Harimau Aulia

Harimau Aulia
Mengincar pedang


__ADS_3

Malam itu semua orang sudah tidur begitu juga dengan Bara. Malam itu juga Ratu sanca memerintahkan muridnya untuk mendatangi rumah Bara. sang Ratu juga datang bersama muridnya.


''Ratu apa rencana Ratu selanjutnya?'' tanya sang murid.


''Saya ingin mendatangi rumah wanita jahat itu yang melebihi jahatnya dariku!'' ucap sang Ratu.


''Baik Ratu kami akan pergi bersama dengan mu,'' ucap sang murid.


Mereka pun menghilang secara tiba-tiba para siluman sudah berada di rumah Bara. Hanya saja Bara tidak menyadari kehadiran siluman ular tersebut di rumahnya.


Dengan cepat Ratu sanca memberikan ilmu jahat kepada ibu Bara ilmu itu membuat dirinya sangat jahat, ilmu itu juga membuat dia mengetahui Bara dan Aulia adalah harimau putih.


Tidak lama para siluman ular pergi dari rumah itu, mereka kembali ke kerajaan bawah air.


''Ratu apa saya boleh bertanya?'' tanya sang murid.


''Silahkan wahai murid ku, apa yang ingin kau tanyakan,'' ucap sang Ratu.


''Ilmu apa yang Ratu berikan kepada wanita itu?'' tanya sang murid kepada Ratunya.


''Ilmu kejahatan dan kebencian terhadap para harimau putih, saya ingin wanita itu yang menghabisi anaknya sendiri!'' sahut sang Ratu.


''Setelah itu apa yang akan terjadi Ratu?'' tanya sang murid.


''Dia akan melakukan semua perintah saya, saya juga akan memerintahkannya untuk memporak-porandakan semua desa!'' ucap Ratu sanca.

__ADS_1


Murid dan pengawal tersenyum mendengar perkataan Ratunya.


Siang harinya seperti biasa Bara dan Aulia bertemu di kebun orang tua Bara, Aulia menceritakan semua kejadian semalam yang terjadi di rumahnya.


''Terus nenek kamu gak apa-apakan?'' tanya Bara.


''Iya untungnya nenek tidak apa-apa, hanya saja siluman itu, memperingati nenek,'' sahut Aulia.


''Apa kata mereka?'' tanya Bara.


''Mereka akan menghabisi kita, dan juga warga desa. Mareka tetap berkata yang sama,'' sahut Aulia.


Bara dan Aulia tidak mengetahui kalau ibu Bara mendengar percakapan mereka berdua di kebun itu.


''Siapa disana!'' ujar Bara sambil berjalan mendekati pohon-pohon yang di kebun tersebut.


''Ibu! buat apa ibu disini, bukannya tadi ibu ada di rumah sejak kapan ibu datang?'' tanya Bara mengerutkan keningnya.


Tapi Bara tidak berprasangka buruk kepada ibunya karena menurutnya itu bisa terjadi dan dia juga tidak merasa aneh terhadap ibunya.


''Kamu sendiri ngapain disini sama Aulia?'' tanya sang ibu.


''Aku sama Aulia memang disini dari tadi, ada yang ingin aku ceritakan sama dia,'' sahut Bara.


''Ya udah ibu pulang dahulu, nanti cepat pulang ya ibu sudah masak buat kamu,'' ucap Buk Ina lalu pergi.

__ADS_1


Bara hanya menganggukkan kepalanya, dia pun kembali mendekati Aulia.


''Bara aku lihat ibu mu, sedikit aneh apa ibu mu sedang sakit?'' tanya Aulia sambil melihat ke arah ibu Bara yang berjalan menjauh.


''Gak kok, ibu aku baik-baik saja,'' sahut Bara.


Aulia menganggukkan kepalanya.


''Ya sudah kalau gitu aku pulang dahulu ya, nenek juga masih sakit,'' ujar Aulia bangkit dari tempat duduknya.


Tidak lama Aulia sampai di rumahnya dia pun segera masuk kedalam kamar sang nenek, dia melihat neneknya masih istirahat.


DI KERAJAAN BAGASKARA


''Ayahnda dimana letak pedang pusaka permata putih itu, saya ingin memiliki pedang tersebut!'' ucap Aidan.


''Pedang tersebut berada di. Gua tujuh tapi belum ada para siluman yang pergi ke sana, bahkan para harimau putih juga belum ada yang kesana,'' sahut Raja Bagaskara.


.


.


.


.

__ADS_1


. BERSAMBUNG


__ADS_2