Harimau Aulia

Harimau Aulia
ke marahan Bara


__ADS_3

''Apa ini? kita semua sudah mengadakan pengajian untuk mengusir siluman-siluman itu. Tapi apa yang terjadi semuanya sia-sia siluman itu tetap datang,'' ujar seorang warga.


''Bapak-bapak kita mengadakan pengajian ini semata-mata agar tuhan melindungi kita semua, untungnya warga tidak apa-apa,'' sahut ustadz Karim.


Warga yang lain sudah pulang ke rumah mereka masing-masing. Hanya tinggal beberapa orang saja di mesjid itu.


''Siluman itu mengatakan sesuatu kepada ku,'' ucap warga yang terluka yang duduk di sudut mesjid.


Warga yang mendengar pun mendekati orang itu.


''Apa kata siluman itu?'' tanya ustadz Karim.


''Siluman itu menginginkan kitab, tapi saya tidak tahu kitab apa yang di maksud oleh siluman itu. Kalau kita semua masih ingin hidup! maka kita harus menyerahkan kitab itu kepadanya,'' ucap warga tersebut.


Warga saling tatap karena mereka tidak mengerti kitab apa yang di maksud oleh siluman ular itu, hanya saja Aulia dan Bara yang mengetahui tentang kitab itu.


''Ini semua gara-gara harimau jadi-jadian itu, saya benci harimau putih itu!'' ucap warga tersebut.


''Apa maksud kau berkata seperti itu kepada harimau putih?'' tanya Bara sambil berjongkok di depan warga tersebut.


''Mereka yang membuat masalah ini, kalau benar-benar mereka itu ada kenapa mereka tidak datang untuk membantu kami,'' sahut warga itu.


''Kemarin malam mereka datang,'' seseorang menyahut dari belakang dia pun berjalan mendekati para warga.

__ADS_1


''Siapa pak?'' tanya pak kades Budin.


''Keturunan harimau putih, berapa hari yang lalu saat siluman ular itu datang mengganggu warga yang sedang berjaga-jaga malam itu. Dua harimau putih datang dan mereka pertarung dengan siluman itu,'' ucap warga yang baru datang.


''Kau dengar itu pak, mereka datang untuk membantu kita, jadi jangan berprasangka buruk kepada keturunan mereka!'' ujar Bara menatap warga itu.


Aulia langsung memegang tangan Bara dan membwa Bara keluar mesjid.


''Apa yang kau lakukan? mereka akan tahu siapa kita, jika kamu bicara seperti itu kau ini benar-benar ceroboh dalam bicara!'' ucap Aulia.


''Maaf aku sangat marah kepada warga itu, berani sekali dia bicara! seperti itu kepada kita,'' sahut Bara.


''Udahlah wargakan tidak tahu siapa kita, dan kamu jangan bicara seperti itu,'' ujar Aulia.


''Bara ada yang ingin aku bicarakan sama kamu, tapi tidak disini,'' ucap Aulia.


Mereka berdua pun pergi meninggalkan mesjid dan para warga yang masih di dalam mesjid itu.


''Kamu mau ngomong apa?'' tanya Bara.


''Mungkin kamu tidak akan percaya sama apa yang akan aku katakan. Tapi ini, sangat penting buat mu,'' ucap Aulia.


Bara menganggukkan kepalanya dia menunggu perkataan Aulia.

__ADS_1


''Kenapa kau diam, ayo katakan,'' ujar Bara.


''Kakek bilang jangan memberitahu Bara, cukup peringati saja,'' batin Aulia.


''Hai...'' Bara memukul pundak Aulia,'' ayo bicaralah apa yang ingin kau katakan,'' ucap Bara.


''Aku hanya ingin mengatakan kalau kamu harus berhati-hati dengan ibu mu,'' ujar Aulia.


Bara menatap Aulia, dia tidak mengerti kenapa Aulia bicara seperti itu kepadanya, dan kenapa dia harus berhati-hati dengan ibunya sendiri.


''Maksud kamu apa? kenapa aku harus berhati-hati dengan ibuku sendiri?'' tanya Bara.


''Tidak apa-apa aku hanya mengingatkan saja, agar kamu lebih hati-hati,'' sahut Aulia tersenyum.


''Ada apa dengan Aulia,'' batin Bara.


.


.


.


. BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2