Harimau Aulia

Harimau Aulia
kematian ibu Bara


__ADS_3


"Astagfirullahaladzim lihatlah siluman ular itu sangat besar!" ucap para warga yang menyaksikan kejadian tersebut.


"Dan lihatlah ada dua harimau putih yang sedang menyerangnya, pasti itu harimau yang di omongin oleh pak Musim berapa tahun yang lalu, apa kalian masih ingat?" tanya seorang warga.


"Iya pak kami masih ingat, dan harimau itu benar-benar ada sekarang, berapa tahun ini kita hanya mendengar ceritanya saja, dan sekarang dengan mata kepala kita sendiri yang melihatnya," sahut salah satu warga.


"Pak ayo kita pergi dari sini, takutnya ular itu akan melihat keberadaan kita di sini. Kita bisa mati pak," ujar warga.


Mereka semua pun kembali ke desa, setelah mereka sampai di desa mereka pun langsung masuk ke dalam pondok.


"Pak, apa harimau putih itu seorang manusia, atau mereka siluman?" tanya seorang warga.


"Sepertinya harimau putih itu adalah seorang manusia yang bisa berubah menjadi harimau, dan bisa di bilang juga sebagai siluman. Kalian masih ingat kan perkataan pak Musim waktu itu, akan ada dua anak muda yang akan menjaga desa ini, tapi kita juga tidak tahu apakah mereka berdua manusia atau harimau sebab pak Musim waktu itu tidak menjelaskannya manusia atau harimau," jawab seorang warga.


"Kok ceritanya begitu menakutkan ya," sahut yang lain.


''Tentu saja menakutkan, mereka kan manusia harimau,'' ucap yang lain.


''Kenapa kita pergi dari sana? kenapa kita tidak melihat mereka berubah? kan kita bisa tahu siapa mereka?'' tanya warga lainnya.


''Mereka tidak mungkin berubah sembarangan, dan tidak mungkin juga mereka akan berubah di pegunungan, pasti mereka akan pergi ke hutan. Dimana hutan yang tidak pernah kita ketahui,'' sahut warga lainnya.


''Semakin hari desa kita ini semakin menyeramkan, banyak siluman-siluman yang akan mendatangi desa kita hanya karena sebuah kitab yang belum tahu keberadaannya,'' ujar warga.


Semua warga yang berjaga-jaga pun Menganggukkan kepala meraka.


DI TEMPAT LAIN


Di pegunungan mereka masih terus bertarung saat itu siluman ular melilit tubuh Aulia yang masih berwujud harimau.


Bara kembali mengubah wujudnya menjadi manusia dia berteriak ke arah ibunya untuk melepaskan Aulia dari lilitannya.


''Ibu lepaskan! Aulia,'' teriak Bara di tengah hutan.


Tiba-tiba dari kejauhan terdengar suara elang yang telah lama tidak ada kabarnya malam itu elang tersebut membantu Aulia yang tengah di lilit oleh siluman ular.


''Langit bantu Aulia lepaskan! dia dari lilitan ibuku,'' ujar Bara sambil berteriak agar elang itu mendengarnya.

__ADS_1


Elang tersebut langsung menyerang siluman ular itu hingga terluka di bagaian wajahnya saat itu juga ular itu melepaskan lilitannya, membuat Aulia terhempas ke tanah, Bara pun segera mengejar Aulia.


Aulia pun kembali mengubah wujudnya menjadi manusia mereka berdua melihat elang dan ular itu bertarung.


Saat pertarungan yang begitu sengit antara ular dan seekor elang, Ratu sanca pun datang di tengah-tengah mereka dia melemparkan tongkat ilmunya ke arah ular itu sehingga tongkat itu menancap di bagian dada ular, Ratu sanca pun kembali mengambil tongkat itu dan menghilang.


''Ibu!'' teriak Bara memenuhi seisi hutan dia berlari mengejar ibunya yang sudah tidak bernyawa lagi. Masih dengan wujud ularnya.


''Ibu bangunlah, ibu bangun jangan tinggalkan aku,'' ucap Bara dengan air mata yang sudah membasahi pipinya.


Aulia berjalan mendekati Bara, dia duduk di samping Bara, Aulia merasa sedih melihat keadaan orang tua sahabatnya itu, Bara mencoba mengeluarkan ilmu tenaga dalamnya dia memberikan kekuatannya kepada sang ibu berharap ibunya masih bisa di selamatkan dengan kekuatannya.


''Aulia batu aku, untuk menyelamatkan ibuku aku mohon Aulia selamatkan ibuku,'' ucap Bara sambil menghapus air matanya.


Aulia pun mencoba untuk membantu ibu Bara, Aulia mengeluarkan ilmunya dia juga berharap ibu Bara bisa di selamatkan.


''Hahahahah... Kalian berdua tidak akan bisa menyelamatkan wanita itu karena ilmu itu yang telah membunuh dirinya sendiri!'' ujar Ratu sanca hanya terdengar suaranya saja.


''Kau yang telah membunuh ibuku aku akan membalas semua ini ingatlah siluman!'' teriak Bara.


''Apa kau tidak ingat, kalian berdua juga sudah membunuh anak ku Ha... Apa kalian tidak ingat itu!'' sahut Ratu sanca dengan suara yang melengking.


''Itu kesalahan anak mu, yang telah mengganggu warga desa bahkan juga membunuh warga desa, dan sekarang apa kesalahan ibuku dia tidak tahu apa-apa soal ini!'' teriak Bara melirik ke arah kiri kanan hutan.


Suara Ratu sanca pun menghilang.


''Apa yang harus aku lakukan sekarang, apa yang harus aku katakan kepada warga dan ayah ku soal ini?'' tanya Bara menatap jasat ibunya.


''Jangan beri tahu warga atau ayah mu, kalau ibu mu seorang siluman. Warga pasti akan mengusir kamu dan ayah mu dari desa,'' sahut Aulia.


''Itu tidak mungkin aku pasti akan memberi tahu tentang ini kepada ayah ku,'' sahut Bara.


''Apa ayah mu akan percaya soal ini?'' tanya Aulia.


Bara menggelengkan kepalanya bahwa dia tidak tahu apakah ayahnya akan percaya dengan perkataannya atau tidak.


''Sebaiknya tetaplah sembunyikan kebenaran ini dari ayah mu,'' ucap Aulia.


Bara menganggukkan kepalanya, mereka berdua pun langsung membawa jasad buk Ina menghilang dari hutan itu, dengan tiba-tiba mereka pun sudah berada di rumah Bara.

__ADS_1


Malam itu Bara menceritakan semua kejadian yang terjadi kepada ibunya, sang ayah hanya bisa termenung tidak menyangka bahwa istrinya bersekutu dengan siluman ular. Tapi Bara tidak meluruskan cerita yang sebenarnya kepada sang ayah


''Terus apa yang harus kita lakukan sekarang, jika warga bertanya tentang kematian ibu mu?'' tanya pak Sury.


''Bilang saja kalau ibu sakit pak,'' sahut Bara sambil menatap jasat ibunya yang sudah terbujur kaku di depannya.


PAGI HARINYA


Para warga sudah berdatangan ke rumah Bara untuk menguburkan jenazah buk Ina. Berapa jam kemudian setelah semuanya selesai, Bara dan Aulia dan juga pak Sury masih di pemakaman buk Ina.


DI TEMPAT LAIN


Para ibu-ibu menceritakan keadaan buk Ina yang meninggal sangat mengerikan.


''Kalian lihat tadi tidak tubuh buk Ina biru dan luka di bagian kaki dan juga dadanya itu sangat mengerikan,'' ucap seorang ibu-ibu.


''Benar buk kok meninggalnya bisa begitu ya, terus secara tiba-tiba lagi dia meninggal,'' sahut ibu-ibu lainnya.


''Apa itu karena siluman harimau ya?'' tanya seorang wanita.


''Bisa jadi itu buk, apa lagi kalau bukan gara-gara harimau jadi-jadian itu,'' sahut wanita lainnya.


Pak kades dan ustadz Karim berjalan melewati para ibu-ibu yang sedang bergosip tentang buk Ina.


''Pak kades, pak ustadz apa bapak juga melihat keadaan buk Ina tadi?'' tanya seorang wanita paruh baya.


''Iya buk kami berdua melihatnya emangnya kenapa buk?'' tanya pak kades.


''Dia meninggal sangat mengerikan pak, apa itu ulah harimau jadi-jadian itu ya pak?'' tanya ibu-ibu itu.


''Sudahlah ibu-ibu kita doakan saja yang baik-baik untuk almarhum buk Ina,'' sahut pak ustadz Karim.


Pak kades dan pak ustadz pun pergi meninggalkan para ibu-ibu yang sedang bergosip tersebut.


''Hii!... Apaan sih pak ustadz itu gak jelas kali lain yang di omongin lain yang di jawab,'' ucap ibu-ibu itu.


.


.

__ADS_1


.


BERSAMBUNG..


__ADS_2