Harimau Aulia

Harimau Aulia
kembali ke desa indah


__ADS_3


Di desa seberang, orang tua Gahni, pak kades dan beberapa warga desa seberang pergi menemui pak Musim di rumahnya, pak Musim adalah paranormal yang cukup terkenal di desa itu, pak Musim bisa melihat orang hilang dan juga benda-benda yang hilang juga bisa di lihat olehnya, kalau bahasa kami namanya (di katiko) benda hilang ataupun orang hilang bisa di katiko kan, itu menurut yang percaya di desa itu.


Rumah pak Musim cukup jauh dari desa, setelah istrinya meninggal dia pindah ke rumahnya yang dahulu, saat ini Pak Musim sudah cukup tua dia menggunakan tongkat kayu untuk menguatkan dirinya berjalan.


''Asslamualaikum pak Musim,'' ucap orang Gahni setelah sampai di rumah pak Musim.


''Waalaikumsalam,'' jawab Pak Musim yang sudah berdiri di depan pintu rumahnya, ''ada apa ini?'' tanya Pak Musim melihat warga yang sudah ramai di depan rumahnya, Pak Musim pun mempersilahkan mereka masuk.


''Kami datang kesini untuk meminta tolong sama bapak, tentang anak kami yang hilang sudah berapa hari yang lalu Pak, kami ingin tahu apakah Anak kami Ghani masih hidup atau tidak. Sebab dia sudah lama tidak pulang ke rumah,'' ucap Ibu Ghani dengan mata yang berkaca-kaca.


''Betul, Pak kami sangat khawatir dengan anak kami Ghani, kami berharap bapak bisa membantu mencarikan dia,'' sambung Ayah Ghani.


''Baik saya akan mencoba untuk melihat dia ada dimana, biarkan saya berkonsentrasi lebih dulu,'' ucap Pak Musim.


''Baik Pak silahkan,'' ucap orang itu Ghani.


Pak Musim pun mulai berkonsentrasi di depan ke dua orang tua Ghani, mulutnya mulai komat-kamit membaca mantra untuk melihat dimana Ghani berada.


Berapa warga sedang ngobrol di halaman rumah Pak Musim.


''Saya yakin Pak Musim pasti bisa menemukan keberadaan Gahni saat ini,'' ucap seorang warga.


''Iya Pak saya juga percaya Pak Musim bisa melakukannya. Waktu itu tentang harimau putih juga pak Musim yang bilang, dan ternyata itu benar-benar ada,'' jawab warga lainnya.


''Tapi yang saya bingung, kenapa Pak Musim pindah ke tempat ini, tempat inikan terlalu jauh dari desa, kenapa dia tidak tinggal tempat istrinya saja biar lebih dekat dengan warga?'' tanya warga lainnya.


''Yang saya tahu, sejak istrinya meninggal dia langsung pindah ke sini,'' jawab yang lain.


''Bagaimana Pak Musim apa Anak kami masih hidup?'' tanya orang itu Ghani berharap jawaban Pak Musim membuat mereka bahagia.


Sejenak Pak Musim terdiam dia tidak bisa berkata jujur kepada orang tua Ghani bahwa saat ini Ghani sudah menjadi budak Ratu sanca. Tapi Pak Musim tetap berkata bahwa Ghani masih hidup.


''Saat ini Anak kalian masih hidup, besok dia akan pulang, hanya saja Anak kalian tersesat di hutan,'' jawab Pak Musim.


Warga dan juga Pak kades mendengar perkataan Pak Musim bahwa Ghani masih hidup.

__ADS_1


''Alhamdulillah Pak, Ghani Anak kita masih hidup,'' ucap sang istri tersenyum.


''Iya Bu,'' jawab sang suami sambil memegang tangan istrinya.


''Baik Pak kalau seperti kami pulang dahulu, terimakasih sudah membantu kami,'' ucap orang itu Ghani kepada Pak Musim.


Pak Musim hanya menganggukkan kepalanya, setelah berpamitan kepada Pak Musim semua warga pun segera pulang, kini Pak Musim kembali tinggal sendiri di rumahnya yang jauh dari rumah warga.


''Tunggu Pak,'' panggil Pak Musim sedikit berteriak kepada orang tua Ghani.


Orang tua Ghani pun kembali berjalan mendekati Pak Musim.


''Iya ada apa Pak?'' tanya orang tua Ghani.


''Saya hanya ingin memperingatkan bahwa, jika nanti Anak bapak pulang, tolong berhati-hatilah dengannya saya khawatir saat dia pulang dia membawa makhluk halus sebab dia sudah lama berada di hutan,'' ucap Pak Musim.


''Baik pak, terimakasih sudah peringatkan saya,'' Jawab orang tua Ghani, dan berlalu pergi.


Aulia dan Bara masih berada di hutan terlarang begitu juga dengan murid-murid Raja Agra.


''Kami harus kembali ke desa indah, sepertinya kita akan berpisah disini,'' ucap Aulia kepada murid-murid kakeknya.


Murid-murid Raja Agra mengubah wujud mereka menjadi harimau meraka segera pergi menuju pintu gaib hutan terlarang. Begitu juga dengan Aulia dan Bara mereka juga segera pergi dari hutan itu menuju desa indah yang sudah lama mereka tinggalkan.


.


Pagi harinya Aulia dan Bara sampai ke rumah mereka masing-masing, Bara langsung di peluk oleh sang Ayah.


''Kau ke mana saja Bara, kenapa kau pergi tidak memberitahu ayah lebih dulu?'' tanya Pak Sury sambil melepaskan pelukannya.


''Sekarangkan Bara sudah pulang, Ayah jangan khawatir Bara baik-baik saja,'' ucap Bara.


Bara tidak bisa memberitahu ke mana dia pergi selama ini kepada orang tuanya, dia takut jika Ayahnya mengetahui siapa dia sebenarnya.


''Ya sudah ayo kita masuk,'' ucap Pak Sury.


Pagi itu juga Ghani pulang ke rumahnya ke desa seberang, seperti kata Pak Musim bahwa Ghani akan pulang.

__ADS_1


''Pak, Ghani Anak kita pulang Pak,'' teriak sang istri melihat Gahni sudah berdiri di depannya saat ini.


Ayah Ghani langsung berlari ke luar rumah mereka memeluk Ghani begitu erat. Mereka sangat takut kehilangan Anak satu-satunya itu.


''Ayo Nak kita ke rumah,'' ucap orang tua Ghani.


Saat ini Ghani terlihat dingin dan pucat seperti tidak bersemangat, Ibunya melihat Ghani begitu aneh dengan wajah pucat dan tatapan yang kosong.


''Apa kamu sudah makan?'' tanya sang ibu.


Ghani hanya menggelengkan kepalanya bahwa dia belum makan sama sekali. sejak berada di hutan. Sang ibu segera memberi Ghani makan dengan Ayam yang sudah di goreng pagi itu.


''Ayo makanlah Nak ibu sudah menunggu kamu pulang sejak tadi, dan ibu menyiapakan makanan ini buat kamu,'' ucap sang Ibu.


Tanpa basa-basi Ghani langsung melahap Ayam yang berada didepannya, sang ibu sangat terkejut melihat Gahni makan dia hanya menelan ayam itu tanpa mengigitnya lebih dulu, tapi sang ibu tidak mempersalahkan cara makannya menurutnya itu bisa terjadi karena Ghani sudah lama tidak makan selama di hutan. Sang ibu pergi meninggalkan Ghani yang sedang makan, dia pergi menemui suaminya di luar rumah yang sedang memotong kayu bakar.


''Pak.'' panggil sang Istri.


''Iya Bu, ada apa?'' tanya sang suami menghentikan potong kayunya.


''Tadi ibu lihat, Anak kita Ghani sangat aneh pak,'' ucap sang Istri.


''Aneh bagaimana Bu?'' tanya sang suami.


''Iya aneh aja Pak, saat dia pulang tadi dia hanya diam saja, tidak bicara, terus tadi ibu lihat cara dia makan aneh pak. Seperti ular Pak!'' ucap sang Istri.


''Sstt, kok ibuk bisa ngomong gitu sama Anak sendiri?'' tanya sang suami mengerutkan keningnya.


.


.


.


Bersambung


tolong dukungannya buat novel yang di bawah ini🙏

__ADS_1



__ADS_2