
Siang itu di desa seberang sedang membicarakan tentang Ghani yang pulang secara tiba-tiba.
''Tapi itu bukan secara tiba-tiba kok, Pak Musim kan sudah ngomong kalau Ghani akan pulang,'' ucap seorang warga setempat.
''Hei itu dia sih Ghani, coba kita ajak bicara,'' ucap warga lainnya.
''Nak Ghani ayo duduk di sini bersama dengan kita," ucap warga yang sedang ngobrol dengan berapa warga lainnya.
Ghani tidak mempedulikan mereka yang memanggilnya untuk berhenti, dia terus saja berjalan meninggalkan warga tersebut.
"Kok Ghani terlihat aneh ya sekarang? apa gara-gara dia sudah lama berada di hutan?" tanya salah satu warga.
"Bisa jadi tu, mungkin saja dia kerasukan makhluk halus saat di hutan itu," jawab yang lainnya.
Di desa Indah semua orang mendatangi balai desa begitu juga dengan Aulia dan Bara sudah berada di sana. Untuk mendengar apa yang akan di sampaikan oleh Pak kades Budin di balai itu.
Warga pun bertanya-tanya kenapa mereka di panggil ke balai desa ini.
''Ada masalah apa lagi, kok kita semua di suruh datang kemari?'' tanya warga.
"Saya juga belum tahu Pak, kenapa Pak kades menyuruh para warga ke sini, mungkin ada yang mau di sampaikan," jawab warga lainnya.
__ADS_1
Pka kades Budin pun segera menyampaikan pidatonya siang itu. Dia menyampaikan kepada warganya untuk melakukan gotongroyong membersihkan semak-semak yang ada di jalanan desa itu, yang sudah semakin tinggi oleh rumput-rumput liar.
"Tidak biasanya Pak kades menyuruh kita untuk membersihkan semak-semak itu," ucap seorang warga yang berdiri di depan balai desa.
"Iya Pak benar, Pak kades tidak pernah memperintahkan kita untuk membersihkan semak-semak itu, apa terjadi sesuatu?" tanya warga lainnya.
''Coba kita tanya sama Pak kades,'' ucap warga.
''Maaf Pak kades, biasanya bapak tidak pernah memperintahkan kami untuk membersihkan semak-semak, tapi kenapa tiba-tiba bapak perintahkannya?'' tanya salah satu warga.
''Tidak ada apa-apa Pak, saya perintahkan ini agar desa kita lebih aman aja,'' jawab Pak kades.
Warga desa indah penduduknya memegang sedikit aneh karena menurut mereka lebih gampang untuk bersembunyi jika terjadi sesuatu di malam hari, jika semak-semak di bersihkan maka akan sulit untuk sembunyi dari makhluk siluman seperti harimau dan siluman lainnya.
Semua warga pun segera mengerjakan perintah dari Pak kades, membersihkan semak-semak di sekitar rumah mereka dan juga di jalan-jalan setapak.
''Aduh... Pak kades ada-ada saja menyuruh kita untuk membersihkan semak-semak ini, inikan bahaya untuk kita,'' ucap seorang warga sambil memegang parang.
''Udah kerjakan saja, mungkin ada baiknya juga Pak kades menyuruh kita,'' jawab warga lainnya.
Hari sudah mulai sore dan waktu terus berjalan Adzan pun berkumandang di mesjid di desa itu, Aulia yang sudah berada di rumahnya segera bersiap-siap untuk pergi ke mesjid. Sampainya di mesjid Aulia bertemu dengan Bara yang juga ingin melaksanakan salat magrib.
__ADS_1
''Bukannya itu Bara, sejak kapan Bara pulang,'' batin Pak ustadz Karim dia tidak mengetahui bahwa Bara sudah kembali ke desa.
Berapa jam kemudian setelah selesai salat magrib dan isya, Aulia dan Bara pun segera keluar dari mesjid.
''Bara tunggu.'' panggil Ustadz Karim.
''Iya Ustadz ada apa?'' tanya Bara menoleh ke arah Ustadz Karim.
''Saya pikir kamu belum pulang, kapan kamu pulang ke rumah?'' tanya Ustadz Karim.
''Aku kan memang disini, Ustadz,'' jawab Bara.
''Berapa hari ini saya tidak melihat kamu di desa, Ayah kamu juga bilang bahwa kamu tidak pulang-pulang ke rumah. Memangnya selama ini kamu ke mana?'' tanya ustadz Karim menatap Bara dan Aulia bergantian.
.
.
.
Bersambung
__ADS_1
kasih subscribe vote dan bintang lima ya, teman-teman ☺️