Harimau Aulia

Harimau Aulia
permintaan orang tua Bara


__ADS_3

''Hei! bocah ingusan kami adalah bangsa ular, bicaralah dengan sopan!'' ucap bangsa ular.


Bara tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan dari siluman ular itu.


''Aulia biar aku yang menghabisi mereka, kau cukup menyaksikannya saja,'' ujar Bara.


Aulia mundur berapa langkah dia hanya menyaksikan perkelahian antar harimau dan ular tersebut.


''Berani sekali kau bicara seperti itu!'' ucap bangsa ular.


''Belum apa-apa kau sudah mengubah wujud mu, cihh... Menjijikan sekali,'' ucap Bara.


Bara mulai bertarung dengan dua ular besar di bukit tersebut salah satu dari ular itu melilit tubuh Bara. Dengan cepat Bara mengeluarkan ilmu tenaga dalamnya dia melempar ilmunya ke tubuh ular siluman itu hingga membuat dua ular besar itu jatuh ke tanah Bara pun terlepas dari lilitan ular tersebut.


''Sudah saya bilang, kalian berdua bukanlah tandingan ku,'' ucap Bara.


''Jangan sombong kau bocah harimau, lihatlah kami akan kembali untuk menghabisi kalian dan juga orang-orang terdekat kalian!'' ucap siluman ular, mereka pun pergi dengan wujud ularnya.


Sebelum ular itu menjauh Bara mengeluarkan ilmunya dan mengarahkan ilmu itu kepada salah satu siluman ular tersebut. Lalu ular itupun menghilang.


Bara kembali berjalan mendekati Aulia yang tidak jauh darinya.


''Ayo kita pulang aku sudah lelah dengan petarungan ini,'' ucap Bara.

__ADS_1


.KERAJAAN ULAR BAWAH AIR.


Dua murid Ratu Sanca terluka parah salah satu dari siluman ular itu merenggang nyawa. Sang Ratu segera menghampiri muridnya tersebut.


''Ratu tolong kami,'' ucap muridnya terbata-bata.


''Apa yang sudah terjadi kepada kalian?'' tanya sang Ratu.


Sang Ratu pun tanpa pikir panjang dia segera mengobati muridnya tersebut sayangnya salah satu muridnya itu mati. Membuat Ratu Sanca begitu marah satu-persatu muridnya mati di tangan harimau putih.


''Apa yang sudah terjadi jelaskan kepada ku!'' ujar sang Ratu.


''Seperti yang Ratu perintahkan kami, mengawasi Aulia dan Bara. Untuk mengetahui keberadaan pedang pusaka tersebut, tapi saat itu kami ketahuan oleh mereka jadi kami bertarung dan Bara menghabisi teman saya,'' ucap sang murid.


''Saya sempat mendengar perkataan Aulia, dan Bara bahwa seekor elang adalah jelmaan dari pedang tersebut,'' sahut sang murid.


''Bagus! secepatnya kita akan mencari elang tersebut!'' ucap Ratu Sanca tersenyum jahat.


Para pengawal dan muridnya menganggukkan kepala mereka serempak.


Aulia dan Bara sudah berada di rumah masing-masing Bara sedang menikmati makan malam bersama keluarganya.


''Bara apa kau juga ikut berjaga-jaga di desa?'' tanya ibu Bara.

__ADS_1


''Insya Allah Buk, aku sama Aulia akan menjaga desa kita ini,'' sahut Bara sambil terus menikmati makanannya.


Ibu Bara tidak menyukai jika Bara harus berteman dengan Aulia, karena menurutnya Aulia itu tidak jelas asal-usulnya dan dia juga berpikir kalau Aulia tidak baik menjadi teman Bara.


''Buk, ada apa?'' tanya Bara melihat Ibunya tidak selera makan.


''Tidak apa-apa, tapi ibu punya permintaan sama kamu apakah kamu mau melakukannya untuk ibu?'' tanya sang Ibu.


Bara hanya menganggukkan kepalanya sambil menatap sang ibu.


''Ibu ingin kau menjauhi Aulia, ibu lihat dia tidak cukup baik untuk menjadi teman kamu,'' ucap sang Ibu.


Setelah mendengar perkataan sang ibu, seketika itu juga Bara menghentikan makannya. Dia tidak habis pikir kenapa ibunya bisa berkata seperti itu kepada Aulia teman masa kecilnya. Bahkan sampai mereka dewasa tidak pernah bertengkar sama sekali, bahkan demi seorang wanita pun mereka tidak pernah bertengkar. Tapi sekarang sang ibu memintanya untuk menjauhi teman masa kecilnya itu.


.


.


.


.


BERSAMBUNG jangan lupa vote like komen tonton iklannya.

__ADS_1


Jangan lupa minta update terbarunya


__ADS_2