
Malam itu Aulia dan Bara berada di pondok tempat warga berjaga-jaga malam. Namun, malam itu tidak ada penjagaan karena beberapa hari ini desa indah cukup aman.
"Apa tadi kau mendengar saat Bayu menyebut nama Naura?" Tanya Aulia matanya menatap ke depan.
"Iya aku mendengarnya, kan bisa jadi itu bukan Naura yang kita kenal. Gak mungkin kan kalau Naura jahat sama kamu," ucap Bara.
"Maksud kamu? Jahat bagaimana." Aulia menatap Bara.
"Kenapa kau masih belum mengerti juga, coba kau pikirkan kalau itu Naura tidak mungkin dia memberitahu tentang desa ini kepada orang lain. Dan gak mungkin juga dia menyuruh orang untuk membeli tanah peninggalan kakek Rahman," ujar Bara.
"Perkataan Bara ada benarnya juga, gak mungkin Naura jahat sama aku," batin Aulia.
"Kenapa kau diam?" tanya Bara.
Aulia hanya menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.
DI TEMPAT LAIN
Di warung Gadis sudah ramai dengan warga dan juga orang kota itu, mereka makan malam di warung tersebut.
"Alhamdulillah, sekarang ini desa kita cukup aman saya harap seterusnya desa kita aman seperti ini," ucap seorang warga yang sedang makan di warung itu.
"Betul pak, kita semua patut bersyukur untuk saat ini, siluman itu tidak lagi mengganggu desa kita dan juga para warga," sahut warga lainnya.
warga lain pun Menganggukkan kepala mereka serempak.
__ADS_1
Orang kota tersebut mendengar percakapan warga tentang desa ini, anak buah Bayu memberanikan diri untuk bertanya kepada warga tersebut.
"Maaf Pak, apa di zaman sekarang yang serba canggih dan modern ini, masih ada cerita seperti itu?" Tanya anak buah Bayu.
"Zaman modern itu tidak ada di desa kami, desa ini sangat jauh dari kota kalian, bahkan desa ini bisa di sebut desa terpencil yang sulit di ketahui oleh orang luar. Kami juga heran kenapa kalian bisa datang ke desa ini, pasti ada orang yang memberitahu kalian. Jika tidak maka kalian semua tidak mungkin mengetahui desa ini!" Ujar warga.
Orang kota itu terdiam setelah mendengar penjelasan dari warga tersebut.
"Benar pak ada yang memberitahu kami tentang desa ini," sahut Bayu.
"Yang kami tahu, dulu ada dua wanita dan dua laki-laki datang ke desa ini, untuk sebuah perkejaan. Jangan-jangan mereka yang memberitahu kalian tentang desa kami?" Tanya warga itu.
"Benar pak, salah satu dari mereka adalah istri saya namanya Naura, apakah bapak mengenalinya?" tanya Bayu.
"Tetapi istri saya tidak pernah menceritakan bahwa di desa ini ada siluman," ujar Bayu.
"Kalau soal itu kami tidak tahu,'' jawab warga.
Jelas Naura tidak memberitahu Bayu tentang siluman yang ada di desa ini. Sebab Aulia sudah menghilangkan ingatan Naura. Hanya saja Aulia tidak menghilangkan tentang desa ini.
TEMPAT LAIN
Aulia dan Bara sudah pergi dari pondok tersebut mereka berdua sudah kembali ke rumah masing-masing. Saat berada di kamar, Aulia masih mengingat tentang Bayu yang bicara dengan Naura.
''Apa perempuan itu benar-benar Naura yang aku kenal selama ini? Kalau pun iya kenapa dia memberitahu tentang desa ini kepada orang lain. Kenapa waktu itu aku tidak menghilangkan ingatannya tentang desa ini," ucap Aulia kepada diri sendiri," ahh!... Apa yang harus aku lakukan sekarang, aku harus bagaimana? jika Bayu memberitahu desa ini kepada orang lainnya." Aulia mengacak-acak rambutnya dia tidak tahu harus berbuat apa untuk melindungi desa itu dari orang-orang seperti Bayu.
__ADS_1
Bayu dan anak buahnya pergi meninggalkan warung Gadis, menggunakan mobil. Saat di perjalanan desa. Mobil mereka di hadang oleh orang, Bayu yang sedang memainkan ponselnya dia sangat terkejut mobilnya berhenti mendadak.
"Kenapa kau selalu menghentikan mobil di tengah jalan seperti ini!" bentak Bayu.
"Maaf Bos, ada orang yang menghalangi mobil kita," ucap anak buah yang menyetir mobil.
"Siapa orang itu berani sekali menghalangi jalan saya!" Bayu segera keluar dari dalam mobilnya.
"Siapa kau?" tanya Bayu kepada orang yang menghalangi jalannya.
"Kau tidak perlu tahu siapa saya, kau dan aku memiliki satu tujuan utama adalah untuk menghabisi Aulia dan Bara, apa kau ingin berkerja sama dengan ku!" ucap orang itu sambil menunduk dia juga menutupi kepalanya dengan hoodie yang dia pakai berwarna hitam.
"Saya tidak mengenali Anda untuk apa saya berkerja sama dengan Anda, dan iya saya juga tidak ingin menghabisi nyawa orang lain." Bayu membalikkan badannya melangkahkan kakinya pergi.
"Tunggu? Apapun yang ingin Anda lakukan di desa ini saya tidak peduli, tapi percayalah jika Anda dan anak buah Anda mau berkerja sama dengan saya, saya pastikan apapun yang Anda mau pasti Anda dapatkan," ujar orang itu, dia adalah Aidan bangsa harimau kuning.
Bayu membalikkan badannya ke arah Aidan yang masih menutupi kepalanya dengan hoodie.
"Baik saya akan berkerja sama dengan Anda. Tapi saya tidak ingin menghabisi siapapun!" ujar Bayu menatap lurus Aidan.
.
.
Bersambung
__ADS_1