnya.


"Apa hubungannya harimau dengan orang? Kalian ini sangat aneh!" ucap Bayu, "ya sudah kalau begitu kita harus pergi sekarang ke rumah Pak kades, kita akan tanya ada apa dengan desa ini!" ujar Bayu.


.


.

__ADS_1


Bersambung jangan lupa vote☺️


__ADS_2