Harimau Aulia

Harimau Aulia
warga yang melihat harimau


__ADS_3

''Siapa pelakunya tidak mungkin bagsa kita, pasti ini muridnya Bagaskara,'' ucap Bara.


Aulia dan Bara mereka segera pergi mencari ke hutan yang tidak jauh dari rumah warga yang di terkam harimau itu.


''Keluar kalian!'' ujar Aulia sambil melihat sekeliling hutan tersebut.


Ngaum-ngaum... Dua ekor harimau kuning mendekati Aulia dan Bara mereka berdua bersiap-siap ingin menyerang.


''Apa? yang telah kalian lakukan kepada warga yang tidak bersalah itu kenapa? kalian mengganggu mereka?'' tanya Aulia.


''Apa kalian berdua lupa dengan kata-kata guru kami, bahwa kami akan menghabisi mereka semua termasuk kalian berdua,'' ujar harimau kuning tersebut.


''Kau tidak tahu malu, menyakiti warga yang lemah dan tidak berdaya seperti mereka, dan kalian juga tidak tahu malu makan di rumah mereka setelah itu kalian habisi mereka Siluman seperti apa kalian!'' ujar Bara mengejek harimau kuning tersebut.


''Kurang! ajar,'' ucap harimau kuning langsung menyerang Bara dan Aulia di tengah hutan tersebut.


Warga yang tidak terlalu jauh dari hutan itu mendengar suara orang bertarung.


''Pak apa? Kalian mendengar bunyi itu seperti orang yang sedang berkelahi di hutan sana,'' ujar seorang warga.


''Benar pak ayo kita lihat kesana,'' sahut warga lainnya.


Mereka pun pergi bersama-sama melihat apa yang terjadi di hutan itu, warga tidak pernah mendengar perkelahian sekarang mereka menyaksikannya dengan mata kepala mereka.


''Astagfirullahaladzim, apa? itu harimau pak?'' tanya warga yang masih belum percaya dengan apa yang dia lihat.


''Benar pak itu harimau, dua harimau putih pak,'' sahut warga lainnya.


Aulia dan Bara mengetahui bahwa warga melihat mereka, mereka pun pergi dari hutan dan menjauh dari warga.


Siang harinya warga yang sedang ngobrol di warung Gadis menceritakan tentang semalam bawah ada orang desa seberang melihat harimau putih sedang bertarung di hutan seberang.

__ADS_1


Beritanya begitu cepat tersebar sehingga anak dari kota itu mengetahui ceritanya.


''Apa gue bilang harimau gaib itu ada,'' ujar Sadam kepada teman-temannya yang sedang sarapan pagi di warung Gadis.


''Maksud lo harimau gaib seperti apa?'' tanya Kenzo.


''Lo harimau gaib saja gak tahu, seperti harimau jadi-jadian,'' sahut Sadam.


''Tapi aku masih tidak percaya kalau dunia modern seperti ini masih ada hariamu gaib,'' ujar Naura.


''Iya gue juga gak percaya,'' sahut Kaila.


''Karena kalian berdua masih belum melihatnya, saksinya udah adakan,'' ujar Sadam.


''Mas kalian masih juga mencari obat-obatan di hutan?'' tanya salah satu warga kepada anak kota tersebut.


''Masih pak, kenapa? emangnya pak?'' tanya Sadam.


''Pak apa? harimau itu benar-benar ada apk?'' tanya Kaila.


''Ada mbak tadi malam saja ada warga yang melihat harimau itu,'' sahut warga.


''Tukan apa yang gue bilang, Kalian gak percaya sih,'' ujar Sadam.


Semua warga dan juga anak kota itu pulang ke rumah tempat mereka tinggal, mereka berempat duduk di ruang tamu rumah itu.


''Apa sebaiknya kita pulang ke kota saja dari pada kita ketakutan seperti ini mendingan kita pulang,'' ujar Kaila.


''Iya aku setuju sama kamu Key,'' sahut Nura.


''Terus bagaimana dengan pekerjaan kita disini bisa sia-sia pekerjaan kita,'' ujar Kenzo.

__ADS_1


''Tapi kita gak mau mati sia-sia disini,'' sahut Kaila.


''Oke baiklah, gue telepon bos dahulu biar kita izin pulang,'' ucap Sadam.


Sadam pun menghubungi bos mereka di kota tidak lupa memperkeras volume suara agar Kenzo Naura dan Kaila mendengar perkataan bos mereka.


''Bos kita semua izin pulang bos kita udah gak sanggup untuk tinggal di desa ini lebih lama lagi,'' ujar Sadam.


''Emangnya kenapa? kalian mau pulang bukannya di desa itu enak?'' tanya bos mereka.


''Gak bos kita izin pulang saja,'' sahut Sadam.


''Gak bisa gitu kalian masih terikat kontrak sama pekerjaan ini kalian harus tinggal di situ selama dua bulan lagi,'' ujar sih bos menambah waktu mereka di desa itu.


''Apa? bos tidak bisa gitu dong bos!'' ujar Sadam.


''Bos-bos halo bos,'' teriak Sadam ternyata ponsel sudah di matikan oleh bos mereka.


.


.


.


.


.


.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2