Harimau Aulia

Harimau Aulia
Kitab harimau putih


__ADS_3


''Aulia, kejadian apa tadi diluar?'' tanya bu Lilis bangkit dari tempat duduknya.


''Biasalah nek, harimau itu datang lagi untuk mengganggu warga desa,'' jawab Aulia sambil duduk di samping sang nenek.


''Kok mereka bisa muncul lagi, di desa ini apa yang sebenarnya mereka inginkan dari kita?'' tanya bu Lilis.


''Entahlah nek, Aulia juga tidak tahu apa yang mereka inginkan,'' jawab Aulia, ''yaudah nek Aulia masuk kamar dahulu mau istirahat,'' ucapnya bangkit dari duduknya berlalu pergi.


Sampainya di kamar Aulia mengeluarkan kitab harimau itu dari dalam tubuhnya. Mungkin dia ingin mempelajari kitab itu lagi karena dia tahu musuhnya akan terus bertambah.


DI TEMPAT LAIN


Macan kumbang masih mengintai Aulia karena dia tahu malam ini Aulia akan mengeluarkan kitab itu.


''Saya harus mendapatkan kitab itu malam ini juga, dengan kitab itu saya akan lebih mudah untuk menghabisi! Aulia,'' ucap Elgar sang macan kumbang.


Malam itu Elgar berhasil memasuki rumah Aulia, dia terus menyelinap masuk ke dalam rumah itu.


''Dimana kau Aulia,'' batin Elgar sambil terus melangkahkan kakinya.


Aulia pun mengetahui bahwa siluman macan kumbang berada di sekitar rumahnya. ''Berani sekali dia masuk ke dalam rumah ku!'' batin Aulia kembali membuka matanya.

__ADS_1


Aulia segera keluar dari kamarnya dia melihat Elgar, di didalam rumahnya. Dengan cepat Aulia membawa Elgar pergi dari rumah itu dengan cara menghilang.


''Berani sekali kau masuk ke dalam rumah ku! tanpa izin dariku, apa kau tidak malu masuk dengan cara seperti itu?'' tanya Aulia menatap lurus Elgar.


''Aku datang hanya ingin kau mati! Aulia.'' Elgar menatap Aulia.


''Kau datang hanya ingin menghabisi ku? apa maksud mu sebenarnya. Aku tidak punya urusan dengan mu,'' jawab Aulia.


''Kau memang tidak punya urusan dengan ku, tapi aku punya urusan dengan orang tua mu. Aku ingin membalas dendam ini kepada mu dan juga kepada murid-murid kakek mu!'' ucap Elgar dengan marah.


Ternyata Elgar datang tidak sendirian sang adik juga berada di sana, hanya saja dia tidak menampakkan dirinya didepan Aulia.


''Aku akan mengambil kitab itu sekarang juga,'' batin Aleen adik dari Elgar manusia macan kumbang.


''Kau anak muda yang sangat ceroboh Aulia, kitab sakti ini kau taruh begitu saja!'' ucap Aleen.


''Aulia apa kau masih di kamar?'' tanya bu Lilis melihat pintu kamar terbuka.


''Si tua itu masih terjaga rupanya! aku harus mengambil kitab ini dengan cepat,'' ucap Aleen.


Saat bu Lilis membuka pintu kamar Aulia, matanya melebar saat melihat orang lain yang berada di kamar cucunya.


''Siapa kau? berani masuk kedalam kamar cucuku!'' ucap bu Lilis.

__ADS_1


Tanpa jawaban, Aleen mengeluarkan sihirnya melemparkan sihir itu ke arah bu Lilis. Membuat bu Lilis terpental keluar kamar hingga mulutnya mengeluarkan darah. Setelah menghabisi bu Lilis, Aleen langsung pergi dari sana sambil membawa kitab itu.


Pertarungan Aulia dan Elgar terhenti saat Aleen memperlihatkan kitab itu berada di tangannya.


Aulia sangat terkejut melihat kitabnya berada di tangan Aleen. Aulia memegang dadanya dia begitu lupa menyimpan kitab itu kembali.


''Kau berhasil mendapatkan kitab itu?'' tanya Elgar tersenyum kepada adik perempuannya.


Aleen menganggukkan kepalanya dan tersenyum.


''Kembalikan kitab itu kepada ku! jika kalian tidak ingin mati sia-sia!'' ucap Aulia.


''Sebelum kau mengambil kitab ini kembali, lebih baik kau pulang. Dan lihatlah keadaan nenek mu!'' ucap Aleen.


Aleen dan Elgar menghilang dari pegunungan itu membawa kitab bersamanya.


.


.


.


.

__ADS_1


BERSAMBUNG tolong naikin popularitasnya karya ini☺️


__ADS_2