Harimau Aulia

Harimau Aulia
Kerajaan Bagaskara


__ADS_3

Pagi itu. Bu Lilis menyiapkan sarapan pagi buat Aulia. Tapi Aulia belum juga keluar dari kamarnya. Bu Lilis menoleh ke arah kamar belum ada tanda-tanda bahwa Aulia akan keluar dari kamar itu. Bu Lilis berjalan mendekati pintu kamar. Mengangkat tangan untuk mengetuk pintu.


''Aulia apa? kamu ada dikamar?'' tanya Bu Lilis. Namun tidak ada jawaban dari dalam kamar. Bu Lilis mencoba membuka pintu kamar tapi pintunya di kunci.


''Kenapa? pintunya di kunci tidak seperti biasanya,'' batin Bu Lilis.


Sekali lagi dia memanggil Aulia tapi tetap saja tidak ada jawaban. Bu Lilis pun meninggalkan kamar Aulia.


''Nenek,'' ujar Aulia.


''Aulia kamu dari mana?'' tanya Bu Lilis.


''Maaf nek Aulia ketiduran tadi,'' sahut Aulia.


''Ya sudah ayo kita makan,'' ajak Bu Lilis.


Aulia menganggukkan kepalanya dia langsung duduk di kursi meja makan dia pun mulai memakan sarapannya yang telah di siapkan oleh Bu Lilis.


''Nenek kenapa? tidak makan?'' tanya Aulia.


''Nenek sudah makan tadi, sekarang nenek mau pergi berkebun dahulu soalnya ada sayur yang belum nenek tanam,'' sahut Bu Lilis.


''Baiklah nanti Aulia akan datang ke kebun,'' ujar Aulia.


Bu Lilis pun langsung pergi ke kebunnya disana sudah Ramai dengan orang-orang yang juga berkebun di kebun mereka, hari itu cuaca sedikit mendung tapi Bu Lilis terus menanam sayurnya. Satu jam kemudian Aulia pun sampai ke kebun untuk membantu sang nenek.


''Nenek apa yang harus Aulia kerjakan?'' tanya Aulia.


''Kamu tolong tanam sayur itu di sebelah sana,'' ujar Bu Lilis sambil menunjuk ke tanah yang kosong yang sudah siap untuk di tanamkan sayur.


.


Cagar alam Beringin sati, wilayah bangsa harimau kuning murid-murid harimau kuning sedang menghadap tuanya, Raja Bagaskara.


''Apa yang sedang kalian lakukan kenapa kalian tidak menghabisi! warga desa itu agar kita bisa lebih cepat untuk mendapatkan kitab itu!,'' ujar Bagaskara Marah kepada murid-muridnya.


''Maaf guru, kita berempat tidak mampu melawan Aulia ilmunya sangat tinggi, bahkan dia juga mempunyai teman yang juga berilmu tinggi bahkan dia juga tahu kami datang malam itu,'' ujar Anak murid yang bernama Gavar.


''Mengapa kalian bisa kalah dengan bocah! ingusan itu mereka hanya berdua sedangkan kalian berempat kenapa bisa kalah!'' ujar Bagaskara semakin marah.


''Ilmu mereka tinggi guru,'' sahut murid lainnya.


''Baiklah, apa lagi yang kalian ketahui di desa itu?'' tanya Bagaskara.


''Kami membawa kabar buruk duru di desa seberang muncul seekor ular besar, kami tidak tahu itu ular biasa atau siluman,'' sahut Gavar.

__ADS_1


''Hemm. Ternyata dia juga menginginkan kitab itu,'' sahut Bagaskara berjalan di sebelah murid-muridnya.


''Siapa dia guru?'' tanya Gavar sambil berdiri berapa meter di belakang sang guru.


''Dia alah Sanca sang Ratu ular dia cukup berbahaya tapi kalian jangan khawatir dia sekutu dengan kita,'' ujar Bagaskara.


''Itu sangat bagus guruku, kita bisa minta bantuan darinya,'' ujar Gavar.


Semua murid pun tersenyum jahat setelah mendengar bahwa si Ratu ular bersekutu dengan mereka.


''Baiklah malam ini saya akan menjamui dia sang Ratu ular,'' ucap Bagaskara menyeringai jahat.


Malam itu Bagaskara bersemedi di ruang rahasianya dia memanggil ular besar itu untuk mendatanginya ke istananya.


Dengan cepat sang Ratu ular melasat ke hutan itu dan masuk ke dalam kerajaan Bagaskara dengan wujud ular Murid-murid Bagaskara menyambut ke datangannya karena sudah di perintahkan oleh guru mereka.


''Selamat datang Ratu Sanca ke kerajaan saya,'' ucap Bagaskara.


''Ada apa? kau memanggilku tuan Bagaskara?'' tanya Sanca sang Ratu.


''Bisakah kau mengubah wujud mu, jangan seperti binatang yang menjijikkan seperti itu,'' ucap Bagaskara menatap lurus ke arah Ratu ular.


Bagaskara turun dari singgasananya berjalan mendekati sang Ratu.


''Saya hanya ingin bantuan dari Anda Ratu Sanca,'' ujar Bagaskara.


''Merebut kitab harimau putih yang sekarang ini berada di tangan pemuda yang bernama Aulia,'' ujar Bagaskara.


''Iya saya pernah mendengar namanya, tapi saya belum pernah orangnya seperti apa? dia, saya datang juga menginginkan kitab itu,'' sahut Ratu.


''Bagaimana kalau kita menyatakan kekuatan kita agar kita bisa merebut kitab itu dan kita bisa mempelajari kitab itu bersama,'' ucap Bagaskara menyeringai.


Sang Ratu ular menganggukkan kepalanya dia setuju dengan perkataan dari Bagaskara.


Sang Ratu ular pergi dari kerajaan Bagaskara dengan wujud ularnya dia melesat dengan cepat dan menghilang.


''Guru apa? guru akan memberikan kitab itu kepada Ratu Sanca?'' tanya Gavar murid kesayangan Bagaskara.


''Hahahahah.. Itu sangat konyol bagaimana bisa seorang raja Bagaskara mau berbagi dengan siluman ular yang menjijikkan itu, setelah mendapatkan kitab itu saya akan menghabisinya,'' ujar Bagaskara.


Gavar sang murid tersenyum miring.


.


.

__ADS_1


.


......DESA INDAH......


Aulia sedang mengobrol dengan Bara di kaki bukit dimana Aulia pernah membawa Bara waktu itu. Mereka membicarakan tentang takdir mereka masing-masing mereka tidak menyngka dunia begitu tidak adil buat mereka.


''Aku tidak tahu kenapa? aku di takdirkan seperti ini aku hanya ingin menjadi manusia biasa tanpa beban tidur nyenyak tanpa pikiran tapi semua itu tidak akan aku dapatkan,'' ucap Aulia.


''Lebih parah lagi diriku, yang dahulunya aku manusia biasa tiba-tiba berubah seperti dirimu,'' sahut Bara sambil menatap langit malam yang penuh dengan bintang-bintang.


''Kalau kamu tidak seperti ini kamu akan mati dan aku akan tinggal sendiri tanpa adanya seorang sahabat seperti kamu,'' ujar Aulia.


''Ternyata kamu begitu takut kehilangan ku,'' sahut Bara tersenyum.


''Bukan takut hanya sepi saja,'' ujar Aulia.


Saat mereka bercanda, sebuah kekuatan jahat hampir saja mengenai Bara.


''Bara awas!'' ujar Aulia mendorong tubuh Bara agar menghindari kekuatan itu.


''Keluar kau jangan jadi pengecut seperti ini!'' gertak Aulia.


Makhluk itupun muncul dia adalah Sanca sang Ratu ular dia begitu besar dan mengerikan.


''Ternyata kaulah yang bernama Aulia Raja itu? sang pemuda tampan berwujud harimau putih,'' ujar Sanca sang Ratu menatap tajam ke arah Aulia dan Bara.


''Apa yang kau inginkan dari kami?'' tanya Aulia.


''Gampang saja berikan kitan itu kepada ku!'' ujar Sanca.


''Tidak akan pernah terjadi,'' sahut Aulia mengeluarkan ilmu tenaga dalamnya dan mengarahkan kepada Sanca. Tapi tidak mengenai dirinya dia begitu cepat melesat kesana-kemari.


''Kalian berdua tidak akan bisa mengalahkan ku,'' melibaskan ekornya ke arah Aulia dan Bara membuat mereka berdua terbanting berapa meter dari tempat mereka berdiri. Dengan susah payah Aulia dan Bara bangkit, dengan cepat Bara mengerakan tangannya mengeluarkan ilmu dan langsung mengarahkan kepada Sanca membuat Sanca tidak berdaya mereka berdua merubah wujud menjadi harimau putih langsung menyerang Sanca membuat tubuh Sanca terluka parah akibat cakaran Aulia dan Bara.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


...BERSAMBUNG... JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENTAR VOTE BUNGA BINTANG FAVORIT TIPS NYA, HANYA CERITA FIKSI...


__ADS_2