
Pagi harinya Aulia, pergi berkebun bersama sang kakek. Pagi itu dia hanya melamun di pondok yang berada di kebun tersebut.
''Aulia ada apa dengan kamu?'' tanya sang kakek.
''Nggak apa-apa kek, Aulia masih kepikiran sama cerita kakek kemarin,'' sahut Aulia.
''Jika Aulia terus mengingat dan bertanya pasti dia akan tahu siapa dirinya, lebih baik aku diam saja,'' batin Pak Rahman.
''Ya sudah jangan di pikirkan terus lebih baik kamu bantu kakek saja,'' ujar Pak Rahman. Dibalik pepohonan ada seseorang sedang mengintai Aulia dan kakeknya.
''Kamu melihat apa?'' tanya Pak Rahman.
''Itu kek, perasaan Aulia gak enak seperti ada yang mengawasi kita dari balik pepohonan itu,'' sahut Aulia menunjuk ke arah pohon tersebut.
Pak Rahman pun melirik kiri kanan. Namun, dia tidak melihat siapa-siapa.
''Ya sudah kita pulang sekarang saja hari juga sudah mau sore,'' ujar Pak Rahman
Mereka berdua pun pulang.
...DESA TERLARANG...
Harimau putih berwujud manusia sedang berkumpul ingin melaksanakan salat magrib, tiba-tiba saja seorang murid bertanya kepada raja.
''Maaf guruku, saya ingin bertanya? apakah cucu Anda sekarang ini sudah dewasa?'' tanya seorang Murid, mereka tidak lagi seperti murid dan guru tapi mereka sudah seperti keluarga.
''Sudah, cucu saya sekarang ini sudah dewasa,'' sahut Sang guru. Setelah bertanya mereka pun mulai melaksanakan salat magrib.
__ADS_1
Tidak lama setelah salat, tiba-tiba seorang murid datang dengan tergesa-gesa napasnya memburu karena berlari.
''Guru di luar sedang ada pertarungan,'' ucap seorang murid.
para murid pun keluar dari bangunan bambu. Mereka segera membatu teman-temannya yang sedang bertarung diluar sana, malam itu mereka bertarung habis-habisan.
Ternyata di. Desa terlarang juga ada manusia biasa, tapi hanya mereka yang di izinkan tinggal di desa itu, karena mereka sangat ketakutan saat tinggal di desa mereka yang dulu, karena mereka selalu di ganggu oleh kawanan harimau kuning.
Meskipun mereka tahu, mereka juga hidup berdampingan dengan bangsa harimau. Tapi mereka selalu aman di desa itu. Tidak lama perkelahian pun selesai kawanan harimau kuning lari karena kalah menghadapi para harimau putih.
...DI DESA INDAH...
''Kamu kenapa? melamun saja dari tadi?'' tanya sahabat Aulia, yang bernama Bara. Karakter Bara di sini dia adalah sahabat yang baik dan lucu dia tidak pernah berkhianat kepada Aulia mereka sahabat dari kecil, saat ini mereka sedang duduk di sebuah pondok di kebun milik Bara.
''Aku tidak apa-apa akukan emang suka melamun,'' sahut Aulia.
Aulia mencoba menceritakan mimpinya semalam kepada sahabatnya itu, Aulia pun melirik kiri kanan agar tidak ada yang mendengar ceritanya.
''Kamu kenapa? lirik, kiri, kanan?'' tanya Bara yang tidak mengerti dengan tingkah Aulia.
''Tidak apa-apa, aku mau cerita sesuatu sama kamu,'' ujar Aulia.
''Cerita apa?'' tanya Bara.
''Semalam aku bermimpi bertemu harimau putih,'' sahut Aulia.
''Apa....
__ADS_1
Aulia pun dengan cepat menutup mulut bara karena suaranya terlalu keras.
''Suara kamu jangan keras-keras,'' ujar Aulia sambil melepaskan tangannya dari mulut Bara.
''Kamu benaran bermimpi bertemu mereka?'' tanya Bara karena dia belum bisa percaya sepenuhnya apa yang di katakan oleh Aulia.
''Benar aku gak bohong, apa lagi aku sempat melihat seseorang tadi malam di belakang rumah, pas waktu aku pergi mengambil air wudhu,'' ujar Aulia.
Bara hanya bisa terdiam mendengar cerita Aulia.
''Kenapa? kamu diam?'' tanya Aulia menatap Bara.
''Aku masih nggak percaya,'' sahut bara sambil Menggelengkan kepalanya.
''Ya wajar sih, kalau kamu gak percaya, kan yang mengalami semua itu aku, bukan kamu,'' ujar Aulia.
''Bukan seperti itu, tapi yang aku dengar dari warga, dan yang aku dengar dari keluarga ku tidak ada yang bisa bertemu dengan mereka, tapi kalau soal mimpi siapa pun bisa bermimpi, masalanya sekarang ini. Kamu langsung bisa melihat wujud aslinya menjadi manusia, tapi kamu tahu gak yang bisa melihat mereka, secara jelas adalah keturunannya saja,'' ujar Bara.
.
.
.
.
BERSAMBUNG JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENTAR VOTE BUNGA BINTANG FAVORIT TIPS NYA, HANYA CERITA FIKSI
__ADS_1