Harimau Aulia

Harimau Aulia
mengusir Aulia


__ADS_3

"Kenapa kamu selalu saja membela Aulia itu? Apa kamu mencintainya atau kamu memang sudah menyukainya sejak dulu!" Bentak Bayu.


Naura terpaku melihat Bayu membentak dirinya. Selama ini dia tidak pernah melihat Bayu seperti itu, bahkan marah pun dia tidak pernah.


"Kamu membenatak ku, hanya karena membela Aulia?" tanya Naura dia mulai menangis.


"Maafkan aku, aku hanya cemburu sebab kamu selalu membela dia," ujar Bayu memeluk tubuh Naura.


DI MESJID


"Apa kau yakin Ustadz? Kau tidak akan memberitahu orang lain tentang kami?" tanya Aulia.


"Saya berjanji saya tidak akan memberitahu siapapun tentang kalian," jawab ustadz Karim.


Warga yang sudah termakan asutan Bayu, tentang Aulia bawah dia adalah harimau jadi-jadian itu. Mereka pun pergi ke rumah Aulia.


"Sepertinya tidak ada orang di rumahnya," ucap seorang warga.


"Ayo kita cari dia, mungkin saja dia berada di mesjid," ujar yang lainnya.


Mereka pun berbondong-bondong pergi ke mesjid mencari Aulia disana. Dan benar saja Aulia saat ini memegang berada disana.


"Itu dia Aulia, ayo seret dia keluar dari desa ini!" Ucap warga.


"Apa-apaan ini Pak?" tanya Bara melihat Aulia di seret oleh berapa warga keluar mesjid.


"Kami ingin Aulia pergi dari desa ini, kami tidak mau desa ini terancam gara-gara dia!" Warga menunjuk Aulia.


"Apa kesalahan saya Pak? Kenapa saya harus pergi dari desa ini?" tanya Aulia yang masih di pegang oleh warga.


"Lepaskan dulu dia, Pak kita cari tahu dahulu apa kesalahan Aulia. Kenapa dia harus pergi dari desa ini, inikan desa dia juga," ujar ustadz Karim.


Para warga tidak ingin melepaskan Aulia begitu saja, mereka hanya ingin Aulia pergi dari desa tersebut.


"Tidak Ustadz, kami tidak ingin ada manusia harimau di desa ini!" ucap warga.


Aulia, Bara, dan ustadz Karim sangat terkejut mendengar ucapan warga desa, yang mengatakan bahwa Aulia adalah manusia harimau, ustadz Karim dan Bara saling pandang.


"Siapa yang mengatakan bahwa Aulia adalah manusia harimau, ini semua tidaklah benar. Mana mungkin manusia biasa menjadi harimau!" ucap Ustadz Karim.

__ADS_1


"Lepaskan teman saya!" Bentak Bara kepada warga desa.


Ustadz Karim khawatir melihat Bara, marah kepada warga dia takut kemarahannya bisa membuat warga tahu siapa dirinya.


"Sudah-sudah, seharusnya kita cari tahu dahulu kebenarannya jangan manin hakim sendiri," hardik ustadz Karim.


"Orang kota itu yang memberitahu kami bahwa Aulia telah menyerang mereka di penginapan itu, dan sekarang mereka terluka parah gara-gara harimau jadi-jadian tersebut!" ujar warga.


"Saya tidak pernah pergi ke penginapan mereka Pak, untuk apa saya pergi kesan dari tadi saya hanya di sini," ucap Aulia.


"Benar Pak, setelah saya dan Aulia kembali dari warung kita langsung kesini bertemu dengan ustadz Karim. Terus bagaimana bisa Aulia berada di rumah penginapan itu," hardik Bara.


Warga tetap tidak percaya apa yang sudah dikatakan oleh Bara. Mereka terus saja menyuruh Aulia untuk pergi dari desa itu.


"Pak. Kita harus mencari ke benarannya dulu, setelah itu baru kita mengambil tindakan," ujar ustadz Karim.


Di tempat lain murid Bagaskara melihat warga yang sedang mengusir Aulia. Mereka tersenyum bahagia melihat adegan itu, mereka sangat puas melihat para warga sudah tidak mempercayai Aulia. Para warga terus menuduh Aulia sebagai harimau yang telah menyerang Bayu dan teman-temanya. Setelah menyaksikan semua itu mereka pun segera pergi menuju pegunungan disana Aidan dan Gavar sudah menunggu kedatangan mereka.


"Apa yang kalian lihat disana?'' tanya Aidan.


''Seperti yang kita inginkan para warga ingin mengusir Aulia dari desa itu,'' jawab salah satu murid Bagaskara.


DESA INDAH


warga tetap tidak mau melepaskan pegangan mereka dari tubuh Aulia. Mereka tetap bersikeras menyuruh Aulia pergi.


"Apa kalian punya bukti tentang ucapan kalian terhadap saya?'' tanya Aulia.


Semua orang pun terdiam, mereka memang tidak memiliki bukti atas tuduhan mereka itu.


''Kami memang tidak memiliki bukti apapun. Tapi kenapa harimau jadi-jadian itu mengetahui kamu? dan iya kenapa harimau jadi-jadian itu mengetahui adanya harimau mati di hutan itu!?'' warga terus mendesak Aulia agar berkata jujur.


''Saya akan buktikan kalau itu bukanlah saya!'' ujar Aulia.


Bara berbisik kepada ustadz Karim,'' Ustadz tolong tenangkan para warga, saya takut Aulia tidak dapat mengontrol emosinya dia bisa berubah kapan saja di depan warga.''


''Bapak sebaiknya kita pergi ke penginapan itu, kita akan bertanya kepada mereka lebih jelas lagi. Apakah mereka benar-benar melihat Aulia atau bukan,'' ucap ustadz Karim.


Warga pun menyetujui perkataan ustadz Karim untuk pergi ke penginapan tersebut.

__ADS_1


''Assalamualaikum,'' ucap ustadz Karim mereka sudah berada di luar penginapan tersebut.


Anak buah Bayu membuka pintu, mereka sangat ketakutan saat melihat Aulia.


''Pak kenapa kalian membawa siluman harimau itu kemari, kami belum mau mati pak!'' ujar mereka.


''Tenang dulu, kami kemari, hanya ingin bertanya kepada kalian, apa benar yang kalian lihat adalah Aulia? Mungkin saja kalian salah lihat,'' ucap ustadz Karim.


Tidak lama Bayu dan Naura keluar dari kamar mereka, karena mendengar keributan diluar sana. Dia melihat Aulia bersama dengan para warga yang memegangnya.


"Ada apa ini Pak? Kenapa kalian membawa siluman harimau itu kemari!?" ujar Bayu.


"Apa benar Aulia pelakunya?" tanya ustadz Karim yang masih berdiri diluar rumah tersebut.


"Benar pak, dialah harimau itu, bahkan dia menyerang saya dan anak buah saya lihatlah ini," ujar Bayu memperlihatkan lukanya.


"Kau jangan asal menuduh ku, hanya karena kau menginginkan tanah itu, kau bisa menuduh ku seperti ini!" ucap Aulia sambil meronta agar warga melepasnya.


"Kami tidak menuduh, tapi kami melihat semua itu, bahwa siluman itu adalah kau!" Hardik Bayu.


"Tanyakan saja sama Naura dan kaila saat itu kami bersama dengan mereka di warung desa," ujar Bara, "dan kalian juga bapak bukankah kita semua sudah tahu bahwa desa kita ini ada siluman. Mungkin saja mereka menyerupai wajah Aulia, dan bisa saja mereka akan menyerupai wajah saya atau wajah kalian!" ujar Bara.


"Lepaskan Aulia sekarang, kita harus mencari bukti terlebih dahulu, siapa sebenarnya siluman itu," ucap ustadz Karim.


Semua orang pun melepaskan Aulia seperti perintah sang ustadz. Semua warga pun bubar meninggalkan penginapan itu. Saat ini ustadz Karim, dan Bara berada di rumah Aulia.


"Siapa yang telah menyerupai wajah kau Aulia? Apa ada siluman seperti itu?" tanya sang ustadz.


"Saya belum tahu ustadz, siapa siluman itu, dia benar-benar sudah menghancurkan saya, warga sudah tidak percaya lagi kepada saya." Aulia tidak mengetahui siapa siluman yang menyerupai wajahnya itu.


"Kita berdua harus mencari tahu siapa mereka Aulia," sahut Bara.


"Benar kalian harus mencari tahu siluman itu," sambung ustadz Karim.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung jangan lupa vote ya.


__ADS_2