Harimau Aulia

Harimau Aulia
dua jiwa dalam satu tubuh


__ADS_3

"Kalian semua sudah pada gila apa? kalian masih saja percaya cerita begituan!" Hardik Bayu.


"Bos kita semua sudah mendengarnya," jawab anak buah.


"Iya benar kita semua memang sudah mendengarnya, tapi apa kita sudah melihatnya? Tidak kan? jadi jangan pernah percaya cerita seperti itu!" Ucap Bayu.


Tiring panggilan telepon dari istri Bayu.


"Iya ada apa sayang?" tanya Bayu setelah panggilannya tersambung.


"Sayang aku sama Kaila sudah berada di desa ini, sebentar lagi aku akan sampai ke tempat kamu," ucap sang istri.


"Apa? Kamu benar-benar datang kemari?" tanya Bayu.


"Iya sayang kan aku sudah bilang sama kamu," jawab sang Istri sambil mematikan ponselnya.


DI PERJALANAN DESA INDAH


Para warga melihat sebuah mobil memasuki desa ini.


"Siapa lagi mereka? kenapa orang kota semakin ramai datang ke desa kita ini?" tanya seorang warga yang sedang ngobrol di halaman rumah mereka.


"Entahlah Pak, kita juga tidak tahu, semakin banyak orang kota datang, maka desa kita ini semakin tidak aman," ujar seorang warga.


"Saya juga sempat dengar Pak, kalau orang kota itu membunuh seekor harimau putih di hutan," Ucap seorang warga.


"Yang benar Pak!" tanya warga lainnya.


"Benar Pak, saat itu istri saya sedang ngobrol sama istrinya Pak kades, rumah saya kan berdekatan dengan rumahnya Pak kades," ujar warga itu.

__ADS_1


"Kalau begitu kita harus datangi tempat penginapan itu pak, kita harus usir mereka dari desa ini, dari pada desa kita ini di serang harimau jadi-jadian itu lagi!" Ujar warga.


Beberapa warga mendatangi tempat penginapan orang kota itu. Warga pun meneriaki meraka agar segera keluar dari rumah tersebut.


"Keluar kalian dari tempat itu!" teriak warga.


Bayu dan anak buahnya keluar dari penginapan tersebut mereka berharapan dengan para warga.


"Ada apa ini Pak?" tanya Bayu melihat warga sudah ramai di halaman rumah itu.


"Kami mau kalian semua segera pergi dari desa ini, kalian semua membawa masalah di desa kami!" Ujar warga berteriak.


"Tapi apa salah kami Pak?" tanya anak buah Bayu.


"Kesalahan kalian sudah membunuh harimau putih!" Bentak warga.


"Saat itu kami tidak sengaja Pak," ujar Bayu.


"Ada apa ini Pak?" tanya Aulia dan Bara mereka baru pulang dari mesjid mereka pun berhenti saat Melihat para warga berkumpul.


"Itu Nak Aulia, orang kota itu sudah membunuh seekor harimau putih di hutan, jadi kami ingin mereka Segera pergi dari sini," ucap salah satu warga.


Tidak lama sebuah mobil berhenti di depan para warga.


"Siapa lagi mereka, bikin masalah saja!" ujar warga.


"Aulia, bukannya itu Naura dan kaila kenapa mereka ada disini?" tanya Bara.


Aulia tidak bisa berkata-kata melihat kehadiran Naura ke desa ini mungkin dia sangat merindukan Naura cinta pertamanya itu, Naura melihat ke arah Aulia mereka saling bertatapan meskipun jara yang cukup jauh.

__ADS_1


Bayu menoleh ke arah Naura yang telah berdiri di luar mobil, Bayu segera memegang tangan Naura.


"Ayo kita masuk tidak baik diluar berlama-lama," ucap Bayu dengan lembut.


Mata Aulia melihat pemandangan itu dimana Bayu memegang tangan Naura dia tidak menduga bahwa Naura yang sangat dia kenal kini menjadi istri orang yang sangat dia benci, Aulia pun segera pergi dari kerumunan warga tanpa memberitahu Bara.


"Aulia, ayo kita ke sana kita lihat Naura dan kaila," ucap Bara sambil melihat sekelilingnya dia tidak menemukan Aulia, "ke mana perginya dia, apa dia sudah pulang," gumam Bara dia pun meninggalkan kerumunan warga.


Sampainya di rumah, Aulia segera duduk di sebuah kursi dia memijit pelipisnya dia merasa kecewa melihat orang yang dia cintai selama ini sudah menikah, meskipun dia tahu bahwa Naura sudah lama di jodohkan.


"Aulia, kenapa kau meninggalkan ku disana?" tanya Bara menerobos masuk ke dalam rumah.


"Apa kau tidak bisa mengucapkan salam sebelum masuk ke dalam rumah orang!" ujar Aulia yang masih memijit pelipisnya.


"Kau jangan marah-marah kepada ku, aku tahu kau sedang terpukul saat ini, sudahlah Aulia kenapa kau masih memikirkan tentang Naura lagi. Jelas-jelas dia sudah menikah," ucap Bara.


"Aku sudah tidak memikirkan dia, tapi kenapa dia harus kembali ke desa ini lagi, kau tahukan para siluman mengetahui bahwa aku menyukai Naura. Aku takut mereka akan menyakitinya lagi." Aulia tidak tahu harus berbuat apa untuk melindungi orang kota itu.


Bara berjalan mendekati Aulia dan duduk di depannya kini Bara mengubah wajahnya menjadi Gantala.


"Kau tidak bisa melarang saya untuk balas dendam kepada orang kota itu!, Kau tahu saya belum bisa mengikhlaskan kepergian adik saya!" Gantala menatap Aulia.


"Saya tidak akan melarang kau untuk balas dendam kepada orang itu, tapi kau harus ingat kita di tugaskan untuk menjaga desa dan warga disini... Dan satu lagi jangan pernah kau libatkan sahabat saya Bara, untuk ambisi kau itu!" Aulia pun pergi dari ruangan tersebut meninggalkan Gantala sendiri.


"Saya adalah Bara dan juga Gantala, saya memiliki dua jiwa dalam satu tubuh. Bagaimana bisa saya tidak melibatkan Bara dalam dendam ini!" Batin Gantala.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung


__ADS_2