Harimau Aulia

Harimau Aulia
WARGA


__ADS_3


"Kita tidak bisa membiarkan semua ini terus terjadi di desa kita ini, siluman itu sudah merajalela di sungai kita!" hardik pak kades desa itu.


"Terus apa yang harus kita lakukan sekarang pak? apa kita usir saja keluarga Ghani dari desa ini!" ujar seorang warga.


"Kami setuju pak kepala desa, agar desa kita ini menjadi aman lagi." Warga pun menyetujui agar keluarga Ghani di usir dari desa itu, pak kades menganggukkan kepalanya dia juga menyetujui perkataan warganya.


"Baik nanti malam kita semua akan pergi ke rumah orang tua Ghani," ucap pak kelapa desa seberang.


DESA INDAH


Siang itu Aulia, bertemu dengan Kaila di jalanan desa Kaila, menatap Aulia yang sedang berdiri tegak di depannya.


"Ada apa? kenapa kau menatap saya seperti itu?" tanya Aulia.


"Gua mau tanya sama lo," ujar Kaila.


"Tanya apa? tanya aja sekarang saya tidak mau orang melihat kita berduaan di jalan ini," cecar Aulia.


"Gue masih heran sama lo, lo tahukan kalau Naura itu sahabat gue dan dia sudah menikah, jadi lo gak usah natap dia seperti itu!" Hardik Kaila.


"Kau! dengar baik-baik, saya tidak menatap istri orang, tapi saya menatap perempuan yang dahulu pernah saya cintai! apa itu salah?" tanya Aulia, dia pun melangkahkan kakinya mendekati Kaila.


"Kayaknya otak lo lagi sakit ya? lo obati dulu deh otak lo itu, biar gak suka sama istri orang!" ujar Kaila.

__ADS_1


Aulia memijit rahang Kaila, hingga Kaila merasa sakit di bagian wajahnya, "Hee!.. jaga omongan Anda! kalau Anda ingin selamat di desa ini!" setelah berucap Aulia pun pergi meninggalkan Kaila di jalanan desa.


Kaila merasa ketakutan dengan ucapan Aulia kepadanya, sambil memegang wajahnya yang masih terasa sakit. Dia pun segera pergi dari sana.


Sampainya di penginapan, Kaila masih memegang wajahnya. Naura melihat Kaila yang duduk di halaman penginapan itu.


"Kaila kamu kenapa? melamun aja aku lihat?" tanya Naura.


"Kapan kita akan kembali ke kota? aku sudah bosan di desa ini," ujar Kaila. Tanpa menoleh ke arah Naura.


"Aku juga tidak tahu kapan kita harus kembali ke kota, sebab Bayu belum ngomong sama aku," jawab Naura, "memangnya kenapa? biasanya kamu selalu bertahan di desa ini?" tanya Naura.


"Aku sudah tidak ingin berlama-lama disini!" jawab Kaila melihat ke arah Nuara.


"Kaila! Kenapa dengan wajah mu?" tanya Naura panik dan khawatir melihat wajah Kaila yang memerah.


"Apa! kok bisa?" tanya Naura.


Kaila menceritakan semua kejadian tersebut dimana Aulia menyakiti dirinya dia juga menceritakan kenapa Aulia melakukan semua itu.


"Jahat sekali Aulia! Aku tidak menyangka dia menyakiti kamu seperti ini, kamu jangan khawatir aku akan memberi perhitungan kepadanya atas apa yang sudah dia lakukan sama kamu!" hardik Naura.


"Gak usah Naura, aku takut dia juga akan melakukannya kepada kamu, lupakan saja," ucap Kaila.


"Aku tidak akan diam saja, melihat sahabatku di perlakukan seperti ini!" ujar Naura.

__ADS_1


DI DESA SEBERANG


Warga semakin ricuh karena siluman ular, yang sudah membunuh warganya, beberapa warga bertekad ingin membakar rumah Ghani, karena mereka merasa Ghani siluman berbahaya jika terus tinggal di desa itu.


"Kita harus membakar! rumah siluman ular itu, karena dia sudah mengganggu desa kita!" ucap seorang warga.


"Kami semua setuju pak, jika perlu kita habisi juga orang tuanya, sebab mereka sudah menyembunyikan manusia siluman seperti itu!" ujar warga lainnya.


Orang-orang itupun menganggukkan kepala mereka serempak.


"Tapi bagaimana dengan pak kepala desa, apa dia akan setuju dengan rencana kita ini?" tanya warga yang duduk di dalam pondok di desa itu.


"Sebaiknya kita tidak perlu memberitahu pak kelapa desa, tentang rencana kita ini, karena bisa saja, Pak kelapa desa melarang kita melakukannya," ucap warga.


Mereka pun kembali menganggukkan kepalanya.


DI DESA INDAH


Sore menjelang maghrib Aulia keluar dari rumahnya seperti biasa dia harus pergi ke mesjid untuk melaksanakan shalat Maghrib disana, bersama dengan Bara dan warga lainnya.


Di tempat lain, Naura meminta izin kepada Bayu untuk shalat Maghrib di mesjid, karena dia juga ingin bertemu dengan Aulia, dan Bayu pun mengizinkannya pergi.


"Naura sebaiknya kamu jangan bertindak gegabah, kepada Aulia sebab aku takut dia akan marah sama kamu," ujar Kaila.


"Sudah kamu gak usah takut, ini akan menjadi urusan aku sama dia!" Naura dan kaila pun kembali berjalan menuju mesjid yang tidak terlalu jauh dari desa itu.

__ADS_1


.


BERSAMBUNG


__ADS_2