
Bayu, dan Naura, pergi menemui Kaila di ruangan. Saat itu Kaila sedang duduk sendirian, sedangakan anak buah Bayu, tengah bersiap-siap.
"Kaila kenapa kamu ngak mau kembali ke kota?" tanya Bayu.
"Tidak perlu di pertanyakan Gue sudah ngomong sama Naura, kenapa Gua ngak mau pulang," jawab Kaila.
"Hanya gara-gara siluman harimau itu, kamu ngak mau pulang bareng kita!" Marah Bayu, "kamu harus tahu bahwa seorang manusia biasa, tidak bisa jatuh cinta dengan seorang siluman. Kamu harus tahu itu!" bentak Bayu.
Kaila bangkit dari tempat duduknya berjalan mendekati Bayu, "Lo tahu apa tentang siluman? Haa...!" Kaila berdiri lurus menatap Bayu.
"Aku tahu karena waktu itu, aku sempat mendengar warga bercerita tentang manusia harimau menikah dengan seorang manusia, dan kamu tahu apa yang terjadi sebelum malam pengantin mereka, perempuan itu mati! mengenaskan wajah dan seluruh tubuhnya terluka seperti cakaran harimau. Itu adalah sebuah kutukan bagi bangsa mereka!" ujar Bayu, berharap Kaila bisa sadar akan cintanya kepada Aulia.
Kaila hanya tersenyum miring mendengar perkataan Bayu, tentang Aulia yang seorang manusia harimau, yang tidak boleh jatuh cinta dengan manusia biasa.
"Lo pikir Gue percaya dengan omong kosong Lo itu, Gue engak akan pernah percaya!" tantang Kaila.
"kaila! Kamu harus percaya dengan apa yang di katakan oleh Bayu, ini semua demi kebaikan kamu sendiri. Kamu pasti ingat kan? Bara pernah mengatakan itu sama kita waktu di perjalanan desa?" tanya Naura, mencoba mengingatkan Kaila tentang perkataan Bara waktu itu.
"Dan kamu masih ingat? bahwa Bara, mengatakan kalau aku dan Aulia tidak akan bisa bersama," ujar Naura.
Kaila hanya bisa diam karena dia juga mendengarkan ucapan Bara waktu itu, tapi Kaila masih berkeras hati untuk tinggal di desa itu.
"Gue ngak peduli Naura, yang terpenting adalah gue selalu dekat dengan Aulia, kalau kalian semua mau pergi, pergi saja. Gue akan tetap tinggalkan di sini."
"Kaila-Kaila kamu benar-benar sudah gila, hanya karena siluman itu kamu bisa seperti ini, aku mau tanya sama kamu, apakah Aulia bisa mencintai seorang manusia seperti kamu?" tanya Bayu, sambil memajukan wajahnya mendekati Kaila.
Di bukit, Aulia, dan Bara, masih berada di sana Aulia termenung menatap desa dari atas bukit malam ini cuaca cukup cerah di temani oleh bintang-bintang sesekali Aulia, mengangkat kepalanya melihat bintang di atas sana, Aulia memang menyukai Makhluk berkelap-kelip itu.
Bara, yang menoleh ke arah Aulia, dia juga mengangkat kepalanya melihat bintang-bintang di atas sana.
"Dari dulu kau memang menyukai bintang ya?" tanya Bara, tersenyum melihat bintang-bintang itu.
__ADS_1
"Iya, aku ingat saat bersama nenek. Kita berdua sering melihat bintang-bintang di halaman rumah, saat sejenak pikiran menjadi tenang, tapi saat mereka menghilang maka rasa khawatir itu kembali datang," jawab Aulia sambil membaringkan tubuhnya di atas batu besar itu, matanya masih menatap langit.
Tiba-tiba Bara, melihat cahaya lampu mobil dari atas bukit. Karena dari atas bukit desa begitu terlihat jelas, dia memperhatikan mobil itu yang terus berjalan.
Bara, mencolek Aulia, agar dia bangun dari berbaringnya, "Aulia, bangun lihat di sana!" ujar Bara sambil menunjuk ke desa.
Aulia, pun melihat ke arah tunjuk Bara.
"Kurang ajar, berani sekali mereka meninggalkan desa ini!" Hardik Aulia.
Aulia, dan Bara, segera turun dari atas bukit mereka berlari mengejar mobil itu, saat berlari Aulia mengubah wujudnya menjadi harimau begitu juga dengan Bara, mereka terus berlari mendekati mobil tersebut.
Dua mobil itu, langsung berhenti di tengah jalan orang kota itu sangat terkejut melihat dua ekor harimau putih yang menghalangi perjalanan mereka.
Lampu mobil itu masih menyala menyorot dua harimau tersebut mereka begitu ketakutan melihat sosok harimau putih itu, Aulia, dan Bara, berubah manusia di depan mobil mereka.
"Aulia, Bara!" ujar Bayu sambil menelan ludahnya, dia juga merasa takut.
Semua orang pun keluar dari mobil, termasuk Kaila, dia menatap Aulia, dengan tersenyum dia berharap Aulia, melihatnya.
"Aulia kamu benar-benar siluman itu? kamu sangat menakutkan!" ujar Naura.
"Sekarang kalian semua sudah tahu siapa kami, maka sekarang kalian harus melupakannya. Semua kejadian yang pernah kalian lihat, harus kalian lupakan." Aulia mengeluarkan ilmu untuk menghilangkan ingatan mereka yang di bantu oleh Bara.
"Tunggu!" Kalia menghentikan Aulia.
Dia berjalan mendekati Aulia yang tidak jauh darinya. Kaila menatap Aulia.
"Kenapa? kanapa kau menatap saya seperti itu?" tanya Aulia.
"Mungkin perkataan Gue sedikit memalukan untuk seorang perempuan, tapi Gue harus mengatakannya."
__ADS_1
"Katakan, apa yang ingin kau katakan," jawab Aulia.
"Gue gak tahu, kapan dan dimana, dan kapan rasa itu ada dalam hati Gue meskipun, Lo akan menolak Gue setidaknya Gue sudah menyatakannya," gue-gue jatuh cinta sama Lo Aulia!" ujar Kaila.
Membuat Aulia melebarkan matanya dia tidak percaya bahwa Kaila menyatakan cinta kepadanya, semua orang yang ada di sana merasa terkejut dengan pernyataan Kaila.
"Kenap? Kenapa kamu bisa semudah itu menyukai saya? padahal saya belum pernah melakukan yang membuat kamu menyukai saya," ujar Aulia.
"Sudah tidak perlu di bahas lagi. Gue udah mendapatkan jawaban dari Lo. Gue udah senang, tapi Gue mohon sama Lo, tolong biarkan Gue mengingat semua ini setidaknya Gue bisa datang ke sini lagi, dan bisa ketemu sama Lo lagi," ucap Kaila.
Dia tidak ingin Aulia, menghilangkan ingatannya tentang desa itu.
"Itu tidak mungkin, saya tidak akan memberikan orang lain memasuki desa ini lagi, itu akan membahayakan kami dan orang-orang desa juga," sahut Aulia.
"Gue janji sama Lo, Aulia, Gue gak akan memberitahu siapa pun tentang desa ini, kalau pun suatu hari nanti Gue kembali ke ketempat ini. Gue akan datang sendiri, Gue mohon jangan lakukan itu sama Gue, Gue ingin berteman sama Lo."
Aulia berpikir sejenak atas janji yang di ucapkan oleh Kaila, apakah Kaila bisa menepati janji atau tidak.
"Gue mohon Aulia, biarkan Gue tetep bisa masuk ke desa ini." Kaila terus memohon agar Aulia tidak menghilangkan ingatannya tentang desa itu.
"Baiklah saya akan mencoba untuk percaya sama kamu, tapi ingat jika kamu mengingkari janji kamu sendiri, dan membuat kami semua dalam bahaya. Saya sendiri yang akan menghabisi kamu!" ucap Aulia.
Kaila menganggukkan kepalanya dan tersenyum dia begitu bahagia karena Aulia, tidak menghilangkan ingatannya.
"Kaila, bolehkah saya memegang tanganmu," ucap Aulia.
Kaila menganggukkan kepalanya sambil mengulurkan tangan, Aulia, pun segera memegang tangan Kaila, entah apa yang sedang di lakukan oleh Aulia, kepada Kaila, sehingga membuat Kaila, merasa bingung seakan dia tidak mengenali Aulia, dengan cepat Kaila menarik tangannya.
"Masuklah ke dalam mobil, pergilah dari sini," ucap Aulia.
Kaila segera masuk ke dalam mobil, dan mobil pun pergi meninggalkan Aulia, dan Bara, di tepi jalan desa. Aulia, masih menatap mobil itu yang terus berjalan jauh hingga mobil itu, tertutup oleh pohon-pohon besar yang berada di setiap jalanan desa cahaya lampu mobil pun tidak terlihat lagi oleh matanya.
__ADS_1
Bersambung...