
Setelah Gantala keluar dari tubuh Bara dia pun segera pergi ke hutan terlarang untuk menemui Raja Agra, Gantala mengubah wujudnya menjadi harimau putih dia berlari dengan sangat kencang menuju hutan tersebut, tidak butuh waktu lama bagi Gantala untuk sampai ke hutan itu.
Hutan terlarang setelah sampai ke hutan tersebut Gantala segera menemui gurunya.
''Assalamualaikum guru saya sudah sampai,'' ucap Gantala setelah mengubah wujudnya menjadi manusia kembali.
''Waalaikumsalam silahkan masuk wahai murid ku,'' ucap Raja Agra.
''Ada apa? wahai guru, kenapa? guru memanggil saya kemari?'' tanya Gantala.
''Ada yang ingin saya sampaikan kepada mu tentang Elang yang bersama Aulia,'' sahut Raja Agra.
Tiba-tiba saja sang guru menanyakan tentang burung elang tersebut.
''Kenapa? dengan elang itu guru, apakah dia seekor Siluman?'' tanya Gantala mengerutkan keningnya.
''Tidak dia hanya elang biasa tapi dia juga memiliki kekuatan yang mampu menelan sebuah pedang pusaka,'' ujar Raja Agra.
''Pedang? guru?'' tanya Gantala terkejut mendengar seekor elang mampu menelan sebuah pedang.
__ADS_1
''Tapi sayangnya pedang itu sudah di kembalikan ke sebuah Gua, dahulunya elang tersebut memiliki seorang tuan yang baik dan elang itu juga sangat setia kepada tuannya sang pemilik pedang itu, pedang itu mampu menghancurkan siluman terkuat sekali pun,'' ucap Raja Agra.
''Lalu kemana tuan pemilik pedang itu guru apa dia sudah meninggal?'' tanya Gantala.
''Tidak dia masih hidup, tapi dia tidak ingin lagi memiliki pedang itu. Karena dia tahu banyak siluman yang mengincar pedang tersebut, seperti kitab harimau putih banyak para siluman yang menginginkannya. Sekarang ini orang tersebut dia telah menjadi seorang tabib yang hebat dia bisa menyembuhkan segala penyakit,'' ucap Raja Agra.
''Lalu apa yang yang harus saya lakukan guru?'' tanya Gantala.
''Kamu dan Aulia harus mengambil pedang tersebut karena saya yakin elang itu ingin menujukan pedang itu,'' sahut Raja Agra.
''Tapi kanapa? guru tidak memberitahu Aulia dia juga pantas tahu tentang pedang itu?'' tanya Gantala.
''Saya tahu Aulia lebih pantas mengetahuinya, tapi saya ingin kau dan Aulia lebih dekat agar kalian berdua bisa lebih akrab,'' sahut Raja Agra.
''Pedang itu terletak di Gua tujuh nama pedang tersebut pedang permata putih,'' sahut Raja Agra dia berdiri membelakangi Gantala yang duduk di belakangnya.
Gantala hanya mengangguk-anggukkan kepalanya. Tiba-tiba saja Gantala merasa sakit di bagian perut dan dadanya dia teringat kepada Bara yang sudah cukup lama dia tinggalkan.
''Ada apa dengan mu?'' tanya Raja Agra begitu khawatir melihat murid kesayangannya ke sakitan.
''Guru saya harus kembali ke desa indah saya sudah meninggalkan Bara cukup lama hingga dada saya terasa sakit,'' ucap Gantala.
__ADS_1
''Baiklah segeralah pergi,'' ujar Raja Agra.
Gantala segera pergi dari hutan terlarang dia pun kembali mengubah wujudnya menjadi seekor harimau dan berlari di tengah hutan tersebut Gantala yang memiliki ilmu yang juga cukup tinggi, tidak butuh lama baginya untuk sampai ke desa indah.
Jika manusia biasa yang datang ke hutan itu butuh berhari-hari bahkan berminggu-minggu baru sampai ke hutan terlarang itupun jika manusia itu selamat.
Setelah Gantala sampai di penggunungan dekat rumah Aulia Gantala kembali mengubah wujudnya menjadi manusia dengan cepat dia melewati rumah Aulia.
Aulia membuka matanya dia mendengar seseorang berlari di dekat rumahnya dia pun segera bangkit mendekati jendela kamar karena begitu penasaran Aulia pun keluar melompati jendela kamarnya. Mata Aulia berubah menjadi mata harimau dia begitu penasaran siapa yang telah melewati rumahnya.
''Gantala ada apa? dengannya kenapa dia keluar? apa jangan-jangan.''
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
. BERSAMBUNG