
Aulia menemui kakeknya Raja Agra ke hutan terlarang dia pergi bersama Bara, Aulia ingin mencari tahu siapa sosok bayangan hitam itu yang telah merasuki tubuhnya.
''Hem... Kalau kita jalan kaki pasti akan lama sampainya apa kita pakai ilmu meghilangkan diri,'' ujar Bara mengeluarkan gaya lucunya.
''Kan aku udah bilang kalau aku tidak akan mengeluarkan ilmu itu, aku akan menggunakannya jika dalam kesusahan atau melawan musuh yang kuat,'' sahut Aulia.
''Baiklah ayo kita jalan sekarang,'' ujar Bara.
''Ayo kita lomba lari saja,'' sahut Aulia mengubah wujudnya menjadi seekor harimau putih dan segera meninggalkan Bara.
''Kamu curang,'' ujar Bara tersenyum dia pun mengubah wujudnya menjadi seekor harimau putih mereka berdua berlari di tengah hutan tersebut.
Setibanya Mereka di pintu hutan terlarang, Bara dan Aulia melompati gerbang yang tidak terlihat. Segera saja mereka berubah kembali menjadi manusia.
''Apa aku keliatan keren?'' tanya Bara.
''Kayaknya lebih keren aku,'' sahut Aulia sambil berjalan.
Warga. Desa terlarang menyambut kedatangan mereka, warga desa itu tidak perlu khawatir lagi kepada Aulia dan Bara karena mereka sudah tahu kalau Aulia adalah cucu dari Tuan mereka.
Semua murid juga menyambut kedatangan mereka murid-murid itu berdiri diluar bangunan yang terbuat dari bambu tersebut.
''Assalamualaikum,'' ucap Aulia dan Bara serempak.
''Waalaikumsalam,'' jawab mereka.
.
''Ada apa? kamu datang kemari?'' tanya kakek Agra.
''Kakek Aulia ingin bertanya tentang sosok bayangan hitam,'' ujar Aulia.
''Bayangan hitam? apakah dia sudah muncul?'' batin sang kakek.
''Dia adalah siluman bayangan dan dia bisa masuk ke raga siapa pun yang dia sukai, tapi dia tidak terlalu kuat masih bisa untuk di lawan siluman memiliki ilmu hitam. Tetapi kita memiliki ilmu suci,'' ucap sang kakek. ''Pulanglah sekarang takutnya siluman itu akan mucul dan mengganggu warga desa,'' ucap sang kakek menyuruh Aulia pulang.
''Baik kakek,'' sahut Aulia sambil mencium punggung tangan sang kakek. ''Assalamualaikum,'' ucap Aulia dan pergi.
''Waalaikumsalam semoga kamu baik-baik saja cucuku,'' batin Raja Agra.
''Gantala,'' panggil Raja Agra.
''Iya guru,'' sahut Gantala berjalan mendekati Raja Agra.
''Kamu harus menjaga Aulia jadilah sahabat yang setia jangan pernah kamu meninggalkan dia disaat dia membutuhkan pertolongan mu,'' ucap Raja Agra.
''Baik guru, saya berjanji akan menjadi sahabat yang baik untuk Aulia,'' sahut Gantala (Bara atau Gantala satu orang yang sama)
__ADS_1
Aulia dan Bara pun keluar dari desa terlarang itu. Mereka kembali pulang ke desa indah. Di perjalanan mereka mendengar suara berkelahi dan juga suara teriak kesakitan di hutan tersebut.
''Apa kamu mendengar? itu Aulia, ayo kita lihat,'' ucap Bara.
Mereka pun segera berlari mendekati sumber suara tersebut mereka melihat dari semak-semak yang tinggi, disana ada yang sedang bertarung Antara elang dengan ular berkepala dua.
''Astagfirullahaladzim,'' ucap Aulia dan Bara.
''Bukannya itu siluman ular Sanca?'' tanya Aulia.
''Iya Benar itu adalah siluman Ratu Sanca dengan siapa dia bertarung dengan seekor elang, apa kita harus membantunya,'' ucap Bara.
''Iya kita harus memantunya kalau tidak elang itu bisa mati,'' ujar Aulia.
''hentikan!'' ucap Aulia.
''Bocah igusan kau tidak usah ikut campur, ini adalah urusan ku dengan elang busuk itu!'' ucap sang Ratu ular.
Dia mengubah wujudnya menjadi setengah manusia ular yang mengerikan.
''Ini juga menjadi urusan ku!'' jawab Aulia mengeluarkan ilmu tenaga dalamnya dan mengarahkan kepada Sanca.
Tapi sang Ratu ular lebih cepat dia mengibaskan ekornya ke arah Aulia membuatnya terpelanting jahu dari tempat dia berdiri.
''Aulia,'' teriak Bara mengeluarkan ilmunya dan mengarahkan ilmunya kepada Sanca, Sanca pun terjatuh ke tanah dan tersukur tapi Sanca sangat kuat dia melilit tubuh Bara dengan kuat Bara mengubah wujudnya menjadi harimau 🐅 dan menggigit ekor Sanca hingga kulitnya mengelupas.
Sanca berteriak sangat keras karena kesakitan di digigit oleh Bara, Aulia pun kembali bangun dengan sepoyongan tapi dia tetap harus menolong sahabatnya yang dililit oleh Sanca.
''Allahu Akbar,'' ucap Aulia sebuah ledakan ke arah Sanca.
Bara pun terlepas dari lilitan Sanca, Sanca pun menghilang entah kemana.
Aulia berlari ke arah Bara.
''Bara kamu tidak apa-apakan?'' tanya Aulia.
''Allhamdulliha Aku tidak apa-apa hanya sedikit sakit,'' sahut Bara.
''Sukurlah, ayo kita lihat elang itu,'' ucap Aulia. Mereka mendekati elang yang sudah tergeletak di tanah itu.
''Apa dia masih hidup?'' tanya Bara.
''Sepertinya dia masih hidup, napasnya masih ada,'' sahut Aulia.
Aulia memberikan tenaga dalamnya kepada elang tersebut.
''Apa dia juga siluman?'' tanya Bara.
__ADS_1
''Sepertinya bukan dia hanya elang biasa,'' sahut Aulia.
''Kalau dia memang elang biasa kenapa dia bisa bertarung dengan Ratu Sanca?'' tanya Bara keheranan.
Aulia menggelengkan kepalanya karena dia sendiri pun juga tidak mengetahui kenapa? mereka bertarung.
Elang itu kembali bangkit dengan gagah dia mengepakkan sayapnya dengan lebar lalu dia pergi menjauh kedalam hutan.
''Aneh sekali elang itu dia tidak ngucapin terima kasih sama kita, dia malah main terbang aja,'' ujar Bara.
Aulia menggelengkan kepalanya dan tersenyum. Mereka kembali berjalan.
''Ayo kita lomba lari seperti tadi siapa duluan yang sampai dikaki bukit,'' ujar Bara.
Aulia dan Bara pun mengubah wujudnya kembali menjadi dua ekor harimau 🐅🐅 putih mereka berlari dengan cepat ke arah bukit. Ternyata elang itu mengikuti mereka elang itu duduk di atas pohon yang tinggi. Aulia mengaum di atas bukit dan kembali mengubah wujudnya menjadi manusia.
''Ternyata setiap kali kamu berubah wujud rambut putih mu pasti muncul, terlihat begitu bagus, kenapa? aku tidak bisa seperti itu ya?'' tanya Bara.
''Apa kamu juga mau seperti ini? tapi kalau kamu mau seperti ini, nanti dikira orang kita anak kembar'' ujar Aulia.
Bara hanya tersenyum saja mereka duduk di sebuah batu besar yang di atas bukit itu.
''Apa kamu sudah siap?'' tanya Aulia.
''Maksud kamu siapa apa?'' tanya Bara tidak mengerti apa yang dikatakan oleh Aulia.
''Mempelajari kitab itu,'' ucap Aulia menatap Bara.
Bara menganggukkan kepalanya bahwa dia sudah siap untuk mempelajari kitab harimau putih itu.
Aulia memegang dadanya dan membaca bismillah, ternyata Aulia menyimpan kitab itu di dalam tubuhnya agar tidak di ketahui oleh siluman-siluman yang ingin mengincar kitab itu, dengan susah payah Aulia mengeluarkan kitab itu dari dalam tubuhnya hingga napas nya turun naik.
Bara yang melihat kejadian itu sangat khawatir melihat Aulia seperti itu, sendangkan Aulia saja begitu kesakitan saat mempelajari kitab itu. Apa lagi dirinya.
''Aulia kamu tidak apa-apakan?'' tanya Bara sambil memegang pundak Aulia.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
...BERSAMBUNG,... JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENTAR VOTE BUNGA BINTANG FAVORIT TIPSNYA... HANYA SEBUAH CERITA FIKSI......
apa yang akan terjadi kepada Aulia nanti kan episode selanjutnya.