
Pak Rahman melarang keras agar Aulia untuk tidak lagi pergi ke bukit itu. Dia sangat khawatir terjadi sesuatu kepada Aulia.
''Cukup sekali! ini saja kamu ke sana jangan pernah lagi ke tempat itu!'' ujar Pak Rahman geram.
''Apa salahnya sih kek, Aulia kan cuma jalan-jalan saja lagian Bara juga ikut,'' sahut Aulia.
''Kamu jangan membantah kakek, kalau kakek bilang jangan tetap jangan!'' ujar Pak Rahman.
''Iya kek, Aulia minta maaf,'' ucap Aulia meminta maaf kepada kakaknya, dia pun berdiri dari duduknya dan masuk ke dalam kamar.
''Pak apa Bapak tidak terlalu keras sama Aulia? takutnya nanti dia sakit hati sama kita Pak,'' ujar Bu Lilis.
''Terus Bapak harus bagaimana Bu, Bapak takut Aulia kenapa-napa maka dari itu Bapak harus keras sama dia,'' sahut Pak Rahman.
''Ya sudah kita jadi perginyakan, ke kampung seberang buat menghadiri acara perkebunan itu?'' tanya Bu Lilis.
''Iya Bu, sekarang kita siap-siap dulu,'' sahut Pak Rahman bangkit dari tempat duduknya dia berjalan menuju kamar.
.
.
Aulia hanya berdiam diri di dalam kamarnya. Dia tidak mengerti kenapa kakeknya melarang dia pergi ke bukit itu.
''Kenapa? kakek terus melarang ku pergi ke bukit itu,'' batin Aulia dia terus bertanya-tanya dalam hatinya.
__ADS_1
''Aulia-Aulia,'' panggil Bu Lilis. Sambil mengtuk pintu kamar.
''Iya nek ada apa,'' sahut Aulia setelah membuka pintu kamar.
''Kakek sama nenek mau pergi ke. Desa seberang sebentar, kamu hati-hati ya di rumah,'' ujar Bu Lilis.
''Apa Harus malam ini nek, kenapa? tidak besok saja?'' tanya Aulia yang masih berdiri di pintu kamarnya.
''Kata mereka harus malam ini acara nya,'' sahut Bu Lilis.
''Ya udah kakek sama nenek hati-hati dijalan,'' ujar Aulia sambil mencium punggung tangan sang nenek.
Pak Rahman sudah menunggu sang istri di luar rumah dengan sepeda untanya. Tapi Aulia tidak berani mendekati sang kakek. Karna dia pikir, kakeknya masih marah.
Pak Rahman mulai mengayuh sepedanya meninggalkan rumah Aulia masih berdiri di depan rumahnya melihat sang kakek dan neneknya pergi.
Malam begitu cepat berlalu Aulia menunggu kakek dan neneknya pulang. Dia mondar mandir di depan pintu utama sesekali Aulia menoleh ke arah jam yang ada di dinding ruangan itu.
"Kakek sama nenek kenapa? belum pulang juga ya, apa sebaiknya aku susul saja," batin Aulia.
Aulia pun pergi menyusul kakek dan neneknya. Tapi Aulia tidak tahu acara itu di adakan di desa mana.
"Aulia kamu mau kemana?" tanya Bara yang melihat Aulia terburu-buru.
"Temani aku sebentar yok aku mau menjemput kakek sama nenek di kampung seberang, katanya disana sedang ada acara perkebunan gitu, tapi jam segini belum juga pulang," ujar Aulia.
__ADS_1
"Ya udah ayo," sahut Bara.
Mereka pun berjalan berdua menuju perkampungan itu.
"Kamu tahu tidak kampung seberang yang mana kakek kamu pergi?'' tanya Bara yang terus berjalan.
"Itu dia aku gak tahu, kampung seberang mana mereka pergi, Karena kampung seberang itukan banyak" sahut Aulia.
*****
Berapa warga yang sedang ngobrol dijalan setempat bertanya? kepada Aulia dan Bara.
"Aulia kalian mau kemana?" tanya warga itu.
"Mau mencari kakek sama nenek saya Pak soalnya dari magrib tadi mereka pergi sampai sekarang mereka belum pulang juga," sahut Aulia.
"Wah! jangan-jangan kakek kamu pergi ke desa yang melintasi sungai itu, karena di desa itu yang sedang ada acara, bahaya itu Aulia sebaiknya kamu cepat kesana," ujar warga itu.
Aulia pun langsung berlari ke tempat yang di katakan oleh warga. Tidak lama Aulia sama Bara sampai ke tepian sungai tersebut, mereka melihat dari seberang sungai sudah ramai dengan warga.
"Aulia ada apa di seberang sana?" tanya Bara.
"Aku tidak tahu, dari sini tidak kelihatan" sahut Aulia.
BERSAMBUNG
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE NYA DAN KOMENTAR VOTE BUNGA BINTANG FAVORIT
HANYA CERITA FIKSI