Harimau Aulia

Harimau Aulia
Seorang anak kecil


__ADS_3

''Ingatlah Raja Agra saya tidak akan, melepaskan! cucu dan murid mu itu mereka sudah membunuh anak saya!'' ucap Ratu Sanca.


.............................................................................


''Itu kesalahan mereka kek, jika mereka ingin menyerang kami. Kenapa? siluman itu harus mengganggu warga desa seberang apa salah mereka?'' tanya Aulia.


Bara hanya bisa menyaksikan kakek dan cucu itu bicara satu sama lain.


''Kakek tidak menyalahkan kalian menghabisi Siluman adalah tugas kita kalian berdua harus berhati-hati karena setelah ini musuh kalian akan terus bertambah,'' ucap Raja Agra.


Aulia dan Bara menganggukkan kepala mereka.


''Kapan kalian akan pergi ke. Gua tujuh itu?'' tanya Raja Agra.


''Bagaimana kami bisa pergi kek, jika kami pergi siapa yang akan menjaga desa,'' sahut Aulia.


''Benar guru kami tidak bisa meninggalkan desa. Apa lagi Siluman ular akan membalas dendam atas kematian anaknya,'' sahut Bara.


''Kalian berdua tidak perlu khawatir saya akan perintahkan murid-murid lainnya untuk menjaga desa selama kalian pergi,'' ucap Raja Agra.


Aulia dan Bara saling tatap.


''Kakek apakah para siluman sudah mengetahui? tentang pedang pusaka permata putih itu?'' tanya Aulia menatap kakeknya.

__ADS_1


Raja Agra menganggukkan kepalanya. Dia berdiri menghadap ke jendela di ruangan itu.


''Iya para siluman sudah mengetahui tentang pedang pusaka permata putih tersebut. Tapi.''


''Tapi apa kek?'' tanya Aulia memotong perkataan kakeknya.


''Meskipun mereka sudah mengetahui tentang pedang tersebut, tapi mereka tidak bisa pergi ke. Gua tujuh itu,'' sahut Raja Agra.


''Kenapa guru?'' tanya Bara. Mereka berdua sama herannya.


''Para siluman tidak bisa memasuki wilayah. Gua tujuh,'' sahut Raja Agra.


''Terus bagaimana dengan kami kek, bukankah kami juga siluman?'' tanya Aulia.


Raja Agra menatap Aulia dengan tajam, ''Mereka dengan kita berbeda. Mereka memakai ilmu hitam sedangkan kita tidak, mereka akan merebut pedang tersebut jika kalian sudah mendapatkannya,'' ucap Raja Agra.


PAGI HARINYA


Aulia berjalan menuju perkebunannya karena sang nenek tidak pergi karena dia jatuh sakit maka dari itu Aulia yang berada di kebun. Saat itu Aulia melihat seorang anak laki-laki bersama ibunya berjalan menuju penggunungan mereka berdua ingin mencari kayu bakar di penggunungan tersebut.


''Bu, mau kemana?'' tanya Aulia menyapa. Sebelumnya Aulia tidak pernah melihat ibu dan anak itu.


''Mau ke gunung mencari kayu,'' sahut wanita muda itu sambil memegang tangan anak laki-lakinya.

__ADS_1


Aulia menganggukkan kepalanya dan tersenyum. Wanita itupun pergi bersama anaknya, Aulia pun kembali membersihkan kebunnya.


Tidak lama Aulia mendengar samar-samar suara seseorang berteriak meminta tolong dari arah penggunungan.


''Suara siapa itu?'' Aulia pun teringat bahwa ada anak kecil dan seorang wanita muda yang pergi ke penggunungan itu dia segera berlari ke arah gunung tersebut melihat apa yang terjadi di sana.


Sampainya di penggunungan Aulia melihat anak itu sudah begitu ketakutan melihat seekor harimau kuning di depannya yang sedang menarik tubuh ibunya.


Harimau kuning itu sadar bahwa Aulia sudah berdiri di belakang anak kecil itu, harimau kuning melepaskan tubuh wanita muda itu dan lari. Anak kecil tersebut mendekati ibunya yang sudah tidak bernyawa lagi.


Aulia segera pergi mengejar harimau kuning tersebut yang telah berbuat buruk kepada wanita dan anak itu.


''Aulia kenapa kau selalu ikut campur dalam urusan ku?'' tanya harimau kuning mengubah wujudnya menjadi manusia dia adalah Gavar murid Bagaskara.


''Kau sudah mengganggu anak dan wanita itu apa kau tidak malu mengganggu mereka, dan ini juga menjadi urusan ku,'' sahut Aulia. Matanya berubah menjadi mata harimau.


.


.


.


.

__ADS_1


.


BERSAMBUNG.


__ADS_2