
''Saya sudah bilang ini bukan urusan mu!'' ucap Gavar.
''Jika berhubungan dengan manusia. Maka ini adalah urusan ku, apa kau tidak mendengar!'' sahut Aulia.
Gavar langsung menyerang Aulia mereka berdua bertarung di gunung itu. Anak kecil tersebut mendengar pertarungan dia pun mendekati asal suara tersebut.
Anak kecil itu pun menyaksikan pertarungan Aulia dan Gavar saat itu Aulia mengubah wujudnya menjadi harimau, betapa terkejutnya si anak kecil melihat harimau jadi-jadian.
''Sudah cukup! pertarungan ini, kau harus tahu Aulia wanita itu adalah istriku,'' ucap Gavar dengan napas naik turun.
Aulia sangat terkejut mendengar perkataan Gavar bahwa wanita itu adalah istrinya.
''Apa yang kau katakan!, bagaimana bisa seorang siluman! menikah dengan seorang manusia!'' ucap Aulia.
''Saya tahu saya salah, tapi kami saling mencintai saya menikahinya dengan cara diam-diam,'' sahut Gavar.
''Jika kau mencintainya, kenapa kau membunuhnya di depan anak itu!... Tunggu apa anak itu anak mu?'' tanya Aulia menatap Gavar.
Gavar menganggukkan kepalanya, sambil berkata ''Saya tidak mungkin membunuh istri saya itu karena saya menikahi seorang manusia, saya datang ke gunung ini untuk melindunginya tapi ternyata saya tidak bisa.''
Aulia teringat perkataan Gantala bahwa tidak ada bangsa harimau manapun yang bisa menikahi manusia.
__ADS_1
''Dan ingatlah Aulia bagaimana pun kau tetaplah musuhku!'' ucap Gavar dan menghilang.
Aulia kembali berjalan mendekati anak kecil dan wanita muda tersebut wanita itu sudah meninggal Aulia melihat bagaimana tubuh wanita itu seperti di cakar oleh Harimau padahal Gavar tidak membunuh istrinya.
Aulia mengangkat tubuh wanita itu membawanya turun dari pengunungan. Tapi cintanya kepada Naura membuat dia teringat jelas di pikirannya.
''Apakah jika aku menikahi Naura, nasibnya akan seperti ini. Aku tidak bisa membayangkannya jika ini terjadi kepada orang yang aku cintai,'' batin Aulia.
Tidak lama Aulia pun sampai di rumah wanita muda itu, orang tua sang wanita menangis melihat keadaan anak perempuannya dengan luka cakar di sekujur tubuhnya. Setelah mengatar wanita itu Aulia pun pergi dari rumah tersebut.
Anak kecil itu melihat Aulia pergi dari rumahnya tapi dia tidak memberitahu kalau dia melihat Aulia berubah menjadi harimau di gunung itu.
''Aulia kamu sudah pulang?'' tanya Bu Lilis keluar dari kamarnya.
''Udah nek, ayo kita makan dulu nek Aulia sudah masak,'' ucapnya.
Sang nenek pun duduk di kursinya mereka berdua mulai menikmati makanan siang itu.
''Aulia kenapa dengan dagu kamu terluka?'' tanya Bu Lilis.
''Tadi Aulia habis memperbaiki pondok di kebun kita, mungkin kena kayu,'' sahut Aulia.
__ADS_1
Setelah selesai makan Aulia mendekati neneknya yang berada diluar rumah.
''Aku tidak mungkin bisa meninggalkan nenek sendirian di rumah saat ini, nenek sedang sakit. Tidak mungkin aku membicarakan tentang Gua tujuh itu, ini bukan waktu yang tepat untuk memberitahunya,'' batin Aulia.
''Ada apa? Kenapa kamu melihat nenek seperti itu, apa ada yang ingin kamu bicarakan?'' tanya Bu Lilis.
''Apa nenek sudah sehat?'' tanya Aulia sambil tersenyum ke arah neneknya.
''Alhamdulilah nenek sudah sehat, besok nenek juga sudah bisa pergi kekebun,'' sahut Bu Lilis.
''Nenek jangan pergi kebun dulu, untuk berapa hari ini biar Aulia saja yang mengurus kebun nenek istirahat saja di rumah,'' ujar Aulia.
.
.
.
.
BERSAMBUNG
__ADS_1