Harimau Aulia

Harimau Aulia
Ghani dan Aulia


__ADS_3

"Saya akan memberitahukan kepada warga lainnya kalau kita melihat harimau putih jadi-jadian!" ujar orang pertama yang masih bersembunyi di balik semak-semak tersebut.


"Tunggu dulu Pak, kita lihat lebih jelas dulu, apakah yang satunya juga harimau putih," ucap orang kedua.


"Baiklah kita akan melihat, apakah temannya itu juga seekor harimau putih," jawab orang pertama.


Ghani dan Aulia terus bertarung tanpa henti. Saat ini Ghani, berhasil mengalahkan Aulia, dia menggunakan ekornya untuk memukul Aulia. Hingga membuat Aulia merasa kesakitan di seluruh tubuhnya, setelah terpental jauh.


Seketika itu juga Bara mengubah wujudnya menjadi harimau dia langsung menyerang Ghani, dengan menggigit ekornya, Ghani berteriak sangat kuat karena kesakitan, Bara tidak melepaskan gigitannya, dia terus menggigit dan mencakar-cakar tubuh Ghani hingga terluka parah. Karena merasa tidak sanggup lagi untuk melawan Bara, Ghani, pun segera melompat ke dalam sungai, dia melesat ke dalaman sungai dan menghilang.


Setelah melihat Ghani, pergi Bara, segera berlari ke arah Aulia yang kini kesakitan. Setelah mendekat, Bara, segera mengubah wujudnya menjadi manusia.


"Kau tidak apa-apa?" tanya Bara.


"Iya, aku tidak apa-apa, terimakasih sudah membantu ku," ucap Aulia.


Bara hanya menganggukkan kepala.


"Mereka berdua adalah harimau putih jadi-jadian, ternyata mereka masih sangat muda. Tapi kekuatan mereka benar-benar sangat luar biasa," ujar warga yang masih mengintai di balik semak-semak tersebut.


"Anda benar Pak," sahut orang kedua.


"Ayo kita pergi dari sini, kita harus memberitahu soal kejadian malam ini," ujar orang pertama.


Aulia mengetahui bahwa ada orang yang sedang mengintai mereka di sungai itu.


"Ada apa? kenapa kau melihat ke arah sana?" tanya Bara memutar matanya melihat ke arah semak-semak yang berada di tebing sungai.


"Sepertinya ada orang yang melihat kita dari tadi!" jawab Aulia.

__ADS_1


"Apa iya? ada orang yang sedang mengintai kita, semalam ini?" tanya Bara.


"Aku juga belum pasti, tapi sebaiknya kita lihat dahulu." Ajak Aulia.


Saat dua warga itu, hendak pergi dari semak-semak tersebut, tiba-tiba saja Aulia dan Bara sudah berada di depan mereka. Dua orang itu sangat terkejut dan ketakutan melihat dua anak muda itu, di depan mata mereka.


"Buat apa kalian di tempat ini?" tanya Aulia.


Dua orang itu masih terlihat kaku, dan tidak bisa menjawab pertanyaan dari Aulia.


"Teman saya bertanya kepada Anda Pak, sedang apa kalian di tempat ini, malam hari?" tanya Bara.


"I. I..Itu, nak kita berdua sedang mencari ikan," jawab orang itu terbata-bata.


Bara memperhatikan mereka dan tidak ada satu pun alat penangkap ikan, di dekat mereka saat ini.


"Jangan berbohong kepada kami, apa yang sudah kalian lihat?" tanya Aulia.


"Apapun yang telah kalian lihat, maka kalian harus melupakan semuanya!" ujar Aulia.


Aulia pun segera menghilangkan ingatan dua warga tersebut, dan menganggap malam itu tidak terjadi apa-apa. Dua warga tersebut langsung tidak sadarkan diri, Aulia dan Bara, segera membawa dua orang itu ke desa seberang. Mereka membaringkannya dua orang itu, di dalam sebuah pondok.


"Kita harus kembali ke desa, secepatnya. Takutnya ada orang lain yang melihat kita disini," ujar Aulia.


Bara menganggukkan kepala, mereka pun segera pergi dari desa seberang.


DI KERAJAAN RATU SANCA


Ghani, pun tiba, disana dengan kesakitan dan penuh dengan luka cakar harimau. Dengan cepat murid Ratu sanca, membantu Ghani yang terluka parah, para murid itu membawa Ghani, ke sebuah tempat tidur untuk di obati.

__ADS_1


"Apa yang terjadi dengannya?" tanya Ratu sanca.


"Kami tidak tahu Ratu, kami menemukan dia dengan keadaan sudah terluka parah seperti ini," jawab seorang murid.


"Minggirlah kalian biar saya yang mengobatinya!" perintah sang Ratu.


Murid-murid itupun mundur berapa langkah ke belakang, Ratu sanca, segera mengobati Ghani yang tidak sadar itu.


Pagi itu di desa seberang, para warga menemukan dua orang yang tertidur di dalam pondok. Mereka pun segera membangunkan orang itu.


"Pak, bangun Pak, kenapa kalian berdua bisa tidur disini?" tanya seorang warga.


Dua orang itu segera bangun, dan melirik sekitar mereka, mereka berdua terheran kenapa mereka bisa tidur di pondok tersebut.


"Kenapa kami bisa tidur disini Pak," tanya orang yang baru bangun itu.


"Kami juga tidak tahu, kenapa kalian bisa tidur di tempat ini," jawab seorang warga.


Mereka berdua mencoba mengingat-ingat apa yang terjadi, mereka hanya mengingat bahwa mereka pulang dari sungai dan secara tiba-tiba mereka sudah berada di dalam pondok.


"Ngapain kalian pergi ke sungai itu lagi, bukankah Pak, kelapa desa sudah melarang kita untuk kesana. Hingga semuanya kembali normal," cecar warga.


"Kami hanya melintasi jembatan Pak, bukan untuk datang ke sungai itu," jawab orang itu.


"Jangan-jangan kalian berdua, di ganggu oleh mahkluk halus, ngak mungkin kan? secara tiba-tiba kalian sudah berada disini," ucap warga lainnya.


.


.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2