
Saat Aulia ingin mengejar Elgar dan Aleen, dia teringat ucapan Aleen tentang neneknya, Aulia pun mengurungkan niatnya untuk mengejar mereka. Aulia pun segera berlari pulang ke rumahnya.
Saat Aulia membuka pintu dia melihat sang nenek sudah tergeletak di lantai rumah dengan mulut yang berdarah dan juga kepalanya sebab terbentur sangat keras, Aulia mendekati neneknya dengan kaki yang mulai lemas dia tidak bisa menahan air matanya saat melihat neneknya sudah tidak bernyawa.
''Nenek!'' teriak Aulia yang begitu sangat kuat sambil memeluk sang nenek dengan erat.
Di luar sana ada warga yang mendengar teriakan Aulia, mereka pun segera pergi ke rumah itu. Mereka penasaran apa yang terjadi di dalam rumah tersebut.
''Nenek bangunlah jangan tinggalkan Aulia sendiri, nenek hei nenek bangun,'' Aulia terus memeluk sang nenek sambil menangis tangannya sibuk mengusap kepala sang nenek yang berlumuran darah itu.
Aulia membaringkan neneknya di lantai, dia mencoba untuk mengobati bu Lilis dengan ilmunya, tapi itu hanya sia-sia saja karena bu Lilis sudah meninggal Aulia kembali memeluk tubuh sang nenek dia terus menangis.
Warga yang datang pun langsung masuk ke dalam rumah itu, mereka melihat bu Lilis di dalam pelukan Aulia.
''Aulia apa yang terjadi?'' tanya salah satu warga yang berdiri di sampingnya.
''Tolong pak, tolong selamatkan nenek saya,'' ucap Aulia air mata yang terus mengalir.
warga pun membantu Aulia untuk mengangkat bu Lilis kekamarnya.
''Aulia nenek kamu sudah meninggal, kenapa bisa terjadi seperti ini?'' tanya warga.
''Aku tidak tahu pak, saat aku pulang nenek sudah seperti ini,'' jawab Aulia berbohong.
__ADS_1
DI RUMAH BARA
''Ayah dari mana?'' tanya Bara yang keluar dari kamarnya.
''Bara kenapa kamu masih di rumah? apa kamu tidak tahu kalau bu Lilis meninggal?'' tanya pak Sury.
''Apa Yah, meninggal?'' tanya Bara.
''Iya, kamu segera saja kesana Aulia pasti sangat membutuhkan kamu,'' ucap pak Sury.
Bara pun segera pergi ke rumah Aulia dia berlari begitu kencang menuju rumah itu.
''Bara sejak kapan kau disini?'' tanya warga bingung melihat kedatangan Bara yang tiba-tiba saja dia sudah berada di rumah itu.
''Entahlah saya juga kurang tahu apa yang sudah terjadi sama bu Lilis, tapi Aulia bilang kalau neneknya terjatuh,'' jawab warga.
.
Pagi harinya jenazah bu Lilis di makamkan di samping pak Rahman sang suami. Aulia tidak bisa membendung air matanya dia terus meratapi kepergian sang nenek. Semua warga yang mengatar jenazah kembali pulang ke rumah mereka masing-masing, tinggal hanya Aulia dan Bara.
''Aulia apa yang terjadi sama nenek? siapa yang telah melakukan semua ini?'' tanya Bara memegang pundak Aulia.
''Aleen si manusia macan kumbang, dia juga sudah mengambil kitab harimau putih dariku. Aku akan membalas semua perbuatannya!'' ucap Aulia.
__ADS_1
''Apa? bagaimana bisa kitab itu di ambil oleh mereka?'' tanya Bara mengerutkan keningnya.
''Kau tidak perlu tahu tentang itu, jika kau tahu kau juga tidak bisa membantu ku,'' ucap Aulia berlalu pergi meninggalkan pemakaman.
''Aulia kenapa kau berkata seperti itu? aku ini sahabat kamu aku pasti akan membantu mu!'' ucap Bara sambil berteriak karena Aulia sudah jauh darinya.
Siang itu Aulia pergi ke arah bukit dia tidak tahu harus berbuat apa dia merasa hancur atas kepergian orang-orang yang begitu dia sayangi.
''Aahhkkk...'' Aulia berteriak di atas bukit menghilangkan rasa hancurnya.
''Kau tidak perlu berteriak seperti itu Aulia,'' ucap seseorang dari belakang.
Aulia pun menoleh ke arah suara tersebut, dia pun langsung memeluk orang itu.
''Sudahlah cucuku aku tahu saat ini kau begitu hancur atas kepergian orang-orang yang kau sayang,'' ucap Raja Agra mendatangi Aulia di bukit tersebut.
.
.
.
BERSAMBUNG
__ADS_1