Harimau Aulia

Harimau Aulia
makanan yang beracun


__ADS_3

Bara masih menatap Aulia dengan tajam matanya berubah menjadi mata harimau, Bara keliatan sangat marah kepada Aulia.


Tapi Aulia tetap berusaha mengatakannya meskipun kakeknya sudah melarangnya untuk mengatakan yang sejujurnya kepada Bara tentang ibunya itu.


''Bara kau jangan marah dulu, dengarkan perkataan ku lebih jelas,'' ucap Aulia.


Bara pun menenangkan dirinya dan matanya kembali normal seperti biasa.


''Berapa hari yang lalu, kakek memanggilku ke hutan terlarang tanpa memberitahu kamu. Dan disana kakek menceritakan semua kejadian di desa ini, dimana ibu mu sudah menjadi budak siluman ular, Ratu sanca sudah memberikan ilmu ular kepada ibu mu, dan sekarang ibu mu juga mengetahui siapa kita berdua. Kakek juga bilang kalau ibu mu akan menghabisi kau dan aku,'' ujar Aulia menceritakan semua tentang ibu Bara yang telah menjadi siluman ular.


Setelah mendengar cerita dari Aulia membuat Bara terduduk lemah di tanah dia tidak menyangka bahwa ibunya akan menjadi musuhnya.


''Kamu jangan lemah seperti ini bagaimana pun juga kita harus membatu ibu mu agar dia bisa melepaskan ilmu itu,'' ucap Aulia sambil memegang pundak Bara.


''Bagaimana caranya apa ibuku akan melepaskan ilmu itu?'' tanya Bara.


''Aku tidak tahu, dan sekarang musuh kita bukan hanya ibu mu saja, tapi ada musuh lain yang ingin menyerang kita,'' ucap Aulia.


Bara pun berdiri, '' Siapa?'' tanya Bara.


''Siluman macan kumbang dia telah kembali setelah menghilang puluhan tahun lalu!'' ujar Aulia.

__ADS_1


''Apa?, apa yang membuat mereka kembali?'' tanya Bara.


''Apa lagi, kalau bukan dendam masa lalu, dan mereka juga menginginkan kitab dengan pedang pusaka itu,'' sahut Aulia.


''Apa yang harus aku lakukan sekarang Aulia, bagaimana aku bisa menghadapi ibuku?'' tanya Bara.


''Lebih baik sekarang ini kamu pulang ke rumah, dan ingat jangan makan apapun yang di masak oleh ibu mu, kau harus berhati-hati jika ingin memakan makanan yang di masak olehnya,'' ucap Aulia.


''Baiklah,'' sahut Bara dia pun segera pulang ke rumahnya dia juga merasa takut jika ayahnya memakan makanan dari ibunya.


Setelah sampai di rumah, Bara melihat makanan sudah tersaji di atas meja makan. Makanan itu terlihat sangat lezat membuat siapapun ingin menyantap makanan itu hingga habis. Tapi Bara tahu betul kalau makanan itu sudah beracun.


Bara pun duduk di kursinya dia menatap setiap makanan tersebut hanya saja tidak terlihat aneh. Namun, pastinya sudah beracun.


''Ibu ayah ke mana?'' tanya Bara dia takut ayahnya memakan makanan tersebut.


''Ayah mu masih di pasar mungkin sebentar lagi dia akan pulang sebaiknya kamu makan saja dahulu,'' ucap buk Ina.


Bara semakin curiga kepada ibunya.


''Kenapa kamu menatap ibu seperti itu? ayo makan,'' ujar buk Ina.

__ADS_1


''Nanti saja buk, aku ingin makan bersama dengan ayah,'' sahut Bara dia pun segera bangkit dari tempat duduknya berjalan menuju kamar.


''Kurang hajar sekali anak itu, berani-beraninya dia menolak makanan yang sudah ku buat untuknya!'' batin buk Ina kesal.


Bara hanya mondar-mandir di kamarnya dia berpikir bagaimana caranya untuk melarang sang ayah agar tidak memakan makanan itu. Tapi untungnya sampai malam harinya sang ayah tidak pulang ke rumah.


''Bara kau mau ke mana?'' tanya buk Ina melihat Bara keluar dari kamarnya.


''Aku mau jemput ayah buk, sudah malam seperti ini ayah belum juga pulang,'' sahut Bara dan pergi.


''Harimu bocah itu menghindari aku lagi, apa jangan-jangan dia sudah mengetahui siapa aku!'' batin buk Ina.


.


.


.


.


. BERSAMBUNG.. di baca ya

__ADS_1


__ADS_2