
Semua bangsa macan kumbang tertawa terbahak-bahak melihat Aulia hanya meminta bantuan kepada seekor elang.
Mereka tidak mengetahui bahwa elang itu adalah sebuah pedang yang banyak di incar para siluman karena kesaktiannya.
"Aulia-Aulia kau hanya mengandalkan elang itu untuk membantu mu. Beribu-ribu elang pun tidak akan bisa menghabisi ku!" ucap Elgar tertawa.
"Kau belum tahu siapa elang ini, jika kau mengetahuinya maka ku pastikan bangsa mu tidak akan selamat satupun! lebih baik kau serahkan kitab itu kepada!'' ucap Aulia.
"Kitab ini sudah menjadi milikku!" bentak Elgar, " serang mereka, mereka adalah harimau-harimau dari Raja Agra yang sudah menghabisi keluargaku!" ucap Elgar kembali menyerang Aulia dan Bara begitu juga dengan teman-temannya.
"Kalian semua tidak tahu malu, menyerang kami beramai-rama tapi, tidak apa-apa aku akan meladeni kalian semua." Bara mulai siap-siap untuk menyerang.
Aulia masih tidak menggunakan pedangnya, dia tidak ingin menggunakan pedang itu lebih dulu. Mereka kembali mengubah wujud mereka masing-masing dan kembali bertarung, Aulia ingin kitab itu kembali kepadanya, sihir-demi sihir di keluarkan oleh mereka karena mereka sama-sama kuat, membuat mereka berdua terhempas jauh dari tempat mereka berdiri.
"Aku sudah bilang bahwa kau tidak akan bisa menghabisi ku!" ucap Elgar kembali menyerang Aulia dengan sihirnya membuat Aulia terpental dan tubuhnya terlempar ke arah pohon.
''Ahh.'' Aulia mengerang kesakitan tubuhnya seakan patah karena pohon itu.
Aulia menguatkan dirinya untuk berdiri, elang itu terbang ke arah Aulia dan berdiri di tangannya.
''Apa kau ingin menghabisi saya dengan elang itu? hahahahha.'' Elgar tertawa.
''Tentu saja aku akan menyerang mu dengan elang ini, jika engkau memberikan kitab itu, kepadaku dengan cara baik-baik aku tidak akan melakukannya!'' ucap Aulia.
__ADS_1
''Lakukan saja, kau pikir aku takut dengan ancaman yang kau lontarkan itu, tidak akan!'' bentak Elgar. Saat Elgar mengeluarkan ilmu sihirnya.
Dengan cepat Aulia memegang elang itu, seketika itu juga elang tersebut berubah menjadi sebuah pedang pusaka permata putih, yang selama ini para siluman mengincarnya.
Elgar sangat terkejut matanya terbelalak menyaksikan seekor elang berubah menjadi pedang yang dia sendiri sangat menginginkan pedang itu, Elgar pun menarik kembali sihirnya. Para siluman macan kumbang menjauh dan mundur dari Aulia dan Bara mereka sangat takut melihat pedang tersebut. Sebab mereka tahu pedang itu akan menghabisi mereka.
''Dari mana engkau bisa mendapatkan pedang itu?'' tanya Elgar dengan mata yang memerah dan wajah yang pucat.
''Kau tidak perlu tahu dari mana saya mendapatkan pedang ini, yang jelas ini adalah milikku!'' jawab Aulia.
''Elgar, lebih baik kita pergi dari tempat ini, daripada kita mati!'' teriak teman-temannya.
''Aulia jika kau berani memainkan pedang itu ke arah ku, aku pastikan kitab ini tidak akan kembali kepada mu!'' ucap Elgar keringat dingin mulai mengalir di wajahnya.
''Pantas saja para siluman sangat menginginkan pedang itu, kekuatannya begitu sangat luar biasa,'' jawab yang lain.
Elgar yang tidak mendengarkan perkataan teman-temannya untuk pergi dari sana, Elgar mengeluarkan ilmu sihirnya dia melemparkan sihir ke arah Aulia.
''Kau benar-benar tidak bisa di ajak baik-baik, kalau itu yang kau inginkan, baiklah aku akan melawan mu!'' Aulia bersiap-siap untuk menyerang Elgar.
Semua teman-teman Elgar mengeluarkan ilmu sihir mereka masing-masing, saat sihir itu di lemparkan ke arah Aulia dan Bara, di situlah Aulia menghayunkan pedangnya. Hingga membuat Elgar dan teman-temannya terpental jauh, seketika itu juga kitab itu keluar dari dalam tubuh Elgar. Dengan cepat Aulia berlari ke arah Elgar dan mengambil kitab itu.
Bara memperhatikan Aulia, saat ini dia melihat Aulia sangat keren dan kagum karena Aulia bisa mengendalikan pedang itu dengan sangat baik. Kini kitab sudah berada di tangan Aulia, dan Aulia segera memasukkan kitab itu ke dalam tubuhnya. Bara berlari ke arah Aulia yang masih berdiri di dekat Elgar.
__ADS_1
''Aulia apa mereka semua mati?'' tanya Bara dengan tangan yang masih memegang dadanya.
''Aku tidak tahu, kita harus memperiksa keadaan mereka satu-persatu,'' ucap Aulia tangannya masih memegang pedang tersebut, '' wahai elang temanku kembalilah ke wujud semula mu,'' ucap Aulia melihat pedangnya.
Dengan cepat pedang tersebut berubah menjadi seekor elang dia pun terbang mendekati Bara dan berdiri di pundaknya.
''Langit, apa kau tidak lihat kalau aku ini lagi sakit, kau malah berdiri di pundaku,'' ucap Bara.
Aulia tersenyum melihat tingkah sahabatnya yang sedang bercanda dengan seekor elang. Aulia mendekati Elgar dia ingin memperiksa keadaannya. Namun, tiba-tiba saja kabut hitam membawa Elgar menghilang.
''Makhluk apa itu Aulia?'' tanya Bara yang juga melihat kabut itu.
''Ayo! Bara kita harus pergi dari tempat ini, perintahkan semua murid kakek untuk pergi dari sini secepat mungkin!'' perintah Aulia.
Dengan cepat Bara berlari menuju pagar gaib hutan mati.
.
.
.
Bersambung
__ADS_1
besok akan ada cerita baru tolong dukungannya ya, yang berjudul PENGANTIN 30 HARI terimakasih