Harimau Aulia

Harimau Aulia
DESA SEBERANG


__ADS_3


Aulia kembali ke rumahnya setelah pulang dari mesjid. Dia begitu terluka melihat wanita yang dia cintai kini menjadi milik orang, Aulia bicara dengan sahabat Elangnya itu meskipun dia tahu seekor elang tidak bisa menjawab perkataannya.


"Langit, aku tidak tahu dengan perasaanku ini, aku tahu dia sudah menikah, tapi entah kenapa rasa cinta ini masih begitu dalam kepadanya, aku harus bagaimana? apa yang harus aku lakukan agar rasa ini bisa hilang? rasanya begitu menyakitkan!" Aulia terus saja bicara dengan sahabat Elangnya itu.


Elang tersebut seakan mengerti apa yang sedang di rasakan oleh tuannya. Tapi dia tidak bisa menjawab perkataan Aulia.


"Baiklah Langit, kau istirahatlah, aku juga mau istirahat." Aulia pun segera meninggalkan Elang itu di tempatnya.


Di penginapan, Kaila, masih teringat tentang Aulia, "Kenapa Aulia melihat Naura seperti itu ya? Apakah dia masih menyukai Naura? tapi sepertinya tidak mungkin dia kan tahu kalau Naura sudah menikah, ahh!. Sudahlah untuk apa aku memikirkan dia." Kaila pun menarik selimutnya hingga menutupi kepalanya.


DI DESA SEBERANG


Ghani mengubah dirinya menjadi manusia ular dia ingin membalas orang-orang yang telah menjelekkan dirinya.


"Pak kalian merasa tidak kalau malam ini, begitu sepi dan sunyi," ujar seorang warga.

__ADS_1


"Desa kita ini memang sunyi pak, emang pernah desa kita ini ramai," jawab temannya.


"Benar pak, cuaca malam ini sedikit menakutkan, apa malam ini malam kliwon ya?" tanya yang lainnya.


"Bisa jadi sih, malam ini hawanya juga cukup dingin, ihh! Mengerikan." Mereka pun bergidik ngeri.


"Mana ada sih, malam kliwon tiap hari, mungkin karena hari sudah begitu larut, udah jalan aja gak usah takut," ucap orang ketiga.


Mereka bertiga pun kembali berjalan menuju sungai sambil membawa. Obor di tangan masing-masing mereka terus berjalan menuju sungai karena disana mereka sudah menaruh perangkap untuk ikan-ikan di sungai itu. Sampainya meraka di sungai tersebut orang bertiga itu mengerjakan tugas mereka masing-masing, ada yang menarik perangkap. Dan yang lainnya menyalakan api unggun untuk menerangi mereka di sungai itu.


"Hay Pak jangan terus menatap sungai seperti itu, nanti kau bisa kerasukan setan air," ucap temannya tertawa kecil.


"Jangan-jangan apa pak?" tanya temannya sedikit khawatir.


"Sudahlah kalian jangan pikirkan yang aneh-aneh, ayo bantu tarik perangkap ini," ajak teman yang sedang menarik perangkap tersebut.


Dari seberang sungai disana Ghani melihat warga yang sedang menangkap ikan tersebut.

__ADS_1


"Kalian orang desa, sudah menjelekkan saya dan membuat orang tua saya menderita dengan pertanyaan kalian, saya akan membalas dan membuat kalian menderita seperti yang dirasakan orang tua saya!" Ghani merayap masuk kedalam sungai dengan wujud ularnya.


"Pak, lihat apa itu disana?" tanya orang kedua menunjuk kedalam sungai. Dua orang itu melihat ke arah tunjuk temannya.


"Itu siluman ular pak, ayo kita pergi dari sini!" ujar orang ketiga.


Mereka pergi meninggalkan perangkap ikan itu begitu saja, mereka berlari terbirit-birit. Tapi Ghani lebih cepat dari mereka, Ghani mengipaskan ekornya hingga membuat salah warga itu terpental dari teman-temannya.


Ghani yang berwujud ular itu mengubah kepalanya menjadi manusia dia memperlihatkan wujud aslinya kepada warga itu.


"Ghani! ternyata kau benar-benar siluman ular itu, pergilah kau dari desa ini, jangan mengganggu kami dan warga lagi!" Bentak orang-orang itu. Mereka melempar obor api tersebut ke arah Ghani.


"Saya belum puas sebelum menghabisi kalian satu persatu!" Ghani kembali menyerang warga hingga salah satu dari mereka meninggal. Setelah melihat warga tersebut tidak bergerak lagi Ghani pun segera pergi meninggalkan mereka di sungai tersebut.


Pagi harinya para warga berduyun-duyun mendatangi sungai tersebut untuk membantu korban siluman ular itu.


"Pak, orang ini sudah meninggal kita harus membawa dia ke rumahnya," ucap seorang warga.

__ADS_1


beberapa warga mengupat menceritakan tentang siluman ular itu yang sudah mengganggu warga setempat. Para warga ketakutan mendatangi sungai itu, yang biasanya tempat mereka mencari ikan dan melakukan kegiatan sehari-harinya tetapi kini hanya ada ketakutan yang mereka rasakan di sungai tersebut.


Bersambung


__ADS_2