
Di sebuah hutan yang tidak di kenali oleh Naura tiba-tiba saja dia berada disana. Dia duduk di bawah pohon besar yang ada di hutan tersebut sambil memeluk tubuhnya sendiri karena merasa ketakutan.
''Di mana ini? tempat apa ini disini tidak ada orang sama sekali,'' ujarnya sambil menangis dan memeluk tubuhnya.
Roarr.. Roarr...?
''Bunyi apa itu?'' batin Naura dia mengangkat kepalanya melirik kiri kanan mencari sumber suara tersebut, Naura pun berdiri memberanikan dirinya untuk mencari suara itu.
Roarr.. Roarr suara itu semakin dekat dengannya Naura terus berjalan tiba-tiba saja dia menghentikan langkahnya karena dia melihat seseorang duduk di atas batang kayu yang telah tumbang di depannya.
''Siapa disana?'' tanya Naura.
Tetapi orang tersebut tidak menoleh ke arahnya orang itu hanya menundukkan kepalanya sambil menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya.
''Kamu siapa? bisakah kau tunjukkan jalan keluar dari sini aku sangat ketakutan!'' ucap Naura dia terus berjalan mendekati orang itu.
''Jangan mendekati saya,'' ujar orang itu.
''Sepertinya aku mengenali suara tersebut apakah itu Aulia,'' batin Naura, ''Aulia apakah itu kau?'' tanya Naura dia berdiri tidak jauh orang itu.
''Sudah saya bilang jangan mendekati saya pergi dari sini!'' ujarnya tangannya masih menutupi wajahnya.
''Aulia aku tahu itu kamu kenapa? kamu menutupi wajah mu?'' tanya Naura.
Naura tidak mengerti kenapa Aulia menutupi wajahnya sendiri seperti itu dia terus saja mendekati orang tersebut.
__ADS_1
Roarr.. Roarr..
''Aulia kenapa? suara kamu seperti itu?'' tanya Nuara dia mencoba mundur dari orang itu.
''Aghh!.. Saya tidak ingin seperti ini saya tidak ingin menjadi seperti ini!'' teriak orang itu.
''Aulia aku tahu itu kamu, kenapa kamu menundukkan kepala mu dariku, dan kenapa? kamu menutupi wajah mu?'' tanya Naura.
''Aulia!'' teriak Naura.
Karena tidak sadar orang itupun melepaskan telapak tangannya dari wajahnya.
''Karena kamu sudah melihat wajah ku, kau harus pergi dari desa ini secepatnya mungkin,'' ujar orang itu dia benar-benar Aulia dia mendekati Naura.
Naura begitu terkejut melihat wajah harimau yang bertubuh manusia itu berdiri di depan matanya, wajah yang mengerikan.
''Aulia jangan!'' teriak Naura hingga dia terbangun dari tidurnya.
Kaila pun terbangun setelah mendengar teriakan Naura yang berbeda di sampingnya.
''Naura kamu kenapa? wajah kamu begitu berkeringat apa kamu bermimpi?'' tanya Kaila sambil memberi segelas air kepada Naura.
Naura langsung meminum air putih yang di berikan Kaila kepadanya setelah menghabiskan air itu Naura memeluk Kaila begitu erat dia merasa sangat takut jika mengingat mimpinya itu.
Kaila mengusap-usap kepala Naura,''Kamu kenapa mimpi apa tadi?'' tanya Kaila melepaskan pelukannya.
''Aku bermimpi di sebuah hutan, dan aku tidak bisa keluar dari sana aku begitu takut Kaila,'' ucap Naura.
__ADS_1
''Sudah-sudah itukan cuma mimpi mungkin saja kamu lupa untuk membaca doa,'' sahut Kaila.
''Aku merasa mimpi itu benar-benar sangat nyata,'' ucap Naura.
''Tadi aku sempat dengar kalau kamu memanggil nama Aulia, apa Aulia juga berada di dalam mimpi kamu itu?'' tanya Kaila.
''Benarkah tapi aku tidak ingat kalau aku menyebut namanya,'' sahut Naura.
''Ya sudah jangan di pikirkan lagi, hari juga masih malam ayo tidur lagi nanti kamu bisa menceritakan semua kejadiannya,'' ujar Kaila sambil membaringkan tubuhnya.
Begitu juga dengan Naura dia juga membaringkan tubuhnya.
..DI TEMPAT LAIN..
Aulia segera turun dari tempat tidurnya dia berjalan mendekati sebuah cermin di kamarnya dia pun berdiri di depan cermin tersebut melihat dirinya dan wajahnya. Wajahnya masih seperti biasa tidak ada yang berubah.
''Kenapa? mimpi ku begitu menakutkan kenapa? harus ada Naura di dalam mimpi itu. Pasti dia akan merasa takut kepada ku, dan menjauhiku tidak mungkin dia akan melupakan kejadian mimpi tersebut. Ahh! kanapa harus Naura kenapa tidak orang lain!'' ujar Aulia.
Dia menjadi bingung dengan mimpinya sendiri.
.
.
.
.
__ADS_1
. BERSAMBUNG..
Ayo dukung terus agar saya semangat.